Saat Maut di Depan Mata

Posted on

Gw harus banyak-banyak bersyukur karena beberapa kali gw diberikan kesempatan hidup setelah melewati rangkaian kecelakaan yang gw alami sendiri, terima kasih Allah engkau telah memberikan aku kesempatan untuk bernapas dan melihat dunia. Gimana sih perasaannya ketika malaikat maut bersiap mengambil nyawa kita namun si malaikat masih berbaik hati memberikan kesempatan hidup untuk kita, itulah yang gw rasakan beberapa kali dalam setiap musibah kecelakaan. Kejadian demi kejadian tersebut tidak bisa gw lupain, bahkan akan selalu gw ingat agar gw bisa mengingat tentang kematian.

Gw akan menulis tentang kejadian-kejadian dimana gw seharusnya udah gak ada didunia ini namun bisa selamat dengan kebaikan serta kemurahan Allah SWT. Kejadian-kejadian dibawah ini benar-benar nyata gw alamin sendiri dan harapan gw adalah dengan menuliskan kesialan gw maka banyak orang-orang sadar bahwa kematian selalu dekat dengan kita, cekidot….

1. Hampir tertabrak Bus Mayasari

Kejadian ini sudah cukup lama, kira-kira awal 2006, ketika itu gw lagi melaju cukup kencang motor megapro berbiru hitam gw dijalan pekayon menuju mall bekasi. Kondisi jalanan cukup sepi sehingga banyak kendaraan yang melaju gila-gilaan, seingat gw sih gw melaju dengan kecepatan 60kpj. Tepat dijembatan Tol menuju Mol bekasi, motor gw menabrak sebuah mobil panther yang tiba-tiba pecah ban dan langsung rem mendadak dikanan jalan. Sebenarnya gw bisa menghindari mobil panther tersebut langsung ke kiri jalan namun entah kenapa gw lebih memilih menabrak motor gw ke mobil dari pada banting kekiri. Beruntunglah gw menabrak mobil panther daripada gw harus ke kiri jalan, sebab sebuah bus mayasari warna biru (patas AC) melintas kencang, dia pun lewat beberapa detik setelah gw menabrak mobil, andai gw langsung banting ke kiri, otomatis gw tertabrak bus dari belakang. Saat kejadian ada 2 orang yang menabrak mobil tersebut, satu orang menabrak motor gw dari belakang. Alhamdulillah gw Cuma memar dipaha kiri dan motor hanya pecah spakbor dan shockbreaker bengkok sedikit.

2. Hampir terlindas di Alas Roban

Waktu itu pas ada acara turing club motor, saat itu gw berada diregu satu menuju semarang jawa tengah, namun karena captain roadnya cuek sama peserta yang dibelakang, alhasil gw sama temen gw bernama alfan tertinggal. Gw mau menyusul tapi alfan menahan gw untuk menaiki speed di cuaca hujan gerimis, alasannya dia mau gw didepan menuntun dia melewati aspal karena kacamatanya berembun dan dia sulit melihat jalanan. Gw berjalan dengan speed 60an dan Alfan dengan setia berada dibelakang gw. Ketika di jembatan alas roban, entah kenapa alfan kehilangan kendali sehingga motornya menabrak pelan motor gw dari belakang, gw mencoba kurangi kecepatan dia malah naikin kecepatan dan asesoris plat besi yang ada dibelakang boxnya nyangkut di braket gw sehingga motor gw oleng dan terjatuh.gw sempet terseret 5 meter sedangkan alfan hanya oleng dan berhenti jauh setelah meninggalkan gw (mungkin dia ga tahu gw jatuh). Badan gw kejepit motor shingga gw ga bisa bangun, dan lebih parahnya gw berada dijalur kanan., dari kejauhan gw melihat sebuah monil tipe avanza melaju kencang memasuki daerah dimana gw tergeletak tak berdaya. Gw pasrah dan siap ditabrak mobil tersebut namun Alhamdulillah mobil tersebut berhenti tepat 2 meter dibelakang motor gw. Gw ga luka sedikitpun, motor pun masih oke buat melanjutkan perjalanan setelah mendapatkan pertolongan dari grup kedua.

