Rafting di Arus Liar

Posted on

Rafting, mungkin buat gw agak asing ya, karena selama ini belum pernah memainkan permainan ini, nah coba kata rafting diganti dengan arung jeram pasti gw akan membayangkan sebuah permainan perahu karet di sungai dengan arus deras dan para penumpang perahu karet tersebut terontang anting bahkan kecemplung sungai. Tepat tanggal 25 Februari kemaren gw diajak rafting sama temen-temen kantor, wah senangnya berlibur ditemani orang-orang yang lucu. Acara rafting dilaksanakan di daerah citarik yang bernama Arus Liar, dari namanya saja sudah terbayang bagaimana liarnya arus tersebut apalagi kalau namanya diganti dengan Arus Binal, beuuh… ngiler..

Pukul 8 berangkat menuju citarik dari bekasi melewati bogor-ciawi-lido-cikedang-citarik, pertama-tama adrenalin berkendara gw dipacu ketika harus melewati jalanan naik turun curam dan terjal, bahkan tanjakannya pun hampir 90derajat, memang banyak yang pesimis gw bakal sampai dicitarik menggunakan timmy tapi ya kita buktikan saja diparkiran arus liar siapa yang bermasalah hihihihihihi. Alhamdulillah perjalanan tanpa kendala, perjalanan dilahap dengan kecepatan sedang karena memang gw dan dwi berangkat terlalu pagi sehingga ketika kita sampai di citarik pun belum ada rekan-rekan kantor lainnya, yeah aku lah yang pertama sampai.

Bersiap melewati tanjakan liar

Sampai di arus liar harus masih menunggu sejam untuk kedatangan rekan-rekan yang lain, crew dari arus liar pun sudah menyambut kedatangan kita berdua lho, ramah dan tamah sambil berucap wilujeng sumping, kita disuruh masuk ke atas restorannya sambil menunggu yang lain datang. Berhubung waktu sudah menunjukkan waktu sholat Jumat, maka kami berdua turun kebawah menuju masjid dan ada pengalaman lucu sholat jumat di mesjid ini, enggak ada ceramahnya Cuma ada doa-doa selama 10 menit yang gw kira itu merupakan doa pembukaan buat ceramah akan dimulai namun sayangnya dugaan gw salah, padahal gw udah nebak-nebak sang penceramah akan membawa ceramahnya dengan bahasa sunda atau bahasa indonesia atau malah bahasa tagalog.

Para rombongan telah sampai di lokasi

Setelah sholat jumat, para sisa rombongan datang dengan mobilnya masing-masing, rata-rata pada trouble pada bagian rem nya sampai-sampai berasap putih. Setelah pada berkumpul semuanya, kita diajak luch di restoran arus liar nya, masakan sunda sudah dipersiapkan untuk para tamu. Karena makanan sudah dingin, gw jadi makannya Cuma sedikit saja, apalagi menu nya sama dengan menu yang gw makan tadi pagi hehehehe. Pukul 2 siang kita dibawa ke penginepan yang letaknya skitar setengah kilo dari Arus Liar Centre nya.

Perjalanan menuju tempat penginapannya cukup unik, kita melewati rumah-rumah warga yang rata-rata menjual sandal gunung untuk kegiatan rafting, katanya sih kalau pakai sendal swallow bisa sering nyangkut dibebatuan, mungkin juga sih karena sendal swallow terbuat dari karet bukan karet pilihan sehingga dapat membuat sang pengguna terpeleset hingga jatuh ke dasar sungai, tenggelam dan membusuk diperairan selat sunda. Kita melewati sebuah jembatan kayu yang menyebrangi sungai berairan deras, berarti penginapan kita mirip sebuah pulau yang dikelilingi oleh arus sungai sehingga kita mesti menyebrangi jembatan jika ingin menuju ke tempat penginapan. Nice…

melewati jembatan kayu
ayo kita lewatin jembatan dengan bernyanyi
hamparan padang rumput untuk kemping

Tempat penginapan kita berbentuk rumah panggung, ada hamparan lapangan cukup luas untuk mendirikan tenda, sayangnya hari ini bakal hujan karena langit sudah menitikan gerimis. Walaupun berada di daerah citarik atau yang terkenal dengan daerah atas, disini gak terlalu dingin, alasannya kenapa?, karena tempat ini berdekatan dengan tambang panas bumi milik perusahaan cevron sehingga masih terasa hangat panas bumi. viewnya bagus, kita akan dimanjakan dengan suasana perkampungan tradisional masa lalu, arus sungai pun terdengar cukup keras apalagi gw mendapatkan kamar tepat di sebelah sungai sehingga ada jaminan ketika tidur ada suara-suara berisik dari sungai tersebut.

