Movies

Darah Garuda : Blood Of Eagle

Ini adalah sekuel dari film merah putih yg heboh dengan crew-crew filmnya yang rata-rata berasal dari negeri paman sam Hollywood. Film pertamanya gw udah nonton, kini giliran kelanjutannya. Kemunculan film ini kurang pas tanggalnya, masa pas lebaran-lebaran gini orang-orang nonton film kemerdekaan, rasanya kurang greget aja. Lebih cocok menonton sang pencerah dibandingkan nonton film ini, wajar saja kalau studio satu tempat film ini diputar Cuma terisi tidak lebih dari 20 penonton karena masih bau-bau lebaran.

Film Darah garuda menjanjikan aksi ledakan dan baku tembak yang lebih dasyat dari film sebelumnya. Alasan gw menonton film darah garuda bukan karena penasaran sama janji tersebut melainkan karena ingin menonton film lokal dengan genre berbeda, bosan melihat poster-poster film lokal yang hanya menjual buah dada model bintang filmnya dibandingkan isi cerita, rata-rata juga film lokal ceritanya Cuma mentok di sex. Gw kangen sama akting donny alamsyah dan rifnu wikana yang berperan sebagai dayan pria bali. Aktingnya total sangat menikmati karakternya sebagai tokoh tersebut.

Film ini secara cerita ya standar film perang, ga ada cerita yang mengejutkan dan semuanya sudah bisa ditebak, mungkin sang sutradara hanya fokus kepada aksi ledakan dan baku tembak yang menawan. Ada banyak kejanggalan di film ini lho, pertama pemeran utama yaitu lukman sardi, entah kenapa dia selalu aman-aman saja di serbu peluru oleh para antek-antek belanda, padahal posisinya berada di satu titik sedangkan mas lukman ini cukup diam saja ditempat tersebut sambil mengarahkan tembakan ke para belanda, berarti orang-orang belanda tolol banget nembaknya, masa ga ada yang kena. Para jagoan-jagoannya juga santai saja menghindari peluru yg diberondong para antek-antek belanda.

Kedua, dipasukan sudirman ada mata-mata belanda, tapi kenapa mata-mata tersebut malah ingin membunuh lukman sardi dan kawan-kawan bukannya langsung membantai si pasukan sudirman dengan cara memberikan letak posisi persembunyian pasukan. Dengan begitu tidak ada pemberontakan lagi. Ketiga, para pasukan belanda yang menjadi figuran kaya ogah-ogahan aktingnya, terkena tembakkan kok tersenyum seperti pengen ketawa tapi ditahan-tahan. Apalagi potongannya mirip sama bule-bule jalan jaksa, ga kaya belanda sebenarnya hehehehe… dan terakhir adalah saat adegan terakhir dimana sebuah pesawat capung terbang melintasi perbukitan, nah disana terlihat jelas ada menara BTS, dijaman segitu sudah ada BTS, untuk apakah BTS tersebut?

Bukan berarti film ini jelek atau busuk, daripada menonton film yang hanya memperlihatkan sepasang manusia berhubungan intim ya lebih baik nonton film darah garuda, kapan lagi melihat film lokal yang digarap serius ini, aksi ledakannya gw ancungin jempol, apalagi pas pesawat-pesawat tersebut meledak dan si om donny alamsyah melompat menghindari ledakan dari satu pesawat ke pesawat lain. Untuk efek darah dan luka-lukanya benar-benar mantep, gak rugi deh udah nyewa ahli tata artistik sekelas hollywood. Kalau menilai film nya lukman sardi, gw lebih prefer sang pencerah walaupun gw belum nonton tapi dari segi cerita lebih berbobot.

Nilai total film ini 7.5

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s