ketika saya akan menjadi anggota NII

Posted on

Lagi hangat-hangat tai kuku membahas NII, diberita sudah sekian kali topik tersebut diangkat, padahal pergerakan NII sudah berlangsung sejak puluhan tahun lalu dan skarang kembali mencuat karena banyak nya anak bangsa hilang dari pengawasan orang tua nya. Apa sih NII itu?, Negara Islam Indonesia, mereka adalah orang-orang yang membangun negara sendiri dengan menjauhkan asas pancasila tapi banyak sisi negatifnya yang bisa menjauhi kita dari orang tua. Saya sendiri pernah menjadi anggota mereka pada tahun 2007, lebih tepatnya sih hampir menjadi anggota mereka karena saya tidak mengikuti pelantikan terakhir untuk menjadi anggota mereka.

Sebenarnya saya sadar dengan jalan yang waktu itu saya tempuh, mengikuti peraturan mereka, membayar iuran (infak) kepada mereka dan menikmati kajian-kajian agama namun saya tidak serta merta langsung menghindari mereka atau berlari tanpa babibu, saya penasaran dan ingin mengikuti apa yang mereka lakukan seperti hal nya mata-mata sebuah agen CNI (ups… itu sih mlm) maksud saya agen CIA atau FBI. Berlagak polos tidak mengerti agama namun sempat debat saling kuat-kuatan dalam pengetahuan agama biar terlihat keren dimata para korban lainnya, ahay… saya cerita singkat perjalanan saya mengikuti jaringan NII, siapa tahu bisa bikin pembaca waspada terhadap mereka.

Berawal dari perkenalan saya dengan seorang wanita bernama Sarah di sebuah pusat perbelanjaan PGC jakarta timur, dia tak lain adalah sahabat tetangga saya waktu kuliah dulu bernama Eka. Sebenarnya yang ada urusan dengan sarah adalah eka, saya hanya menemani eka karena dia kurang begitu tahu daerah jakarta timur. Saya sendiri tidak tahu urusan eka dengan sarah secara detail itu apa, sekilas hanya memberitahukan kalau eka ingin membantu sarah dalam hal membuat skripsi mata kuliahnya. Didepan masjid di lantai paling atas PGC, saya dan sarah ngobrol-ngobrol walaupun di masjid tersebut tertulis “yang bukan muhrim dilarang berdekatan/berbincang” hehehehe.

Dia menanyai segala tentang saya dan menjadi kagum karena saya adalah seorang penulis blog, saya pun diajak untuk membantunya menulis skripsi karena dia yakin saya ini jago dalam hal menulis serta merangkai kalimat. Setujulah saya dengan tawaran dia, secara mata si sarah ini cakep lho, imut gettoooh putih hihihihi. Sarah meminta saya dan eka mengunjungin temennya di daerah condet, tepat di belakang toko roti buana, disitu ada temennya yang akan membantu sarah membuat skripsi. Saya dan eka langsung menuju lokasi yang disebutkan sarah karena motor kita hanya bisa buat 2 orang saja kalaupun sarah mau bertiga, saya rela berada dibelakang sedangkan sarah ditengah ahay.. (simesum beraksi).

Sampailah kita di lokasi yang dimaksud, tidak jauh memang dari PGC namun macetnya hadeeeh… ibu kota banget sih. Saya, eka dan sarah masuk ke dalam rumah yang isinya anak-anak muda, di halaman rumah terdapat sebuah mobil honda jazz dan di garasi banyak terdapat motor-motor, agak mirip tempat kursus jadinya. Kita bertiga masuk ke teras atas dasar perintah salah satu penghuni rumah tersebut, bertubuh gemuk dan berkacamata. Saya duduk-duduk melihat ke sekeliling, agak aneh memang, karena para penghuni yang rata-rata anak kuliahan tersebut melihat saya dengan tajam dan tersenyum penuh makna “selamat datang kawan”.

