Pemberiannya yang paling berkesan

Posted on

semalam ketika asik memandang langit-langit malam tiba-tiba gw ketiduran, memang niat pengen tidur jam 8 malam karena terlalu lelah bekerja. Tetapi terbangun pada pukul 10 malam tepat, dimana jam-jam segitu sangat nanggung untuk melakukan apapun. Alasan gw terbangun bukan tanpa sebab atau akibat cipokan nyamuk tak bertanggung jawab namun gw teringat pemberian seseorang. memang hanya sebuah mainan yang terbuat dari karet tetapi sangat-sangat membuat gw ingin menangis kalau ingat kejadian tersebut. sebuah mainan berbentuk serangga kecoak yang berukuran jempol orang dewasa dan yang memberikan itu adalah mantan tunangan gw…. L

mungkin mainan tersebut terlihat hanya seperti sampah, bentuknya yang enggak banget but itu punya arti yang menyedihkan buat gw. Waktu itu tunangan gw lagi ribut-ribut sama kakaknya dan terpaksa harus pergi ninggalin rumah kakaknya, alasan keributan itu adalah hal sepele karena tunangan gw tidak sengaja salah kasih minuman ke anak kakaknya, dia gak tahu kalau anaknya itu tidak suka minuman yg ia buat. Sore hari dia mengirimkan sms ke gw kalau dia mau minggat entah kemana, gw cukup kaget mendengar kabar itu dari sms, ingin segera menemuinya tapi gw lagi dalam perjalan pulang rumah teman. Sehabis magrib gw langsung kerumah dia, tapi gw gak sampai didepan rumahnya karena takut kakaknya bakal ngamuk dan mencaci maki gw, terpaksa gw menunggu dia di depan gang rumahnya bersama satpam manis berkumis amis.

Dari kejauhan dia berlari mendekati gw yang sedang menunggu dirinya, langsung saja gw ajak dia ke sebuah restoran steak bernama obonk didaerah pekayon (sekarang sudah jadi toko keramik). Sambil malam mingguan yang cukup kelabu, gw mendengarkan cerita sedihnya yang sudah tak kuat menahan beban selama ini karena selalu didiskriminasi oleh kakaknya. Makan malam yang sebenarnya nikmat karena gw memesan steak kesukaan gw terasa menjadi hambar, es capucino kesukaan gw pun rasanya pahit terasa. Dia mencoba menangis tapi gw tahan karena gw gak mau air matanya merusak malam itu, gw berusaha membuatnya kuat dan memberikan ia pikiran positif untuk tidak mengambil langkah yang salah.

Pukul 9 malam kami berdua pulang, sebenarnya gw mau mampir kerumah sekalian biar tunangan gw itu bisa diberikan advise sama nyokap gw tapi gw gak mau nyokap gw jadi sedih memikirkan hal tersebut. suasana agak gerimis tapi tidak terlalu membuat kita berdua basah diperjalanan pulang, gw tahu disepanjang jalan dia menangis sambil memeluk gw dengan erat dan sesekali berbisik “aku sayang kamu honey”. Namun ku acuhkan karena takut mengganggu stabilitas gw mengendarai motor. Sesampainya didekat rumahnya, kita berdua berada dibawah pepohonan beringin yang cukup besar, pohon ini juga menjadi saksi ciuman pertama kita.

Dia menahan gw untuk pulang, padahal malam sudah bergulir menjadi larut. Tepat jam setengah 11 gw pamit pulang kepadanya, namun gw ditahan lagi, dia pegang tangan kanan gw dengan erat dan matanya mengeluarkan air kesedihannya cukup deras. Lalu tangan kirinya merogoh sesuatu disaku celananya dan sebuah mainan karet berbentuk kecoa ia berikan kepadaku, “nih… biar kamu belajar gak takut sama kecoa lagi”. Sampai segitunya dia mengajari gw untuk berani menghadapi serangga menjijikan itu, gw pun menangis didepan dia namun tiba-tiba kakaknya datang dan menyuruh gw untuk pulang atau diteriakin biar seluruh penghuni komplek tersebut bangun. Gw pun mengalah dan meninggalkan tunangan gw bersama kakaknya yang langsung marah2 gak karuan.

Sekarang mainan itu entah kemana berada, setahun yg lalu masih ada tuh dikamar atas dekat jendela namun sekarang sudah tidak ada. Kalau gw ingat dulu waktu masih pacaran sama dia, gw selalu liat mainan itu ketika gw merasa kangen sama dia karena dia kerja di luar bekasi dan jarang main kerumah gw. Gw slalu ingat dia saat memberikan mainan ini ke gw, dengan kaus hijau dan sweater abu-abu yg gw sukai, dan senyum maksa agar gw gak merasakan kesedihan dia. Tetapi hal yang bikin gw ga bisa lupa adalah bulir-bulir air matanya yang menetes deras satu persatu jatuh ke pipinya. Belum lagi kalimat “nih… biar kamu belajar gak takut sama kecoa lagi”, selalu gw ingat.

Sekarang kamu ada dimana hani (panggilan dia dari gw), pasti skarang anak kamu sudah berumur satu tahun kurang ya, penasaran pengen liat suami kamu yang dah berhasil menghamilimu. Gw gak bisa lupain kamu, karena semakin ingin lupain maka akan semakin ingat kamu hani. Mainan itu berhasil membuat gw selalu menangis mengingat dirimu, kalau aku mau jujur aku kangen sama kamu, pengen ketemu kamu walaupun gw pasti akan membencimu karena udah khianatin cinta kita. Walaupun perih, tapi kita sudah melakukan banyak hal bersama, berdua dan selalu tertawa…….

One thought on “Pemberiannya yang paling berkesan

    Remon Sada Rio said:
    27 Desember 2010 pukul 4:45 am

    Elegi kerinduan tuh Vic, Gw juga pernah ngalamin nyang mirip2 begituan..Gw tinggalin(si hani) gw buat magang ke Jepang slama 3 th.Cuma bedanya,nyang menghamili si hani gw…ya gw juga..he3x.Istilahnya hepi ending gitu Vic.Tapi yang sabar dan tawakal aja ya Vic,biasanya segala sesuatu pasti ada hikmahnya kok..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s