Menjaga Romansa Pernikahan

Posted on

Pagi hari yang sangat cerah, langit biru, awan putih dan angkot K-02 berwarna merah. Seperti biasa gw menikmati rutinitas yang tidak boleh dikatakan membosankan, ya bekerja ke kantor didaerah kawasan cibitung. Cuma hari ini (24.02.11) ada sebuah fenomena yang gw lihat setelah mengisi bensin di pom bensin (ya iyalah masa ngisi di depot air isi ulang), fenomena apakah itu?, yang pasti bukan fenomena kuntilanak salto ataupun pocong gasrot. Gw berhenti sebentar di deket pom bensin petronas pekayon jaya, untuk membenarkan shit belt yang rasanya miring sampai mencekik leher.

Ketika sedang asik-asik merapihkan benda aneh itu, gw melihat sepasang suami istri yang tak jauh dari tempat gw berhenti sedang menukar motor. Awalnya sang suami (kira-kira berumur 40 tahunan) yang membawa motor, setelah itu gantian istrinya yang bawa motor, sembari mengantarkan suami ke lokasi perempatan yang biasa bis-bis menuju daerah jakarta lewat. Ah biasa saja, apa yang menarik?, ada kok. Sang istri mencium tangan sang suami dengan mesranya, lumayan lama kira2 10 detik namun yang membuat gw merasa kagum adalah setelah si istri mencium tangan suami, si suami langsung menyosor mencium bibir sang istri, wow… dipinggir jalan raya yang saat itu terlampau padat, apakah hanya saya yang melihat?, ehm.. spertinya tidak juga.

Belajar dari kelakuan suami istri tersebut, gw paham betul arti dari keutuhan dalam sebuah rumah tangga. Terkadang hal kecil yang sering kita lakukan ketika masih pengantin baru suka terlupa ketika usia pernikahan sudah menginjak usia 10 tahun keatas, apakah merasa bosan?, atau merasa diri kita sudah tidak pantas untuk melakukan hal tersebut. gw sendiri memang belum menikah, masih muda dan punya keinginan untuk menikah muda bersama wanita yang sekiranya cocok buat gw nikahin. Walaupun begitu, gw punya bekal praktis dari teman-teman yang berumur diatas 30tahun bahkan 50 tahun dan sudah menikah lama. Kita yang masih pacaran saja terkadang bisa merasa jenuh, padahal tidak setiap hari ketemu sang kekasih setiap pagi, kadang Cuma malam minggu aja, kadang-kadang setahun sekali (bah… kasian banget).

Semua tips-tips dari sahabat, teman, om dan tante sudah saya rangkum dengan mudah buat bekal saya nanti, tetapi rata-rata mereka menyarankan cara atau tips yang mereka berikan dilaksakan dari pengantin baru sampai usia penganten perak bahkan berkarat. Oh iya, tulisan ini buat para pemuda pemudi yang ingin menikah atau yang sudah menikah supaya usia pernikahannya panjang, langgeng jaya sentosa dan bukan untuk memperpanjang usia pacaran, lagian pacaran lama-lama apa enaknya, boros biaya dan waktu hahahahaha.

1. Ciuman Pagi

Kegiatan seperti ini sih pasti sering dilakukan oleh spasang pengantin baru, bahkan bukan Cuma ciuman pagi aja, ciuman siang, sore, malam bahkan tak henti2nya berciuman sampai kulit bibir mengelupas hahahaha. Aktifitas ini lambat laun akan terasa berkurang pada usia pernikahan diatas 10 tahun, mungkin bibir sudah terasa asam, mengkerut, atau bau mulut yang merusak suasana (ah kalau ini sih emang jorok aja orangnya). Kita harus sering melakukan morning kiss (ciuman pagi) kepada istri atau suami, gunanya sebagai pil penyemangat dimulainya aktifitas hari ini. ya ga perlu lama-lama cukup sekali kecup saja dan ucapkan selamat pagi sambil tersenyum manja mirip anak kecil minta dibeliin anak ayam. Kalau cara ini sering digunakan bertahun-tahun, niscaya istri/suami akan senang dan sensasinya yang tak bosan-bosan terlupakan, karena dengan cara ini, pasangan kita akan merasa ada sebuah penyemangat untuk beraktifitas. Walaupun semalam telah cek cok atau bertengkar hebat, dengan morning kiss, pasangan kita secara tidak langsung merasa dibisikkan “maaf kan aku sayank”. Ah… lumer lah sisa emosi semalam.

 

2. Bercerita menjelang tidur
Ketika sudah berkeluarga, tiada lagi kesepian di tengah tempat tidur, ada manusia yang menemani kita tidur hingga menjelang pagi. Nah…, jangan jadikan pasangan hanya sebagai guling hidup karena dia itu ada sebagai teman bercerita. Saat menjelang tidur, usahakan kita bercerita bersama pasangan, tapi janganlah bercerita yang berat-berat atau menguras pikiran. Cukup menceritakan kejadian lucu dikantor atau dirumah, bahkan cerita tentang masa kecil kita yang mempunyai keinginan namun belum tercapai. Dari situ kita bisa mengerti sifat-sifat pasangan secara lebih dalam lagi, bahkan terasa seperti didongengin sewaktu kecil (gw sendiri belum pernah tidur didongengin). Jadikanlah pasangan sebagai hal yang penting dari bangun pagi hingga terlelap tidur.