Tak lama seorang pemuda bertubuh kurus tinggi putih seperti saya, datang menghampiri kami, namanya Ali tapi kami harus manggil mereka Abi Ali. Lalu sarah dengan abi ali berbincang serius mengenai skripsinya sedangkan saya hanya melirik-lirik sekitar teras barangkali ada buah mangga yang sudah ranum. Tiba-tiba saja abi ali memanggil nama saya dan memberikan sebuah pertanyaan “kamu sudah pernah membahas tentang Al-Quran belum?”, lalu saya menjawab “belum tuh bro, mang dibahas gimana?”. Dia pun menjawab “nah, si sarah ini mau membuat skripsi mengenai Al-Quran, kalau kamu dan eka belum pernah tahu kehebatan Al-Quran, saya bisa ngasih pembelajaran nih, biar kalian tahu rahasia-rahasia didalam Al-Quran”. Ehm.. boleh juga, selama saya mengaji tidak pernah dibahas mengenai rahasia-rahasia apa saja yang terdapat dalam kitab suci agama yang saya anut.

Dia membawa sebuah kitab Al-Quran berwarna coklat dan tebal, lengkap dengan artinya, lalu dengan mantab dia menjelaskan kalau di kitab suci itu sendiri sudah diramalkan kejadian tsunami aceh, runtuhnya WTC mangga dua (maaf) WTC di amerika dan penemuan bohlam lampu. Dia menjelaskan secara detail dengan ayat-ayat serta artinya, saya jadi tersentuh namun sepertinya dia sengaja membuat gantung dalam penjelasannya biar saya semakin penasaran terhadap apa yang dia berikan. Abi Ali menyuruh saya datang ke esokan harinya untuk menjelaskan secara rinci rahasia-rahasia tersebut, saya pun berminat dan melakukan janji dengannya pada pagi hari.

3 hari pertama saya berada ditempat itu, banyak diberikan penjelasan-penjelasan mengenai Al-Qur’an. Pesertanya ya 3 orang tadi, saya, eka dan sarah namun di hari ke lima sarah di pisah ruangan lain buat dikasih mentor. Saya di mentor didalam ruangan, lebih tepatnya kamar berukuran 5×5 meteran. Abi ini orangnya baik, selama saya dimentor saya diberikan macam-macam kue dan minuman, sehingga tidak ada kesan dia pelit atau apalah, apalagi wataknya sangat ramah banget dan ganteng (eeeaaaa…..). di hari ke lima, Abi menjelaskan tentang hijrah, perpindahan dari agama Islam yang buruk menuju agama Islam yang baik.

Sore di hari kelima itu ia menjelaskan tentang Negara Islam, ternyata Abi Ali ini adalah pejabat penting dari negara tersebut. dia menjelaskan tentang negara Islam tersebut dengan rinci dan bagaimana sistemnya, dia menjelaskan dengan menggunakan ayat-ayat Al-Quran kalau kita semua harus hijrah, entah benar atau tidak saya sedikit terhipnotis dengan ucapan-ucapan mereka. Karena sudah larut malam, saya pun disuruh pulang namun esok harinya saya harus kembali ketempat tersebut untuk hijrah dan menyelamatkan keluarga saya dari kehancuran, saya seperti seseorang yang diberikan misi penyelematan dunia dari serangan alien, penuh intrik dan adegan seru (ah lebay…).

Hari ke 6 saya kembali ke tempat itu, dengan mengatur strategi FBI yang sudah saya rancang pada malam hari. saya tidak lupa untuk sering-sering mengirimkan kabar saya berada dimana kepada orang tua, karena orang tua saya sendiri sudah tahu kalau saya sedang cari-cari tahu tentang NII, walaupun resiko saya dibunuh kemungkinan besar ada namun saya pasrah terhadap yang kuasa. Pukul 10 siang saya dibawa ke sebuah kamar, kali ini kamar yang berada di depan kamar yang biasa dibuat saya dan eka mentoring agama mereka. Kali ini bukan abi ali, melainkan seorang mas-mas berusia 30tahunan berwajah chinese. Dia memperkenalkan diri sebagai seorang staff di kantor jakarta, bekerja sebagai IT Master (ia ngalungin flesdis lho), tapi saya lebih percaya kalau dia adalah pedagang komputer di mangga dua. Dia bercerita tentang latar belakangnya, katanya dia dulunya non muslim lalu menjadi muslim karena mengikuti NII dan hijrah menjadi manusia yang lebih baik (selama ini dia jahat donk). Si Eka sepertinya tertarik abis dengan hijrah, banyak tanya dan banyak mengeluarkan wajah ceria seperti mendapatkan surat dari malaikat isroil kalau dia masuk surga.