3. Mobilnya hampir masuk jurang

Kejadian paling rumit buat gw, saat itu gw dan 3 rekan kantor dalam perjalanan pulang dari puncak. Ketika itu pemilik mobil lagi sakit sehingga beberapa kali pingsan diperjalanan (maklum orang tua). Jadilah temen gw yg bawa ni mobil matic merk nissan ceffiro. Jalur arah bogor macet, belum lagi kanan kiri adalah jurang dan cukup was-was karena temen gw yg nyetir ini baru pertama kali menggunakan matic. Ketika lagi tenang-tenangnya, tiba-tiba kita udah jauh dari mobil depan setelah berhenti akibat macet, mungkin karena panik diklaksonin mobil belakang, temen gw langsung tancap gas sedalam-dalamnya ketika jalan turunan, gw melihat mobil didepan semakin dekat dan mobil kita akan menabrak dari belakang, gw reflek menarik tuas handbreak namun ternyata itu tuas masukin kecepatan matic. Temen gw injek-injek gas terus yang disangka adalah rem. Kita pun menabrak mobil didepan, tepat ketika mobil tersebut melewati tikungan. Kasusnya cukup panjang tapi kami bersyukur karena mobil kami menabrak mobil didepan karena kalau tidak, sudah dipastikan kita semua nyemplung jurang melewati jalur arah lawan. Ketika tabrakan terjadi, pemilik mobil yang sakit langsung sehat walafiat, mungkin kaget dengan suara tubrukan yg cukup keras. Posisi sopir digantikan oleh pemiliknya sendiri yang mengerti seluk beluk mobilnya.

4. Ban Kontainer disamping kepala ku

Sepulang malam mingguan bersama pacar (sekarang dah jadi mantan), gw hendak mengantarnya pulang kerumah. Saat itu jalanan agak sepi dan cukup gelap, gw pun melaju dengan kecepatan 80kpj (speed segini menurut gw pelan). Saat gw akan menyalip angkot yang berjalan pelan dijalur kiri tiba-tiba ada motor nyebrang tanpa sein, tanpa lampu dan tanpa helm pula, gw pun menabrak motor tersebut dari belakang. Sebelumnya gw udah klakson kedia beberapa kali, klakson gw pun jenisnya kapal sehingga terdengar keras sekali namun dasar biker alay main nyelonong masuk jalur orang aja. Alhasil gw berdua sama mantan terjatuh, mantan gw jatuh tidak terlalu jauh dari kejadian sedangkan gw lumayan terpental karena tubuh gw sempet nyangkut di angkutan umum. Ketika gw terjatuh dan terseret beberapa meter, gw melihat roda kontainer melintas didepan mata gw. Rodanya besar dan jumlahnya ada dua, belum lagi suara mesinnya terdengar jelas ditelinga gw ini, beruntung tangan gw kejepit paha sehingga tidak terlindas ban kontainer. Antara kepala gw dengan kontainer hanya beberapa senti saja. Mungkin rasa gugup gw saat itu dirasakan sama oleh orang-orang yg kepalanya terlindas ban kontainer. Saat sadar posisi gw gak aman karena belakang nya masih ada truk lagi, gw langsung bangun dan menyelamatkan mantan gw, dibantu para bencong stasiun. Gw Cuma robek kulit dipunggung sama memar didada, jam 4 subuh sempat ga bisa nafas dan jantung gw ikutan berhenti tertidur kalau gw juga tertidur. Gw ga bisa tidur nyenyak, dan gw pasrah kalaupun gw mati ditempat tidur.

Sebenarnya masih banyak lagi kejadian-kejadian lainnya tapi gw sendiri udah agak-agak lupa karena waktu kejadian ketika gw masih kecil. Dengan kejadian diatas gw bersyukur masih bisa hidup, jadi harus sering-sering beramal. Inget kata ustad arifin ilham, kalau kita sering beramal dengan harta yang halal, niscaya Allah akan menyelamatkan kita dari musibah. Gw percaya itu, berapapun yang kita amalkan baik koin ataupun lembaran kertas, semua itu adalah niat baik kita untuk bersyukur atas apa yang Tuhan kasih.

3 thoughts on “Saat Maut di Depan Mata

    andika said:
    26 November 2010 pukul 4:51 am

    yang sabar

    andika said:
    26 November 2010 pukul 4:52 am

    yang sabar dan berdoa supaya diberi keselamatan

      Tawvic responded:
      30 November 2010 pukul 1:51 am

      thx brur…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s