Catatan Kecil, My Word

Yuk kita menulis Cerita…

Ada teman yang menanyakan kepada saya tentang cara membuat Novel ataupun menulis cerpen. Dia jadi semangat nulis ketika sering melihat tulisan di blog saya dan menarik untuk disimak hahahahaha…. padahal blog saya sendiri ga penting banget isinya, Cuma sekedar cerita yang tidak memberikan ilmu berarti. Dengan penuh semangat saya akan kasih tahu cara menulis cerita namun saya akan bercerita tentang awal dari hobi saya menulis, semoga cerita singkat dari  saya ini dapat memberikan sebuah inspirasi…

Berawal dari sebuah buku dan pensil yang mengganggur di laci belajar, saat itu saya berumur 8 Tahun atau kira-kira ya kelas 4-5 SD lah. Saat itu saya habis menonton film horornya susana, entah dari mana saya jadi tertarik untuk membuat cerita horor, ya tulisan pertama saya berjudul “Rumah Tua”, ini merupakan tulisan horor pertama saya namun tidak terlalu menakutkan karena masih baru belajar menulis. 10 lembar halaman selesai saya tulis dan menjadi sebuah Tulisan, rasanya masih banyak sisa kertas halaman kosong di buku tersebut. buku yang saya jadikan media menulis adalah buku tipis sinar dunia untuk anak-anak SD kelas 3, kebayangkan berapa lembar isinya, mungkin tidak lebih dari 100 lembar.

Saya pun ketagihan untuk menulis lagi dan mengisi tulisan saya kembali pada halaman-halaman kosong buku tersebut, alhasil ada 3 cerita berbeda dalam satu buku. Ternyata menulis kisah-kisah mistik membuat saya terus ketagihan menulis, hingga akhirnya saya jadi sering berlangganan majalah misteri walaupun saya paling takut melihat foto-foto ilustrasi setan-setan penasaran dalam majalah tersebut. saya sendiri sudah lupa sudah berapa tulisan yang sudah saya buat di kertas ataupun buku. Hingga waktunya saya duduk dibangku SMP, saya beralih dari kertas dan pulpen kini saya menulis di atas mesin ketik. Bermodalkan kertas HVS dan mesin ketik tua merk brother, ibu saya sendiri heran kenapa saya rajin membeli pita mesin tik dan tiap sore mengetik tanpa mengenal waktu.

Lucunya, saya paling anti kalau menulis horor pada malam hari, pernah beberapa kali mencoba untuk menulis cerita misteri pada malam-malam sekitar jam 9 malam, alhasil bulu kuduk merinding dan suasana kamar saya jadi agak berubah menjadi seram mengikuti suasana yang saya tuang kedalam cerita. Banyak yang bilang, hasil dari menulis saya lumayan bagus namun daya tarik horor dan misterinya kurang kuat, ya saya sadari itu mungkin juga karena saya menulis tulisan horor namun takut apabila kejadian didalam tulisan tersebut terjadi kepada saya sehingga saya menulisnya tidak menguatkan daya mistiknya. Hingga saya sadari, saya harus menjauhi yang namanya klenik, bukan karena takut akan perwujudan makhluk halus, tetapi saya takut untuk terlalu mendalami dunia klenik yang nantinya bisa membuat saya khilaf untuk menjadi seorang yang musrik. Ayah saya sendiri pernah membuka lemari buku saya dan terkaget-kaget bukan kepalang karena isinya lebih banyak buku-buku tentang gendam, ilmu hitam, majalah misteri dan beberapa buku primbon. Kesemuanya sudah sempat saya baca namun untuk buku-buku beraliran Ilmu hitam tidak pernah saya pelajari karena takut menjadi musrik.

Nah… barulah ketika saya beranjak SMA, gaya tulisan saya sudah berbeda sama sekali, dari menulis horor menjadi penulis cerita cinta tetapi sudah  tidak menggunakan mesin ketik lagi melainkan kembali menggunakan buku dan pulpen, alasan utama kenapa saya meninggalkan mesin ketik adalah pita ketiknya udah jarang yang jual, membuat berisik sehingga jadi perhatian tetangga dan berasa lebih lelah dibandingkan menulis dengan pulpen karena mesin ketik punya saya dirumah usianya sudah lebih dari 10 tahun.