Dia menjelaskan abis tentang hijrah tersebut, selama sejam saya duduk sila, gak kepengen berak atau kencing karena merasa seru dengan penjelasan dia terhadap hijrah tersebut. lalu dia mengeluarkan pertanyaan “kalian siap untuk hijrah, jangan ragu karena kalian adalah penolong keluarga kalian dari bencana”. Saya ragu, bencana apa yang dimaksud mereka-mereka ini?, Cuma eka saja yang menjawab dengan mantab kalau dia ingin hijrah. Wiiihhh… gawat kalau sampai eka sendirian sesat, lebih baik saya ikutin eka daripada anak orang kenapa-kenapa. Akhirnya besok kita melakukan perjanjian dengan Abi Sofian untuk mengikuti mentor bersama  8 orang peserta, tapi Cuma saya yang berjenis kelamin lelaki di ruangan tersebut, sisanya para wanita berjilbab cantik-cantik tapi berwajah lugu, pantas mereka kena kaya ginian.

Selama 2 hari saya diberikan mentor tersebut, itung-itung nambah pengetahuan agama dan pengalaman saja. Bagaimana dengan sarah?, sarah sudah jarang terlihat sedangkan si eka memiliki jadwal mentor berbeda, sesekali kali kita datang bersama namun saat pulang kita berpisah. Saya jadi pulang larut malam terus karena saya berkenalan dengan Andre, salah satu anggota NII yang baru gabung dan seorang pemain gitar amatir. Saya pun ngeband bareng dia karena disalah satu ruangan rumah tersebut terdapat ruangan untuk ngeband walaupun hanya di isi snare drum, hit hat, bass dan gitar listrik. Kecurigaan saya semakin kuat ketika adzan magrib namun tidak satupun dari mereka terlihat solat, sebenarnya saya sering mengajak mereka solat dzuhur atau ashar berjamaah namun selalu mereka tolak dengan alasan nanti saja atau sudah melaksanakan solat.

Pelantikan pertama dimulai, seminggu saya mengikuti mentor akhirnya saya dilantik pada pelantikan pertama. Mas-mas berwajah chinese itu bertemu dengan saya lagi, menyerahkan form dengan tulisan campuran arab dan latin, saya juga menyerahkan foto kopi KTP, saya sudah mempersiapkan foto copy KTP palsu, alamat serta tanggal lahir saya manipulasi. KTP asli di scan, lalu otak atik di potosop dan cetak, hasil cetakan tersebut saya foto kopikan 2 lembar. Sialnya dia curiga, dia meminta KTP asli saya yang berada di dompet, beruntung saya tidak membawa KTP di dompet karena ketinggalan dirumah hanya ada kartu SIM saja. Dia pun menyuruh saya mencantumkan alamat yang sama pada keterangan alamat pada SIM C saya, shitt.. untunglah nomer rumahnya ngaco akibat bikin sim c nembak jadinya dibuat asal-asal sama pak Polisi. Setelah isi form, saya diajak sama Abi Ali keluar rumah, ah… kemana kita ?, dia jawab “kita akan hijrah”. Wow, seperti adegan dimana saya harus bertanya ke ayah saya dan beliau kan menjawab “kita akan ke dufan”. Betapa senangnya saya…

