Cerita Singkat, Unique

Menyelusuri Kota Jogja bag.1

jogja…. wah… sudah lama banget gw kepengen jalan2 di kota ini, selain memiliki sejarah, jogja juga merupakan kota yg menjadi saksi bisu kedewasaan gw. waktu disunat dulu, bagian burung gw dipotong di daerah jogja, maka dari itu jogja merupakan rumah ke tiga buat gw sendiri. liburan tahunan kali ini gw menggelar acara di Kota Jogjakarta, setelah berunding dengan 6 sahabat satu kampus akhirnya yang ngikut gw cuma 1 orang saja yaitu Leo alias Irenk (klo kata anak-anak sih Irenk). kelima sahabat gw yang lainnya berhalangan hadir karena tidak bisa ikut cuti, padahal gw mengharapkan yang ikut gw ke jogja ramai dan banyak biar bisa hepi2an disana.

Tanggal 24 Desember 2010 jam 4 Sore gw berangkat berdua dengan leo menggunakan bis Raya, naik di pool pulogadung depan PTC (Pulogadung Trade Centre), bisnya enak walaupun bunyinya kriet-kriet tapi bangkunya lega men, cocok buat dua pria jangkung seperti gw dan leo. harga tiket bis dari jakarta ke Jogja sebesar 175ribu seorang, beruntung banget gw dapat tempat duduk di dekat toilet bis, sehingga gak canggung bolak balik ke toilet, dapet roti sama akua gelas, kalau naik kereta Argo cuma dapat tiket doank tanpa tambahan snack, payah. di dalam perjalanan rasanya seperti naik ontang-anting, maklum bis malam sehingga serasa balapan antar bis malam lainnya membuat guncangan hebat di bangku penumpang.

sampai di terminal Jojga

jam 8 pagi gw sampai juga di jogja dengan wajah sembab kurang tidur, gw lagi asik-asik tidur tahu-tahu terjatuh di lantai bis karena goncangan saat bis berbelok, gw pun mental ke kiri beruntunglah tidak mengenai penumpang lainnya. dari terminal kita berjalan kaki kira-kira 500meter, perut gw udah gak karuan minta di isi tapi kok belum nemu sama makanan yang khas ya, adanya ibu-ibu tukang nasi kuning sama nasi uduk, gw gak mau makanan bersantan kalau perut lagi gak beres kaya gini, bisa-bisa kena morning disease. setelah menyelusuri jalanan dengan modal peta yang gw print dikantor, akhirnya gw menemukan halte bis trans jogja, ini termasuk transportasi terbaru dikota jogja, mirip sama busway trans jakarta tetapi bedanya adalah kalau di trans jogja haltenya minimalis tanpa adanya security macam satpam yg galak, tanpa pagar pembatas terbuat dari besi dan pembelian tiket bus sangat gampang banget, bahkan penjaga tiket gak segan-segan memberi salam dan menanyakan tujuan kita kemana sambil memberikan petunjuk bis mana yg harus kita naikin.

Halte Trans Jogjakarta

kita pun curhat sama penjaga tiket kalau kita mau ke daerah MT. Haryono sekitaran daerah Keraton dan dengan senyum manis ala jawa, mas-mas tersebut memberikan komando kepada kami kemana saja kita mesti melangkah. segera bus trans jogja datang dan kita menuju keraton sembari memikirkan kearah mana tujuan kita nantinya. duduk dikursi bis yg empuk, AC dingin dan penjaga pintu bis yang ramah siap menemani kita ke tujuan, gw merasa bukan berada di Indonesia karena keramahan yang seperti inilah yang gw harapkan ada dikota jakarta dan bekasi, namun harapan itu mungkin tidak akan terjadi karena di kota besar Jakarta lebih banyak tipe manusianya dibandingkan di Jogja. sekitar 20 menit gw sampai di MT. Haryono, masih terus jalan kaki sekitar 400meter untuk mencari dimana hotel yang sudah gw bayar via transfer itu, ternyata hotelnya masuk kedalam gang kecil dan ya lumayan lah kaya rumah kost gitu walaupun harganya buat gw mahal 300ribu/malam.

