Apakah para Bikers sudah sadar ?

Posted on

Sudah lama gw gak nyemplak motor, biasanya naik jemputan atau bawa si Timmy namun berhubung motor sudah sehat tankinya dan dalam rangka penghematan uang bensin maka tiap selasa sampai kamis gw memutuskan untuk naik motor ke kantor walaupun berjudi dengan alam apakah akan hujan atau tidak karena gw gak punya jas hujan dan payung. Selamat pagi aspal jalanan, itulah sambutan pertama gw yang sudah hampir setahun tidak naik motor menuju kantor.

Dari Pekayon menuju Cibitung berjarak 45km dan memakan waktu sekitar sejam kurang dengan rata-rata kecepatan 60-100kpj. Ketika asik menikmati jalanan, gw terkesima dengan keadaan jalan sekarang, seingat gw jam-jam segini jalanan teramat padat banget, bahkan tiap lampu merah macet. Belum lagi para pengendara motor yang suka memacu kendaraannya gila-gilaan hingga gw mesti was-was dengan motor ngebut secara tiba-tiba mengelewati gw dari kiri dan kanan. Sekarang sudah berbeda, entah karena memang sudah lama tidak naik kendaraan bermotor atau gimana, keadaan jalanan agak sepi, para bikers berjalan santai tidak terlalu pelan dan juga tidak terlalu ngebut.

Kalau pun ada yang pelan, itu juga di kiri jalan, kalau dulu waktu gw sering pakai motor sering banget klaksonin pengguna motor yang pelan di kanan. Belum lagi pas lampu merah para pengendara motor ikut berhenti mengikuti tanda lampu, ya walaupun masih ada juga yang klakson-klakson padahal lampunya masih merah (bagi gw pengendara seperti itu adalah kampungan/norak/baru punya/aki nya baru). Setelah lampu hijau barulah pengendara roda dua berjalan secara tertib tanpa adanya aksi lepas gas mirip start awal balapan motor di sirkuit. Ketika didepan ada mobil masuk gang, para pengendara motor tidak mengambil jalur lawan arah untuk melewati rintangan tersebut sehingga kendaraan menumpuk di jalur lawan dan arah lawan tidak bisa lewat. Kalau yang gw rasakan sekarang, para roda dua mulai tertib mengantri dibelakang serta tidak memakan lahan orang untuk menutup jalur lawan arah.

Yang paling gw salut adalah, para bikers sudah banyak yang menggunakan kode-kode kaki untuk memberitahukan adanya rintangan seperti jalan rusak, orang mau nyeberang, motor mau belok masuk gang dan motor mogok ditengah jalan. Ini sangat baik kawan, kode-kode kaki seperti itu penting agar kita siap melewati rintangan atau berhenti dan terhindar dari kecelakaan. Gw seneng banget melihat keadaan jalanan pagi ini, walaupun masih ada juga pengendara motor yang punya spion tapi tidak dipakai, atau punya lampu sein tapi ketika menyalip atau belok tidak dinyalakan.

Kita pengguna roda dua mesti berkerja sama dijalan agar terjalin perjalanan aman, nyaman, tertib serta tidak was-was. Gak perlu deh saling adu speed apalagi adu suara knalpot, toh tujuan kita sama-sama menuju tempat dengan selamat. kalau kita semua bisa berkerja sama dengan baik, pasti kita akan menikmati perjalanan bahkan menambah hubungan persaudaraan di jalan raya. Semoga semakin hari para pengendara motor semakin sadar dan sabar dijalan, bermotor harus menggunakan otak bukan tangan kanan.

2 thoughts on “Apakah para Bikers sudah sadar ?

    ace said:
    2 Februari 2011 pukul 6:30 am

    gw pikir tadi pagi lu kena kutuk, jadi balik ke kalimalang lagi…..
    pik kapan goes ke kantor bareng ?

    Tawvic responded:
    8 Februari 2011 pukul 8:41 am

    lagi pengen naik motor, mendukung penghematan BBM Pertamax hahahaha…
    goes kekantornya hari sabtu aja pas gw lembur, lu enak sepedanya MTB…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s