Dengan menggunakan motor megapro biru kesayang saya (baru beli 4 bulan nih), saya dibawakan pada sebuah lokasi perumahan didaerah condet jakarta timur. Disana ada sebuah mobil panther menunggu saya dan saya disuruh masuk kedalam mobil tersebut, saya duduk ditengah, sedangkan dibagian depan sudah ada 2 orang abi-abi yang sudah mengenal saya cukup detail. Kita pun berangkat menuju rumah sakit pasarebo, disana akan ada calon-calon anggota NII yang baru untuk segera dijemput. Sambil mendengarkan musik kita menuju lokasi tersebut, saya sih mendengar percakapan salah satu dari mereka yang memegang setir via telepon, “saya menuju daerah 5, daerah 11 sudah ada anggota baru… bla…bla…”. sepertinya mereka tidak curiga dengan saya, padahal saya sedang sms ria dengan abang saya, memang saya menyetel mp3 di N-Gage saya dengan nada-nada game gitu, mungkin disangkanya saya sedang bermain game.

Sesampainya di rumah sakit pasarebo, ada 3 orang yang sudah menunggu disana, kemudian mereka dengan pedenya menghampiri mobil panther biru donker sambil memperkenalkan diri. Saya agak was-was karena takut dibunuh, mungkin saja saya sedang dijebak akibat kecurigaan saya diketahui mereka padahal saya hanya orang biasa yang menyamar menjadi agen beras. Setelah mobil di isi hampir penuh dengan para calon anggota NII, saya dan yang lainnya disuruh tutup mata oleh si pengemudi “sekarang tutup mata kalian dan didalam hati berdzikir Allahuakbar, saya jadi bisa tahu mana yang serius hijrah atau tidak, jakay serius silahkan tutup mata kalian ya”. oke, saya taruh kepala saya dempet dengan bangku depan, berlagak merem padahal melihat mengintip ke arah jendela luar sambil berdoa semoga saya tidak dibuang dijalan dan motor saya dijual karena stnk sama si Abi Ali…

Saya berada didaerah pasar minggu, kira-kira diperumahan dekat universitas pancasila, cukup jauh memang perjalanannya tapi mungkin bagi yang lain tidak berasa karena menutup matanya sungguh-sungguh malah ada yang ketiduran. Sampailah kita disebuah tempat yang bernama masjid 1, memang tidak berbentuk masjid melainkan sebuah rumah yang tidak beda jauh dari rumah condet. Mereka menggunakan nama masjid sebagai nama markasnya dengan filosofi, dimasjid adalah tempat kita berkumpul dan mengurangi dosa. Saya disuruh menuju ruangan, di pandu oleh abi-abi yang sudah menunggu sejak tadi dengan baju khas kemejanya. Saya pun masuk kedalam rumah tersebut, didalam rumah tersebut banyak terdapat kamar-kamar mirip banget sama kost-kost’an dan remaja-remaja putri dan putra berlalu lalang, ada juga yang duduk menunggu antrian untuk pelantikan pertama di hijrah.

Saya duduk disebuah ruangan yang cukup sempit, dengan bangku-bangku khas kondangan dan sebuah meja besar didepan, mirip banget suasananya dengan perkuliahan umum. Disana sudah ada 8 orang, 5 cewek dan 3 cowok, berarti ada 9 orang yang menjadi calon anggota NII termasuk saya. Wajah mereka seakan-akan sudah terlalu jauh memikirkan keindahan hijrah, kalau saya terka mereka-mereka ini anak kuliahan semua bahkan salah satu wanita disana merupakan pekerja kantoran, gile…. jam 3 sore gini bukannya kerja malah kemari. 10 menit kemudian datanglah bapak-bapak membawa kitab Al-Quran tanpa mengucapkan salam atau apapun, dia langsung memperkenalkan diri. Saya lupa dia bernama siapa, dia merupakan penjabat NII daerah 8 (kalau tidak salah ya), dia mengulas habis tentang NII dan terakhir dia bertanya satu persatu kepada para peserta, “kapan terakhir kalian ber-syahadat?”.