3. Bersolek ringan
Baik cowok atau pun cewek, bersolek itu penting bagi pasangan. Mana asik kalau melihat pasangan tidak dandan dirumah namun ketika keluar rumah atau bertemu dengan seseorang dia malah dandan wangi, semok dan berbedak tebal. Walaupun berada didalam rumah, kita wajib bersolek ringan, ya gak perlu sampai menghabiskan make up atau minyak angin, cukup menyegarkan tampilan walaupun seharian bekerja dan menggunakan wewangian sehingga pasangan selalu betah dekat dengan anda. Apalagi suami yang baru pulang kerja pasti badannya bau pabrik atau bau tanah hahahaha asal jangan bau parfum tetangga saja, nah biar istri semangat menyambut suami, nah cobalah para suami untuk menyegarkan diri saat mau pulang kerja, bisa di toilet kantor atau pun didalam mobil sebelum masuk kedalam rumah. Usahakan tiada tampang lelah ada di wajah ganteng kita. Sebaliknya juga dengan para istri, apabila istri lebih duluan bangun pagi, cobalah segera berdandan ringan, wangi dan cantik, lalu membangunkan suami dengan penuh cinta, dijamin suami akan semangat menikmati hari-harinya.

4. Komunikasikan keberadaan kita
Kalau ini tips dari ayah saya, dia menyuruh saya kalau punya istri harus ngikutin caranya. Pantas saja bunda selalu berada di dekat telp rumah jika ayah sedang menuju kantornya, lalu telp berdering dan ketika diangkat, suara ayah memberitahukan kalau ia sudah sampai kantor. Apabila satu jam belum telepon juga, bunda selalu telp ke hendpon ayah, barangkali ayah lupa kasih kabar kerumah tapi lebih sering ayah yang telp duluan, apabila tidak menelpon, biasanya sih sedang ngobrol sama satpam kantor sampai lupa hubungin rumah dulu. Dimana pun dan kapanpun ayah berada, pasti bunda ditelp dan memberitahukan posisinya sekarang. Ayah hanya ingin membuat bunda merasa tenang ditinggal pergi olehnya, sehingga tidak berpikir macam-macam ataupun merasa dunia luar lebih penting daripada mengingat orang rumah. Bunda itu selalu mendoakan ayah ketika ayah pergi kemanapun, dan cara seperti ini adalah cara yang ampuh untuk merekatkan tali kekeluargaan yang utuh, sakinah, mawadah dan warohmah.

5. Membantu pekerjaannya
Istri itu kerjanya ya berumah tangga, sedangkan suami membanting tulang diluar rumah, oh tidak bisa. Jangan pernah berpikir demikian, apalagi orang-orang yang berpikir kalau punya istri itu hanya untuk nyuciin baju atau memasak makanan, cari saja babu atau babi biar bisa ngorok bareng, ngrook… ngroook…. kita harus saling membantu melakukan pekerjaan dirumah, misalkan istri mencuci, suami menggosok, istri menyapu, suami mengepel, atau istri memasak, suami yang makan hahahaha. Dengan seringnya kita membantu pekerjaan pasangan, niscaya pasangan dan kita akan merasa dihargai keberadaannya, aku membutuhkan kamu, kamu membutuhkan aku. Istri jangan ragu atau takut untuk membantu pekerjaan suami baik kantor ataupun didalam lingkungan rumah, begitupun sebaliknya, suami (rata-rata suami itu pria) jangan pernah malas membantu istri karena tenaga pria lebih kuat dibandingkan wanita yang mempunyai batas lelah lebih cepat.

Sekiranya cukup, biarpun cara diatas terlihat ringan namun banyak para suami atau istri melupakannya, padahal sih cara sperti itu sangat gampang dilaksanakan dan dapat membuat hubungan suami istri tidak pernah jauh bahkan selalu romantis. Dalam berkehidupan rumah tangga, sama saja seperti menyatukan 2 rasa menjadi satu, untuk itu kita mesti mempunyai rasa yang sama agar dicampurnya enak. Atau mengkombinasikan rasa yang pas agar campurannya mantab. Inti dari semuanya adalah kita harus terbuka terhadap pasangan, jangan malu untuk membicarakan unek-unek walaupun rasanya pahit-pahit biji duren. Thanks buat temen-temen yang udah sharing tentang pernikahan kalian.

2 thoughts on “Menjaga Romansa Pernikahan

    Remon Sada Rio said:
    10 Maret 2011 pukul 7:45 am

    Yakin lo fiq, pasangan ntu bener2 pasangan suami istri?

      Tawvic responded:
      10 Maret 2011 pukul 8:42 am

      ya iyalah, masa dah 30 tahun masih pacaran hehehhe… ada juga itu tips dari om gw yang masih harmonis walaupun umurnya gak jauh beda sama bokap gw.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s