My Word, Tulisan Iseng

Meledakkan diri sendiri

Di Antara kontrasnya berita norman si polisi penyanyi India dengan kasus Bom bunuh diri di Polres cirebon membuat satu kesimpulan dari diri gw sendiri, ya sama-sama meledakkan diri sendiri. Bedanya kalau mas Briptu Norman meledak  karena video tarian panas di yutubnya kesebar hingga akhirnya menjadi BOOM Popularitasnya, sedangkan mas-mas yang meledakkan diri sendiri dengan alasan membela kebenaran membangkitkan kejahatan, BOOM meledak dan melukai banyak kaum adam dilokasi tersebut.

Sungguh miris juga, beralasan karena sebuah kebaikan agama (agak riskan nulis SARA) seseorang berani mati untuk melukai sesama dengan iming-iming surga. Tangan kanan saya memegang dagu sambil berpikir, apakah jaminan surga tersebut ada didalam kitab suci yang saya anut, asik juga kalau pengen masuk surga, cukup banyakin ibadah lalu melukai umat lainnya yang tidak tahu menahu apa maksudnya. Emh… fantastis, kira-kira siapa yah yang menjadi pelaku bujuk rayunya, sehingga ia menelantarkan anak istrinya dan asik bermain dengan bahan peledak. Saya pun jadi penasaran dengan orang perayu tersebut, adakah dia menjamin orang/korban (tersangka) tersebut masuk kedalam surga hanya dengan modal melukai orang lain?, apakah dia sendiri pernah melihat surga dan melakukan cara tersebut dengan sendirinya?.

Jika ada salah satu pelaku bom bunuh diri meninggal lalu mengirimkan email atau BBM dengan isi “hey mas bro, beneran lho aku masuk surga, coba deh bom bunuh diri, biar bisa temenin aku disini”. Ya namanya juga akhirat, kalau sudah kesana kita gak bakal bisa kembali lagi kecuali atas se-ijinnya namun rata-rata gak bakal balik lagi tuh entah berada di neraka atau surga, tapi ups… saya lupa kalau kita bakal masuk neraka atau surga setelah kiamat, berarti pertanyaannya adalah apakah para pelaku bom bunuh diri ini akan menerima nikmat kubur atau siksa kubur. Saya sendiri saja tidak ada jaminan masuk surga, semua keinginan saya masuk surga harus ditempuh dengan perilaku baik dan taat beribadah, lah wong orang yang bolak balik ke mesjid saja tidak ada jaminan masuk surga, apalagi saya yang ke mesjid Cuma hari jumat dan lebaran saja.

Berbeda kisah dengan mas Briptu Norman, awalnya hanya membuat video iseng untuk temannya yang sedang dilanda kebetean tingkat tinggi, lalu tiba-tiba mas norman ini menjadi tenar. Sebenarnya tenar atau tidaknya semua tergantung mas Briptu norman yang memiliki senyum manis itu. maka saya ambil kesimpulan kalau mas briptu norman meledakan diri sendiri, sukses mengatur boom waktu yang tidak tahu kapan meledaknya hingga akhirnya sekarang menjadi selebritis tanah air, wanita-wanita muda bahkan nenek2 pulang ngaji pun akan menjerit histeris kalau melihat sosok pria berseragam kepolisian menyanyikan lagu india dengan gaya shake hand (tangan mengocok atas bawah) dan berteriak “jaya jaya jaya”. Disaat warga negara Indonesia butuh angin segar datanglah mas norman dengan suara khas indiahe, namun tiba-tiba angin ketakutan datang ketika mas-mas gak jelas meledakan diri membuat teror dikota cirebon. Eeeaaaa… saya sendiri merasa ada dua hal yang berbeda dalam satu waktu, pas nonton SCTV, ada briptu norman, pas pindah channel ke Metro TV ada liputan mas-mas meledakkan diri, balik lagi ke SCTV masih ngebahas jogetnya Norman dan sebaliknya ngebahas Mas-mas ngebom.

Saya gak habis pikir oleh pelaku/korban bom bunuh diri, keberanian mereka dan tekad bulat mereka membuat sebuah ketakutan tersendiri terhadap orang lain. Padahal kalau dia memang pecinta Rosul, pasti pernah membaca kisah Rosul yang bertetangga dengan orang yahudi, dimana sang Rosul tetap ramah dengan tetangganya tersebut walaupun sering diludahi, dilempar batu ataupun dihina, tetap setia menjenguk sang tetangga disaat dia sakit tanpa dendam ataupun kekecewaan. Tapi kasus ini apakah si target pernah membuat sang pelaku sakit hati?, mungkin bikin SIM C terus2an gagal atau mengurus surat keterangan perilaku baik yang dipersulit?, entahlah. Bisa juga dendam pribadi dari sang pemilik ide pemboman tersebut, pengen masuk polisi tapi gak bisa (celingak celinguk takut ada pria gak dikenal buka jaket).

Indonesia sepertinya tidak bisa sehari saja dalam kedamaian, pasti di televisi ada saja berita tentang baku hantam, kerusuhan maupun kejahatan. Paling sering sih kejadian sengketa lahan orang lain, pasti tuh ricuh, ya iyalah sapa juga yang mau lahannya diambil orang. Memang susah menyatukan ego masing-masing, apalagi bangsa ini gampang betul di adu domba tanpa mau berpikir santai tapi tegas, beuuh maaf tulisan saya terlalu dewasa dan sok berkata seperti guru besar, ya namanya juga blog, saya menulis apa saja ya itu hak saya… ah… kapan bisa negara ini menerima perbedaan, kalau semuanya seragam pasti tidak enak, mesti ada perbedaan untuk bisa saling memahami. Bayangkan alien diplanet mars, muka dan badannya sama semua, bahkan tidak bisa membedakan mana istri si A dan suami si B tapi mereka damai2 saja tuh hahahhaa… ngelantur lebih sama enaknya dengan ngelanjor.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s