Rata-rata pada menjawab tidak tahu, sedangkan saya sendiri menjawab “setiap kali saya solat dan saat saya ingin bersyahadat” ternyata jawaban saya salah. Katanya, syahadat baru akan benar jika kita sudah berhijrah dan bersih. Hati saya tertawa terbahak-bahak, bagaimana bisa selama ini saya bersyahadat dengan cara yang tidak benar?, apakah orang tua saya terlalu bodoh untuk mengajarkan saya bersyahadat?. Saya pun berdebat cukup sengit terhadap syahadat tapi saya ingat, disini saya sedang mencari tahu NII tersebut seperti apa sehingga saya lebih baik mengalah. Tidak semua peserta hari ini beragama Islam, 3 diantara mereka beragama non muslim (pantas mereka tidak tahu syahadat), bahkan satu orang peserta sudah Haji (tidak layak disebut haji kalau kaya gini aja masih bisa diikutin, koplak). Form yang sudah saya isi sudah berada ditangan mereka, bapak-bapak tersebut agak mencurigai saya, lalu dia bertanya “apa kamu memiliki saudara yang bekerja sebagai polisi, TNI, atau Guru?”, dengan lantang saya jawab “hampir 60% keluarga dan sodara saya bekerja sebagai polisi, TNI dan Guru”.

Jelas jawaban saya salah, sebelum saya di bawa ke pelantikan pertama tersebut, saya diberikan nasihat untuk tidak memberikan jawaban tersebut walaupun saya memang memiliki keluarga polisi. Alasan mereka, polisi, TNI dan Guru adalah orang-orang yang sesat, karena mengakui pancasila sebagai landasan mereka dan bukan Al-Quran, memang betul tapi mereka adalah keluarga saya, masa iya saya benci dan saya jauhi. Padahal Islam sendiri melarang umatnya menjauhi saudaranya sendiri karena hal tersebut akan memutuskan rantai umat Islam itu sendiri. Setelah saya menjawab dengan kalimat tersebut, saya dibawa ke dalam ruangan lain dan disana sudah ada Abi yang sebagai supir mobil panther tadi. Saya kira akan dibunuh atau dihabisi disitu, entah kenapa pikiran saya agak parno jika saya harus dibawa keruangan lain atau tempat lainnya, aneh juga kenapa saya yang dicurigai tidak dihabisi begitu saja. Diruangan tersebut saya hanya di tanyai tentang keseriusan mengikuti NII, dengan percaya diri saya pun menyakinkan abi kalau saya ingin menjadi anggota NII. Alhamdulillah dia percaya, saya pun disuruh kembali ke mobil karena saya harus kembali ke condet dan pulang kerumah.

Di rumah condet, saya dijelaskan lagi tentang NII, dosa saya bisa dihapuskan dengan menjadi anggota NII, dosa-dosa tersebut bisa terhapus kalau kita membayar infak. Si Abi Ali menawarkan infak sebesar 500ribu dan dibayar paling lambat besok, dana tersebut dikumpulkan untuk pembangunan negara Islam, pembangunan tersebut dirasa mustahil jika kita tidak menyumbangkan harta kepada NII karena keberhasilan NII menghapus struktur Pancasila tergantung dari infak para anggotanya. Wah bingung juga nih, darimana saya mendapatkan uang 500ribu dalam semalam, si eka pun juga tidak kalah bingung namun sepertinya dia sangat serius ingin menjadi anggota NII sampai-sampai harus kedepok untuk minjem uang kepada sodara-sodaranya. Kalau saya sih bingung untuk melanjutkannya atau tidak, numpung masih pelantikan pertama karena masih ada 2 pelantikan lagi untuk benar-benar menjadi anggota NII.

Ke esokkannya saya kembali ke rumah condet, hanya untuk menyetor infak dan mendengarkan tausiah dari para abi-abi NII. Saya hanya memberikan mereka 200ribu saja, kurang?, memang kurang, sisanya saya pinjam duit dari Abi Ali dan saya akan melunasinya jika saya menjadi anggota NII. Dia mengingatkan kalau infak 500ribu itu adalah infak wajib para anggota NII setiap bulannya, dia menganggap para calon anggota NII sudah menjadi anggota resmi walau masih dalam tahap pelantikan pertama. Lalu saya pulang kerumah dengan perasaan was-was, saya hanya menunggu kabar kalau via telepon jika nanti saya berhak menjalani pelantikan kedua. Aneh, baru saja sesampainya dirumah, telepon cdma saya berbunyi dan disana sudah ada Abi Ali memberitahukan saya kalau besok sudah bisa mengikuti pelantikan kedua.

