Syukuri apa yang kamu miliki…

Posted on

Setiap manusia mendambakan hidup yang lebih baik, kemewahan serta keindahan. Akankah kemewahan itu merupakan dasar dari sebuah kebahagiaan?, jawabannya adalah tidak. Harta yang banyak tidak menjamin kebahagian batin, malahan jadi semakin tidak tenang sehingga menimbulkan sikap gila uang. Tulisan ini juga saya persembahkan buat seorang sahabat yang tidak pernah betah dengan pekerjaannya karena merasa gajinya kurang dan selalu iri melihat kesuksesan temannya yang diraih dalam waktu singkat.

Sudah sewajarnya manusia itu selalu memiliki keinginan, tetapi kebanyakan manusia lupa bersyukur setelah keinginan terkabul. Jadi ingat sebuah kisah tentang dua ruangan kerja malaikat, ruangan pertama adalah ruangan malaikat pencatat keinginan manusia, sedangkan ruangan kedua adalah ruangan malaikat pencatat rasa syukur manusia. Ternyata pekerjaannya lebih banyak di ruangan malaikat pencata keinginan manusia, tetapi diruangan pencatat rasa syukur, hanya beberapa saja yang ada sehingga malaikat yang bekerja diruangan pencatat rasa syukur lebih sedikit dibandingkan pada ruangan pencatat keinginan.

Teman saya ini baru bekerja setahun sudah resign, dapet pekerjaan lagi lalu resign lagi hingga tiga kali pindah-pindah kantor. Alasan pertama adalah ketidaknyamanan dan alasan kedua adalah gaji yang tidak mencukupi. Sebuah lingkungan pekerjaan tidak akan cepat terasa nyaman kalau kita memang tidak biasa berada dalam lingkungan komunitas, bertemu dengan orang-orang yang berbeda karakter serta memiliki ego masing-masing yang harus kita nikmati, kebetulan teman saya ini bukan seseorang yang hobi berkomunitas sehingga ada kemungkinan rasa ketidaknyamanan tersebut timbul akibat merasa dirinya tidak ditonjolkan oleh orang lain dan merasa tertindas karena dirinya teramat pendiam. Kita gak perlu kok menjadi seorang periang, kita Cuma perlu menjadi seorang pemain yang mengikuti jalannya permainan tersebut.

Itulah konsekuensi sebuah pekerjaan yang kita pilih, seperti kita memilih sebuah game dalam permainan playstation, diawal-awal terasa mudah namun semakin ke depan menaikkan level, kita akan menemukan banyak kesulitan. Kalau toh kita sering melakukan kesalahan dalam pekerjaan tersebut, bisa kita pikirkan dimana letak kesalahan kita, jangan pernah mengulangi kesalahan tersebut untuk kedua kalinya. Saya pernah mendengar sebuah kutipan ”orang sukses adalah orang yang banyak gagalnya” tapi saya lupa kutipan tersebut dari siapa. Tidak ada kesuksesan yang kita raih secara kilat, tanpa proses yang rumit dan perhitungan.

Masalah kedua adalah gaji/salary, pada awal kita interview kita bisa menego berapa gaji yang kita inginkan, sehingga tidak ada rasa ketidak puasan saat menerima gaji awal. Kalau memang saat nego gaji anda tidak merasa puas, silahkan mencari pekerjaan lainnya. Manusia tidak akan puas menerima gaji jika tidak pernah bersyukur, walaupun sudah dinaikkan bakalan tetap tidak merasa puas, dinaikkan lagi ya tetep tidak merasa puas, begitu terus sampai akhirnya mengundurkan diri. Ada kemungkinan juga, sifat iri menjadi faktor utama kenapa tidak puas menerima gaji. Melihat teman membeli motor baru, ia pun merasa ingin memiliki motor seperti itu, hingga akhirnya menggebu-gebu berkeinginan dan terlihat memaksa.

Tidak perlulah merasa iri dengan teman-temannya yang sudah memiliki kendaraan bagus, hal itu bukan jaminan anda bahagia dan tidak akan puas karena anda akan melihat banyak yg lebih sukses dari diri sendiri. Kalau mau menikmati segala apa yang kita dapatkan, cukup bersyukur saja ”ya Allah terima kasih atas riski yang engkau berikan untuk hari ini, semoga bisa dijadikan hal yang bermanfaat bagi saya dan orang banyak”, ucapkan saja saat kita menerima gaji, Insya Allah, gaji yang kita terima tidak terasa kurang namun kita pun harus jeli dalam memanfaatkan gaji kita tersebut.