4 kasur buat 4 orang, empuk kasurnya

Setiap kamar hanya memiliki 4 kasur untuk bubu, sedangkan kamar mandi/toilet dipisah namun jumlahnya banyak kok, kalau pun kurang bisa suka rela mandi di sungai tetapi kalau tercemplung atau hanyut, pihak arus liar tidak mau bertanggung jawab ya, karena sudah diperingati dengan papan warning “dilarang nyemplung kecuali julung-julung”. Sepertinya memang sangat berbahaya berenang di sungai ini karena banyak bebatuan keras dari gunung salak, kalau hanyut dan kepala kebentur batu rasanya pasti asin. Selama di pondok penginepan, gw bersama teman-teman kantor melakukan kegiatan meeting dan gw hanya sebagai penikmat hahahha.

Pondok penginapan kita nih

Malam harinya kita tidak jadi barbeque  ikan padahal di rundown acara ada bakar-bakar ikan, mungkin karena sudah kemalaman sehingga para peserta sudah malas ngangkat kipas ataupun liat ikan di hanguskan. Kita pun dinner di meja perahu, ada ikan bakar kakap tapi rasanya kurang enak, hambar tiada bumbu, mungkin memang harus wajib dikasih sambal biar ada bumbunya. Ada jagung manis bakar yang rasanya enak lho, sayangnya pihak pondok arus liar kurang memberikan kami camilan ketika meeting berlangsung di pondok panggung, suasana meeting di alam seperti ini sangat cocok ada sepiring singkong goreng dan secangkir kopi hitam.

Dilarang berenang kcuali biawak
Nasi Goreng Oncom, udah dingin

Sabtu paginya kita sudah berada di tengah pendopo, makan nasi goreng oncom sebagai sarapan kita dipagi hari, nyummy. Setelah itu kita bersiap check out menuju arus liar centre untuk melakukan rafting sekaligus pulang ke jakarta. Acara raftingnya sendiri dilaksanakan pada pukul 9 pagi, agak ngaret sedikit sih, tapi gak apa-apa mengingat para crew arus liar dengan baik hati membimbing kami dalam hal safety. Bagi yang tidak bisa berenang seperti gw, tidak perlu khawatir karena kita semua diberikan palampung berkualitas, tapi kalau masih takut juga, pihak arus liar menyilahkan para pengunjung membawa galon kosong atau drum minyak sebagai pelampung. Sebelum melakukan rafting, para peserta rombongan di pecah menjadi beberapa kelompok dan diberikan penyuluhan tata cara penggunaan sendok air (dayung) dan cara berenang yang baik dari masing-masing para pembimbingnya. Jika peserta sudah siap, saatnya melakukan permainan rafting…..

Gw mendapatkan teman grup yang gemuk-gemuk, belum lagi perahu karet yang kita gunakan bocor akibatnya daya laju perahu kurang mantab dan lebih sering nyangkut di bebatuan. Kita gak Cuma mendayung dari hulu ke hilir melainkan ada 3 macam permainan untuk menambah skill dalam hal mendayung, sapa tahu jakarta akan mengalami banjir seperti ini. sayangnya, kata pembimbing kami debit sungai sedang menurun padahal malam harinya sempat turun hujan, kemanakan larinya air hujan tersebut?.

Tim gw memenangkan juara harapan, gara-gara perahunya bocor sehingga gagal menang di perlombaan sprint. Hadiahnya bagi yang mendapatkan gelar pemenang adalah kelapa muda saja, ya cukup menghilangkan dehidrasi kami saat mendayung perahu walaupun kelapanya terbilang agak asem airnya hehehehe mungkin terlalu muda ya. dari tempat finish kita dibawa ke arus liar centre nya lagi menggunakan mobil bak CRV (Carry Real Van). Adrenalin kita juga dipacu saat mobil menanjak terjal ke atas, kalau mobil gw sih dijamin bakal batuk batuk terus mundur nyemplung jurang, gilee aja hampir 90 derajat bo, berasa banget ngerinya belum lagi jalanan tersebut hanya bisa untuk satu mobil. gw salut sama mobilnya, walaupun di isi sekitar 10 manusia, masih tetep yahud melahap tanjakan, kira-kira berapa bulan sekali ganti kampas kopling ya hehehehe…

sampai di jakarta...

Sampai di arus liar centre kita mandi dan makan siang, tak lupa solat dzuhur dan setelah itu pulang menuju jakarta. Gw juga mesti ke jakarta karena acara belum kelar, ya lumayan bisa nginep dihotel. Badan memang belum terasa capek tapi menjelang malam, langsung berasa seperti digebukin satu komplek, tapi biarpun berasa capek hingga 2 hari, rasanya sangat fun banget apalagi ini pengalaman pertama gw menikmati arung jeram.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s