Besoknya saya dijemput dengan menggunakan motor si Abi Ali tepat di samping PGC, motor saya taruh diparkiran PGC untuk mencari aman agar tidak dijual sama orang itu. saya di ajak kesebuah komplek perumahan yang saya tidak kenal, ya bagaimana mau menghapal jalan, saya diajak ngobrol terus sama dia buat mengalihkan perhatian, ah sial, belum lagi dia sengaja melakukan perjalanan berputar-putar agar saya bingung dan tidak sempat menghapal dengan jelas jalur yang ditempuh. sampailah saya disebuah rumah yang cukup besar, disana ada seorang anak kecil dan ibu rumah tangga, sambil tersenyum ramah, ibu rumah tangga itu menyuruh saya masuk kedalam sebuah ruangan kamar cukup besar. Mirip ruangan sidang karena hanya terdapat dua kursi kayu, ada juga sebuah meja kerja dengan kursinya plus dibelakang meja tersebut ada hiasan dinding garuda pancasila dan foto presiden serta wakilnya. Oh… presiden, ini ada perencanaan pembangunan negara islam, apakah kau tahu?

Tak lama masuklah seorang wanita berambut penjang dengan wajah tegang, saya berkenalan sebentar lalu duduk menunggu orang yang duduk dibalik meja kerja tersebut. yap, ternyata bapak-bapak yang duduk dibalik meja tersebut. dia datang sambil mengucapkan salam dan memberikan kalimat-kalimat semangat motivasi untuk hijrah ke NII. Selama sejam kurang saya diberikan keyakinan kalau langkah saya benar, form saya pun sudah ada ditangan dia, tiada pertanyaan-pertanyaan apa-apa yang ia lontarkan, hanya sebatas penjelasan tentang NII lebih rinci lagi, mulai dari pembangunan jalan, pembangunan gedung-gedung islam serta istana NII yang sedang dibangun didaerah pulau jawa, nantinya istana tersebut akan menjadi pusat pemerintahan NII. Detailnya saya agak-agak lupa dia berbicara seperti apa, intinya saya disuruh bersiap-siap untuk pelantikan terakhir, biasanya 3 hari setelah pelantikan kedua akan ada undangan untuk mengikuti pelantikan ketiga.

Saya harus mengenakan pakaian kemeja putih dengan celana hitam dan pantofel hitam, membawa al-qur’an serta uang tunai sebanyak 700ribu untuk infak pembangunan. Saya sempat solat ashar diruangan tersebut, lalu dia menjelaskan kalau saya melakukan hal yang percuma karena saya belum hijrah ke NII sehingga solat saya hanya pekerjaan sia-sia saja. Sempat tersinggung namun saya harus turunkan amarah agar tidak terjadi perdebatan lagi, saya masih was-was dibunuh oleh anggota NII. Didalam pelantikan kedua ini, ada pembicaraan yang merupakan kalimat sesat yaitu “kalian jika sudah menjadi anggota NII, tidak perlu solat 5 waktu lagi, cukup membayar infak karena sudah menghapuskan segala dosa-dosa kita”. Entah kenapa cewek berjilbab disebelah saya tidak menaruh rasa curiga dengan kalimat tersebut, malah seperti semakin yakin untuk masuk dan menjadi anggota NII.

