Kuliner

Menikmati ikan bakar bambu..

Setelah selesai dengan acara baksosnya, saya dan teman-teman mlancong.com melanjutkan acara dengan mencari kuliner, mbak Adel selaku wakil dari komunitas mlancong.com memberikan sebuah ide untuk makan siang di sebuah tempat yang terkenal dengan ikan patin bakar bambunya, ehm… sepertinya mengasyikan bisa makan bamboo bakar (saya sepertinya salah mendengar) pasti bambu tersebut kriuk kriuk dimakan setelah dibakar. Kaya apa sih rasanya ikan yang dibakar dengan media bambu (baru ngeh kalau yg dibakar itu ikan).

Lokasi restoran Pondok Ikan Bakar Kalimantan tidaklah jauh dari pintu keluar tol cimanggis, restoran tersebut berdiri melayani para pelanggan, awalnya saya kira tempat parkirnya sempit tapi luas juga karena parkiran luasnya berada di belakang samping restoran. tempatnya teduh dan asri dan  beruntung kita tiba dijam sebelum makan siang sehingga restoran tidak terlalu penuh. ada beberapa meja kosong walaupun diantaranya sudah tertulis nama-nama pemesan meja. kami disambut oleh pelayan wanita yang cantik-cantik, senyum ramah mereka tidak hentinya terpancar.

Kami pun memesan beberapa menu andalan, diantaranya udang balado, tumis kangkung, sop ian gurameh, karedok, sop iga dan pastinya Ikan patin bakar bambu, untuk minumannya kami hampir sepakat semuanya untuk memesan es jeruk kelapa namun ada juga yang memesan minuman lain. pesanan datang memang agak lama, bahkan setengah jam lebih pesanan kami belum siap ada dimeja kecuali untuk minumannya. kemungkinan mereka memasaknya tidak terburu-buru dan kata om Ahmad selaku ketua komunitas mlancong.com memberitahukan jika ikannya ditangkap langsung dari kolam. setelah hampir satu jam, makanan kami satu persatu tiba dan lengkap sudah, saatnya mencicipi makanannya.

Es Jeruk Klapa

Es Jeruk Kelapa, pertama kali sruput, beuuh acem gak karuan, ternyata belum dikasih gula dan es batu, gula cair serta es batu nya dipisah sehingga rasa manis dan dinginnya bisa kita sesuaikan dengan selera masing-masing. walaupun sudah saya tambahkan gula sepertinya racikan air kelapa dengan air jeruknya kurang mantab tapi daging kelapanya mantab deh. sayang, porsinya terlalu banyak sehingga tidak bisa saya habiskan, bisa meledak perut saya.

Sup Gurameh
saya suka sekali dengan rasanya, ikannya juga tidak terlalu banyak duri sehingga saya memakannya dengan mudah seperti makan tahu. kuahnya asam-asam gurih segar dan itu memang ciri khas sup ikan gurameh, walaupun ada penampakan cabe rawit tapi tidak ada rasa pedas yang menonjol, entah kenapa saya kurang suka sup ini jika dimakan dengan nasi, lebih suka dimakan langsung pas hangat-hangatnya.

Udang Balado
bumbu balado berlumur pada udang-udang kecil, satu piring isinya sedikit sekali 😦 hanya cocok untuk satu orang saja. udangnya bagus, dengan tekstur udang yang masih segar dan tidak bau amis, hanya saja mereka tidak membuang bagian ekornya. bumbu baladonya nikmat, tidak pedas juga sih, namun rasa nya pas dimakan dengan nasi.

Sop Iga
saya mencoba icip-icip pesanan sodara saya, isi sopnya daging melulu, kuahnya bening namun tidak terlalu berlemak. daging dan tulang mudanya empuk, bisa dinikmati dengan mudah, kuahnya enak dan bumbunya meresap kedalam daging. Saya pun langsung pusing karena saya tidak kuat makan daging banyak-banyak, gejala kolestrol hiks….

Ikan Patin Bakar Bambu
nah ini dia menu andalan kita, sebongkah bambu berada ditengah meja, bumbu rujak yang katanya khas kalimantan tersebut menutupi ikan patin. asapnya mengepul ketika saya membuka bungkusa daun pisangnya, rasanya enak, dagingnya empuk (secara patin gitu lho) dan bumbunya ajib. saya suka bumbunya, bahkan saya makan bumbu ikan tersebut dengan nasi sedangkan ikannya saya gado. campuran bumbunya pas, apalagi ikan patinnya fresh from the pool, bukan ikan yang di dinginkan didalam kulkas sehingga daging patinnya lembut dan enak.

rewo-rewo kita makan

dari segi tempat atau ruangan, restoran ini memang tergolong sempit karena banyak pelanggan yang waiting list disaat jam makan siang. jikalau sudah mendapatkan meja, mereka juga harus menunggu ikan dimasak selama lebih dari setengah jam, belum lagi dari meja satu ke meja yang lainnya terlalu rapat, membuat ruang gerak saya terbatas jika mau mondar-mandir hehehehe…

pelayanannya cukup atraktif, cepat ketika kita panggil karena memang banyak banget pegawainya, entah kenapa jika masalah speed menyajikan pesanan mereka lama, mungkin karena makin lama yang datang semakin banyak sehingga mereka agak melambat. soal harga?, memang tergolong cukup mahal namun setara dengan kualitas makanan yang mereka tawarkan, cuma ini kok ada kucing yang ngikutin saya ya, kasian kalau ada pelanggan yang alergi kucing, untungnya saya penyuka kucing.. miaaww… thanks berat buat mbak Esthie yang sudah traktir saya dan pacar saya hehehe…

oh iya, tempatnya berada di pintu keluar tol cimanggis, setelah keluar tol, kita harus belok kiri sedikit, sebelah perumahan “ah lupa namanya”…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s