Kita juga bisa beryukur sekaligus memberikan sebuah motivasi pada diri sendiri, misalnya saya ketemu dengan seorang teman yang memamerkan motor ninja barunya, sebagai manusia biasa saya juga ingin mempunyai barang tersebut namun saya berpikir kalau barang tersebut belum saya butuhkan. Saya syukuri dengan kendaraan yang saya punya walaupun sudah agak-agak ringsek tapi masih bisa gelinding dijalan buat mengantarkan setiap hari ke kantor. Untuk motivasi saya biasanya berucap ”saya akan punya lebih dari itu nantinya” cukup dalam hati saja,keras-keras juga boleh. Jika hanya berucap saja tanpa berusaha sih rasanya tidak ada hasilnya juga, tanpa harus menggebu-gebu berkeinginan lebih. Saya sendiri melupakan ucapan tersebut, sambil terus memberikan sebagian rezeki saya kepada orang yang membutuhkan, duit jangan disimpen aja, kita harus investasi juga untuk akhirat dan anda akan menemukan keajaiban ketika anda berbagi kepada orang lain.

Syukuri saja dulu dengan apa yang kita punya, tidak perlu memikirkan kebaikan Tuhan karena Tuhan maha adil kepada umatnya yang mau bersyukur. Terkadang saya ngenes juga mendengar keinginan sahabat saya untuk mempunyai motor mahal atau sebuah mobil, berkeluh tentang Tuhan tidak adil dalam membagikan rejekinya, suka membandingkan kehidupan si A dan si B. Secara tidak disadari, sebenarnya Tuhan itu Adil kok, kita gak akan dapat sebuah kemewahan kalau diri kita belum siap. Kita bisa memaksa untuk memiliki sesuatu tapi apakah kita bisa menikmati keinginan kita?. sebagai contoh begini, saya bekerja mati-matian hingga bisa menabung untuk membeli sebuah mobil, setelah mobil itu saya dapatkan memang ada rasa kepuasan namun hanya sementara, karena apa?, biaya perawatannya yang mahal, konsumsi bensinnya yang menguras kantong hingga akhirnya saya jual kembali mobil tersebut. Itulah tanda-tanda orang yang tidak siap menerima keinginan kita sendiri, Tuhan itu maha tahu apa yang dibutuhkan umatnya. Syukuri saja dengan nikmat yang sudah diberikan karena hasil dari rasa bersyukur dan kesabaran akan kita dapatkan secara ajaib suatu hari nanti.

 

4 thoughts on “Syukuri apa yang kamu miliki…

    ace said:
    11 Februari 2011 pukul 10:28 am

    i know who the hell you’re talking about………

    gw juga ngerasa, temen2 gw yang gajinya udah gede2 selalu ngerasa kurang, padahal kalau mereka mau sekali aja berfikir, segede2nya gaji, kalo gak disyukuri, pasti cepet ngerasa abis.

    kemarin gw baru aja belajar mengenai ilmu pandai beramal dari temen gw anak produksi yang gajinya pas2an….

    intinya, jangan pernah ngerasa kurang dengan apa yang ada, karena perasaan kurang itu timbul karena keinginan yang berlebihan. dan sebaliknya perasaan lebih itu timbul karena keinginan yang tidak berlebih alias cukup.

    ucaplah hamdallah jika menerima rezeki. dan sisihkan sebagian untuk yang membutuhkan, karena balasan dari perbuatan itu bisa berlipat ganda, yang mungkin gak disadari oleh si pemberi.

    nice topic, pik.

      wewhycool said:
      17 Februari 2011 pukul 1:59 am

      Alhamdulillah… teman2 gw dah pada dewasa ya…??? ^^v

      Due to this Topic,
      i’m totally agree… karena Tuhan peduli dan sayang ma umatNya, makanya DIA memberikan yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan…
      Alangkah indah dan damainya hidup ini jika kita mau saling bersyukur dan berbagi satu sama lain…

      BTW, lo jd mo traktir gw en Tias Pizza Pik??? hohoho….

    Remon Sada Rio said:
    17 Februari 2011 pukul 3:42 pm

    ALMHAMDULILLAH,GW UDAH PUNYA TIMMY,RUMAH,WARNET,RENTAL PS,KEDAI HARIAN,DUA ANAK,ISTRI,KESEHATAN,DE EL EL..LO BENER-BENER MBUKA MATA GW FIQ,THANKS YA SOBAT…ALHAMDULILLAH YA ALLAH..MOHON AMPUN ATAS KEKHILAFAN HAMBA YA ALLAH..AMIIIN.

      Tawvic responded:
      18 Februari 2011 pukul 1:53 pm

      terus teruslah bersyukur sambil melihat ke bawah, banyak yg tidak seberuntung kita tapi kita selalu gak sadar kalau keberuntungan itu gak pilih kasih kok…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s