Pada malam harinya saya was-was mengikuti pelantikan ketiga karena dipelantikan ketiga tersebut saya akan di suruh mengucapkan sumpah, wah sumpah seperti apa yang nanti saya harus ucapkan, apakah akan mendzolimi atau melupakan agama yang saya anut?. Ibu saya sudah melarang untuk kembali ketempat itu, tapi saya masih penasaran motivasi mereka merekrut remaja-remaja lugu bahkan ada puluhan remaja dengan wajah baru masuk kerumah condet. Sarah menghubungi nomer telepon rumah, menanyakan kabar kesiapan saya menjadi anggota NII, saya pun berusaha menyadari dia karena saya seperti nya menyukai Sarah (eeeeeaaaaa…..). saat saya berusaha menyadarkannya, dia malah meyakinkan saya kalau jalan NII itu benar dan tidak sesat, dia pun memudahkan saya untuk mendapatkan uang infak dan dia sangat ingin membantu apabila saya kesusahan dalam mencari uang infak.

Saya menghubungi eka namun tidak ada dirumahnya, kata orang tuanya sih dia sedang berada di depok, barangkali dia sedang meminjam uang untuk dana infak. Malam itu juga terjadi keanehan, sepupu yang belum pernah kerumah saya semalam itu tiba-tiba datang sendiri mengunjungi saya. Sepupu saya ini cewek lebih tua 2 tahun dari saya dan dengan mantabnya dia curhat kepada saya. Alasan dia datang kerumah memang curhat kepada ibu saya karena keluarganya sedang dalam masalah, lalu curhat ke saya mengenai sahabatnya yang bebel mengikuti ajaran sesat. Sesat, ternyata temennya itu ikut NII juga bahkan sudah menjadi anggota resminya di jakarta.

Saya : “jadi… sahabat kamu itu ikut NII ya”

Sepupu : “iya, namanya aliran NII 11, gak tahu deh apa singkatannya”

Saya : “setelah menjadi anggota NII, apa yang ia kerjain?”

Sepupu : “itu dia, dia selalu memaksa saya buat jadi anggota NII juga, saya gak mau dan mencoba untuk menyadari kalau aliran tersebut sesat”

Saya : “kenapa tidak paksa lagi untuk keluar dari NII numpung belum terlambat”

Sepupu : “percuma katanya, sambil nangis dia pernah ngomong kepada saya, kalau calon-calon NII yang sudah dilantik penuh menjadi anggota NII darahnya halal buat dibunuh apabila dia ketahuan keluar dari NII”

Saya : “glek..” (menelan ludah sambil berpikir saya akan mati)

Sepupu : “kalau belum jadi anggota sih, darah kita haram buat mereka bunuh karena kita bisa jadi bibit2 mereka membangun NII”

Pantas saja mereka tidak membunuh saya, padahal saya sudah beberapa kali debat dengan para abi-abi tersebut, oh.. darah saya haram buat mereka bunuh. Sepupu saya juga bilang kalau saya yang belum menjadi anggota NII seperti anjing yang ditemukan dijalan, kotor haram dan juga menjijikan, makanya saya disuruh hijrah untuk dibersihkan dan menjadi halal. Bisa gitu ya?… besok saya harus menyadarkan si eka sebelum terlambat, saya sudah tidak tahu aktifitas dia pada anggota NII, bisa saja besok pagi dia sudah diajak pelantikan ke tiga atau mungkin saat ini dia sudah menjadi anggota NII. Bah,.. malang kali tetanggaku itu.

Tiga hari kemudian saya ditelp oleh abi Ali untuk bersiap-siap melakukan pelantikan ke 3, saya pun pura-pura menyetujuinya namun setelah telp ditutup saya langsung membuang nomer CDMA saya. Tetangga saya bernama eka tidak berhasil saya temui, sudah beberapa hari tidak berada dibekasi, nomer telp nya juga sulit untuk dihubungi. Mungkin dia sudah menjadi anggota NII, telat deh saya menyelamatkannya. Saya kira tidak ada lagi hubungan dari para abi-abi NII tersebut, tidak tahunya mereka menghubungi saya lewat sms ke nomer GSM, beuuh, darimana mereka tahu nomer XL saya, beberapa kali sms berbunyi untuk menyadari saya kembali ke NII. Saya sudah pernah balas sekali sms mereka dengan ucapan terima kasih namun dijawabnya malah makin mengajak saya untuk menjadi anggota NII. Gusar dengan sms-sms dari mereka, terpaksa saya hancurkan nomer XL saya tanpa belas kasian, beli nomer baru beda provider dan mencoba menghubungi si eka namun tidak bisa juga (gak dibalas dan gak diangkat).