sesampainya dihotel kita harus menunggu sampai jam 2 siang untuk gantian masuk check in ke kamar, beuuh, badan dah lengket bau daki, kaki gemeter minta istirahat tetapi harus gw tahan untuk berjalan-jalan disekitaran keraton Jogjakarta. berhubung masih terlalu pagi kita menunggu jam 2 siang, maka kita pun jalan-jalan dahulu sembari mencari sarapan, tak sengaja menemukan sebuah warung cakep dengan penjaga warung mbak-mbak ayu bertengtop, celana pendek dan baju putih transparan, gw sama leo kesirep dan tahu-tahu kita sudah duduk diwarung tersebut. gw langsung memesan bubur ayam dengan teh manis hangat, sedangkan leo makan nasgor dengan es teh hangat. mbak-mbak itulah cewek cakep pertama yang gw liat ketika mendarat di jogja, wah kalau deket sama rumah gw pastinya gw bakal langganan nih geuheuheuheuheu gelo sia.

setelah kenyang dengan semangkuk bubur, gw melanjutkan naik trans jogja menuju stasiun Tugu untuk memesan tiket kereta pulang ke jakarta karena feeling gw bakal ramai banget yang pulang tanggal segitu dan betul saja… sesampainya di setasiun tepatnya di ruang reservasi, tiket taksaka malam habis terjual tinggal argo dwipangga dan mau gak mau bayar lebih mahal 10ribu untuk satu buah kursi kereta argo seharga 310ribu. setelah mendapatkan tiket tujuan, kita melanjutkan perjalanan menuju malioboro, gak ada niatan buat belanja atau apa, pokoknya ke malioboro aja dahulu yang penting ngabisin waktu menuju check in hotel.

ngedawet dulu gan, haus..

di malioboro gw nyobain es dawet durian, baru denger nih ada es dawet dicampur durian, pasti rasanya mancap, wangi-wangi duren dan gw lupa kalau si leo tidak suka sama duren, karena bisa gatal-gatal dan penyakit ayan nya kambuh namun beruntung ketika gw tanya rupanya boleh gak pakai duren. rasanya ya standar aja, standar es cendol biasa namun ada sensasi duriannya walaupun durennya cuma bi ji nya aja, dagingnya dah dijual buat isi bapiak kayaknya. sambil istirahat setelah seharian berjalan kaki, ternyata jauh juga dari tugu ke stasiun kereta api hehehehe… betis gw lama-lama kaya gonzales deh. ku lihat-lihat banyak kendaraan pendatang dari plat B, D sampai DK berlalu lalang melintasi malioboro, bener-bener hari libur yang teramat ramai. oh iya, hari ini adalah tepat banget hari natal, pantesan tadi lewat gereja suasananya ramai bukan main, ya walaupun tidak semeriah di jakarta kalau ada acara natalan dan liburan bulan ini menyatu dengan liburan anak-anak sekolah sehingga arus lalu lintas kota wisata semakin padat. kira-kira kemana lagi gw akan melangkah?, gw memilih menuju mall, bukan untuk belanja di mall malioboro melainkan untuk ke toiletnya karena dari terminal gw sudah kena penyakit pagi dan mesti menabung di lu Bank WC, rasanya Heaven banget klo udah nemu toilet.

