Nyabu @Takigawa

Posted on

Gw udah rencana mau nyobain restoran shabu-shabu dan yang gw tahu Cuma Hanamasa saja kalau mau makan itu di bekasi, namun dapet rekomended tempat shabu-shabu enak dan murah di Takigawa Japanese Restoran yang terletak di Bekasi Square. Setelah hujan reda di minggu siang, kita bertiga langsung menuju takigawa. Tempatnya ngumpet dan bener-bener tidak mencerminkan sebuah restoran karena pintu masuknya kecil banget, ngumpet dan tidak keliatan restoran dari luar, beruntung gw memiliki mata yg seperti radar pencarian tempat walaupun sering nyasar dijalan.

Kita dapat tempat duduk yang cukup enak, dipojok dan jauh dari masyarakat luar. Pertama kali masuk ke restoran ini gw langsung kaget karena sang pelayan menyambut kami dengan bahasa jepang dan tidak sama sekali mengeluarkan bahasa Indonesia, beberapa kali gw ajak ngomong bahasa Indonesia tapi dia jawab bahasa jepang, obrolan kita berdua seperti dua orang idiot yang menggunakan dua bahasa tanpa mau mengerti arti dari bahasa masing-masing.  Sayang nya ni restoran tidak 100% jepang karena musik yang mengalun adalah satu album dari penyanyi barat yaitu Michael bubble, biasanya restoran jepang yang pernah gw kunjungin selalu memutar lagu hits-hits Negara jepang. Pelayanannya di takigawa sangat bagus, mereka cepat banget responnya, terbukti dengan beberapa kali temen gw bernama jeng Sri (suster Mitra Kelapa Gading) memanggil pelayan maka si pelayan tersebut langsung bilang “Haik” dan langsung menghampiri jeng Sri dengan senyum seperti bayi dikasih pisang.

Di restoran ini gw memesan Shabu-shabu Small dengan pilihan daging sapi Australia, padahal gw berharap dagingnya adalah daging kambing etawa namun tidak ada pilihan kambing kecuali sapi America dan kobe. Temen gw bernama Franky (Mantan Callcentre Telkomsel) memesan tempura udon, dan Jeng Sri memesan sejenis soup jepang dengan kuah kecoklatan, gw hapalnya Cuma nama belakangnya aja ‘maki’. Untuk minumnya gw memesan Cappucino Twist, sedangkan Franky Ice Lemon Squash dan jeng Sri memesan Cold Ocha yg bisa di isi ulang.

Snack nya enak

Sambil menunggu pesanan hadir ditengah-tengah meja kita, Takigawa memberikan kami snack di mangkuk kecil, rasanya enak banget gurih tapi hambar ditengah dan tebakkan gw benar jika snack yang gw makan adalah potongan terong ungu dibalut tepung gurih dengan taburan sejenis daun bawang gurih, rasanya enak banget bahkan beberapa kali gw makan dengan nasi karena pesanan gw lebih duluan datang nasinya daripada shabu-shabunya.

 

sayur dan daging mentah

Sekitar 10 menit berlalu, datanglah shabu-shabu lengkap dengan panci buat masak dan kompor gas nya. Lalu di susul dengan soup maki nya jeng sri dan paling terakhir adalah tempura udon milik Franky. Gw sempet tuker kompor gas yang pertama karena api yang dikeluarkan tidak sesuai dengan harapan, mungkin sore baru bisa mendidih airnya. Setelah dituker barulah api yang dikeluarkan sangat besar sehingga air cepat mendidihnya, langsung saja sayur mayur yang ada dimeja gw masukan kedalam panci shabu-shabu nya. Untuk daging sapinya gw masukin terakhir karena gw pengen makan daging nya agak sedikit mentah, kapan lagi makan daging sapi bule Australia, sapa tahu rasanya agak-agak cheese gimana getooh.

direbus bersama sama

Gw adalah salah satu diantara ribuan manusia yang baru pertama kali makan shabu-shabu, rasanya seperti sayur rebus dengan sedikit rasa gurih bawang putih karena sebelum merebus, air didalam panci sudah gw masukin bawang putih cincang dan bawang Bombay cincang. Untuk memberikan rasa gurih, sudah diberikan semangkuk saus berwarna coklat dan rasanya jepang banget, gurih dan lebih ke asinnya asin saus saori hhahahahaha…. Baru deh gw lahap bareng sama nasi, 65ribu perak Cuma buat menyantap sayur rebus. Gw suka sama jamurnya, karena rasanya agak jengkol-jengkol gimanaaa getoh, sedangkan jamur lainnya sudah dilahap jeng sri. Minuman yang gw pesen adalah cappuccino twist, standar es kapucino biasa dengan wheaping cream di taburkan coklat cair, enak sih tapi ya sudah sering gw menemukan rasa seperti ini, not specially.

Pesanan Jeng Sri

Diantara pesanan yang kita makan, gw paling suka sama pesanan Jeng Sri yaitu ‘maki’, sebenarnya sih bukan soup, jatuhnya seperti ramen karena ada mie nya namun sayurannya komplit, ada jamur, tofu, kembang kol, sawi putih dan beberapa sayuran yang sama dengan yang ada di shabu-shabu gw. Kuahnya gurih dan mienya enak, tahu gitu gw mesen ini dari pada mesen sayur rebus gak jelas kaya gini. Paling unik minumannya si Franky karena gula cairnya dipisah, gw kira itu sake karena ditaruh di gelas kecil “sloki” namun pas dicoba rasanya manis bukan main, ternyata itu air gula sodara sodara. Tempura udon milik franky tidak sempat gw coba karena keburu kenyang dengan shabu-shabu gw sendiri tapi tempuranya sempat gw lahap berkat barter dengan irisan tipis daging sapi Australia hahahahaha….  Bulan depan kita berburu makanan apa lagi ya???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s