Sebulan berlalu dan saya terbebas dari NII, Alhamdulillah saya bersyukur kepada Allah SWT karena saya diberikan perlindungan dan tidak mudah termakan rayuan orang. Saya sebenarnya juga salut terhadap peraturan NII, mereka memiliki peraturan bagi anggota yang sudah menjadi anggota NII yaitu :

–          Tidak boleh merokok

–          Tidak boleh minum alkohol apapun namanya

–          Tidak boleh bersentuhan dengan wanita (kecuali bukan anggota)

–          Jujur

–          Memberikan infak lebih dari sebelumnya

–          Dilarang pacaran ataupun berhubungan badan non muhrim.

Dibalik peraturannya yang mengesankan, mereka juga punya peraturan yang menyesatkan ehm.. bukan peraturan sih jatuhnya, lebih mengarah doktrin. Seperti, harta orang tua yang bukan anggota NII merupakan harta yang halal untuk dicuri sehingga bisa dijadikan infak buat NII, teman-teman saya yang mengikuti NII sudah sering mencuri harta orang tua, bahkan menghina orang tua dengan sebutan kafir, monster atau iblis. Astagfirullah, masa kita harus menjauhi orang tua dan tidak percaya dengan orang tua kita lagi?, neraka lah tempatnya. Selain itu mereka meyakinkan kalau solat bukanlah kewajiban karena cukup dengan bersedekah saja solat kita sudah terbayar. Tidak boleh percaya dengan pancasila ataupun pemerintahan Indonesia saat ini, tanpa disuruh saya pun lebih percaya peraturan orang tua dan agama.

Sepertinya ada banyak kesesatan yang dimiliki NII, banyak pula teman-teman saya menghilang entah kemana setelah menjadi anggota NII, sepertinya mereka menjadi bagian dari mereka dan mencari anggota lagi di lain daerah. Saya lebih hapal dengan ciri-ciri anggota pria, kebanyakan dari mereka menggunakan kemeja rapih, wajah tenang (mungkin sudah dilatih) dan biasanya berkenalan sambil mengajak seminar atau memberikan hal yang unik-unik agar kita tertarik lebih jauh. mereka ada dikampus-kampus dan mall-mall, tapi tidak jarang bisa ditemuin di jalanan ketika kita sedang kesusahan. Para korban rata-rata adalah anak kuliahan, pegawai berusia muda dan anak-anak yang suka keluyuran, kalau diliat dari mukanya sih memang kebanyakan berwajah polos dan tidak tahu agama secara detail.

Saya pun heran kenapa semakin hari banyak yang menjadi anggota NII, dimana pemikiran mereka sehingga mudah sekali terjerumus?, apalagi sekarang menggunakan cara hipnotis untuk memancing si korban. Selama kita memiliki iman yang kuat dan percaya kepada apa yang kita anut, niscaya kita terjauhi dari aliran-aliran sesat. Intinya, percayakan apa yang sudah menjadi kepercayaan orang tua, karena merekalah yang bertanggung jawab terhadap apa yang kita anut. Tinggal kita perbaiki diri dengan ilmu-ilmu agama yang baik sehingga orang tua menjadi bangga dan tidak menyesal melahirkan kita hehehe… buat para anggora NII, bagaimana pembangunan negaranya? Sudah berhasilkah?

3 thoughts on “ketika saya akan menjadi anggota NII

    ehfazella said:
    6 Mei 2011 pukul 2:42 am

    wah selamat mas, senang kali bisa membaca pengalamannya…….

      Tawvic responded:
      6 Mei 2011 pukul 7:11 am

      sama-sama mas, pengalaman untuk hidup yang lebih baik… thx dah berkunjung

        ehfazella said:
        7 Mei 2011 pukul 12:47 am

        satu diantara keuntungan penulisan pengalaman… hehe masama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s