Gedung Pemerintahan Gubernur

setelah puas dengan membuang beban diperut, gw kembali semangat untuk melanjutkan petualangan, dan tujuan kita adalah ke keraton jogja. sebelum menuju kraton, kita meliat sebuah gedung milik pemerintahan Jogjakarta, keren bo gedungnya, ni gedung biasa buat presiden SBY pindah kantor, iya kali yak hahahaha… muantep banget deh tempatnya, klasik abis dan panas, gersang sekali apalagi ditambah serbuk-serbuk abu sisa letusan gunung merapi. jadi inget pesan bokap, disuruh beli toples buat tempat abu merapi, ah gw gak mau deh ngikutin perintah bokap, masa gw ngorek-ngorek abu kaya turis norak cuma buat ngumpulin abu demi tanaman-tanaman kesayangan bokap gw. masuk kedalam komplek keraton bayar 2500 saja plus uang seribu untuk ijin pengambilan gambar dengan kamera digital. kalau gak nanti di kena razia sama penjaga keraton hehehehe…rata-rata penjaganya bapak-bapak gitu deh, ya orangnya ramah-ramah kok gak bakalan deh mereka berbicara dengan nada tinggi, yang pasti lu lu semua bakal merasa seperti di kota ramah nan bersih. tempat nya bersih banget gak ada sampah atau memang sudah menjadi budaya kalau kebersihan merupakan dari keindahan yang disukai Sultan. Jakarta memang harus mencontoh ini.

ini pintu gerbang utama komplek keraton, dari sinilah awal perjalan kita menuju dalam keraton, harus ada toto kromonya biar damai selalu hahahaha....
nah didalam ruangan ini isinya patung-patung tentang suasana keluarga kerajaan keraton, baju-baju tradisionalnya itu gw suka banget deh, keren. walaupun patung, kalau kita tatap rasanya merinding juga.
didalam sini ada pendopo-pendopo untuk upacara adat atau pesta dari sultan, pengunjung dilarang banget menyentuh apalagi menaiki benda-benda didalam sini.
nah kalau disini berada diluar gedung utama, tepatnya di depan gedung utama, ada sebuah ruangan kecil berisikan alat-alat musik jaman dulu, kalau gak salah gong besar yang ada di dalam ruangan ini terkenal suka berbunyi sendiri.
ini juga berada diruang utama, isinya ya berbagai perangkat kesultanan, kurang begitu jelas detailnya karena gw gak fokus sama guide nya.
didalam gedung utama, ada sebuah museum yang isinya lukisan-lukisan serta berbagai benda-benda bersejarah lainnya termasuk foto-foto lukisan para sultan yang memimpin pemerintahan kerajaan kota jogjakarta.

setelah puas menjelajahi wilayah komplek kraton, walaupun ada beberapa bagian ruangan yang tertutup karena tidak boleh dimasuki oleh pengunjung, mungkin boleh dimasuki ketika ada acara khusus saja ya, tak apalah, yang penting masih bisa menikmati nuansa sejarah yang ada disini. beberapa meter dari tempat kraton ada TamanSari, taman ini adalah tempat dimana para premaisuri kerajaan mandi dan bermain bersama sang raja. kalau dulu waktu gw smp pernah kemari tapi airnya kotor banget dan sekarang sudah bersih banget, airnya biru warnanya mirip kolam renang di gor. harga tiket masuknya hanya 3000 rupiah saja, namun hati-hati disini ada guide gadungan yang langsung bertanya dengan nada gimanaa gitu, apakah kita sudah pernah kemari atau belum, kalau ketauan belum kemari ya palingan kena biaya tambahan buat biaya guide tersebut, guide-guide tersebut sekitaran umur 25-an, masih muda dan bertato.

ini pintu masuk kedalam tamansari, bagus banget kan, mirip sama tempat wisata didaerah bali, pokoknya sudah berubah deh, dulu yang kaya gak keurus sekarang jadi keurus banget dan bagus.
airnya yang dulu (10tahun lalu) bewarna hijau sekarang sudah biru keren, apalagi terik mentari menyengat menjadi tambah silau deh. ini salah satu kolam tempat mandi para premaisuri kerajaan. 10 tahun yg lalu suka ada anak kecil berenang minta duit sama pengunjung, jadi mirip ikan dikasih umpan.

bersambung ya ke bagian ke dua……………

Iklan

3 thoughts on “Menyelusuri Kota Jogja bag.1”

  1. pik, koq cerita kita sama ya ? emang lu ke jogja juga ?
    wah kenapa gak liat ya gw waktu itu ?
    cape bikin tulisan 4 jilid gini…..gw aja baru rilis jilid 2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s