Oh iya, waktu SMP kelas tiga saya pernah membuat sebuah novel dibuku tulis setebal buku pelajaran sekolah ya kira-kira lebih dari 200lembar halaman. Novel tersebut bukan horor melainkan drama biasa yang dikemas dalam tema percintaan, kalau menurut saya sendiri sih agak dewasa isinya, maklum saya terinspirasi beberapa film layar lebar di bioskop sehingga ada bumbu-bumbu dewasanya. Uniknya lagi, setelah saya selesai membuat novel tersebut dalam 3 minggu, buku tersebut saya kirim ke daerah bogor, dimana teman chatting saya di kitakita.com berada, kalau tidak salah bernama Ria_Cemuzz. Saya sempat beberapa kali telp dia dan sms dia, semakin hari semakin akrab, mungkin keakraban ini bisa dibilang seperti seorang kakak adik karena Ria_Cemuzz berusia tiga tahun lebih tua dari saya.

Buku tersebut berhasil sampai dirumahnya, plus selembar foto tampang saya yang masih polos, maklum jaman itu belum ada fesbuk maupun friendster sehingga kita tidak pernah tahu seperti apa tampang kita itu, sayangnya Ria ini belum berhasil mengirimkan fotonya ke saya, padahal rasa penasarannya teramat menjadi-jadi untuk ingin tahu seperti apa wajah lawan chat saya itu. Kontak kita terputus ketika saya ada dibangku SMA kelas 1, saat itu saya seperti kehilangan dia, karena dia paling rajin mengirimkan sms ke saya. Ya walaupun saya belum pernah bertemu langsung dengan dia, tapi saya bangga jika karya cipta saya sudah sampai dibogor, dibaca olehnya dan diberikan nilai plus namun sedikit mengkritik dengan tulisan saya yang mirip tulisan dokter sehingga ada beberapa kalimat yang susah dibaca.

Waktu SMA ada pembaca setia karya tulisan saya, mereka adalah Andri, Tiar dan Siswo ehm… termasuk pacar saya waktu kelas 1 SMA. Dari keempat orang tersebut yang paling bersemangat adalah Andri, asal saya menuliskan cerita pasti dia dengan semangat membacanya sampai buku tersebut dibawa pulang olehnya untuk dibaca dirumahnya sambil bercerita kepada orang tuanya kalau saya suka menulis cerita. Dari kelima buku cerita yang saya buat, Andri paling suka membaca cerita saya tentang Cinta Sahabat waktu SMP. Alasan Andri menyukai cerita ini karena gaya penulisannya yang benar-benar tersampaikan oleh pembaca seperti saya bercerita kepada dirinya, apalagi ceritanya tidak dibuat-buat alias kisah nyata. Ya saya membuat kisah itu berdasarkan kisah nyata dan bukunya pun masih ada plus pernah saya buat dalam versi elektroniknya disebuah website Adandu.

Karya tulis saya yang berasal dari kisah nyata juga disukai oleh Tiar, dia menyukai kisah Cinta di Angkot, kisahnya juga merupakan kisah nyata saya bertemu dengan seorang cewek didalam angkot dan ternyata seorang pekerja disebuah mall bekasi. Ketemu diangkot, terus ketemu lagi di sebuah toko hobby craft tempat ia bekerja. Kebetulan saat ingin menyatakan cinta kepada cewek tersebut, saya ditemenin Tiar dan dirinya tidak tahu kalau saat itu saya juga sedang menuliskan kisah tersebut. ya ujung-ujungnya saya tidak jadi menyatakan hal tersebut karena sang wanita sudah ada yang punya, cowoknya seorang pekerja sebagai pelayan disebuah kedai minuman hop hop di lantai 3 sebuah mall bekasi. Cukup puas mengangkat kisah nyata kedalam tulisan, tidak ada rintangan untuk mencari inspirasi karena itu sudah menjadi sebuah cerita kehidupan kita dan tinggal diri kita nya saja menuangnya kedalam tulisan.

Dari beberapa buku cerita yang saya buat, ternyata lebih banyak diminati kisah-kisah nyata saya. Kisah-kisah nyata tersebut tidak berat untuk dibaca dan cukup menghibur apalagi teman-teman saya senang membaca kisah kehidupan saya yang lucu serta terlihat agak seperti pecundang hahahaha… nah… dari kisah singkat yang sudah saya buat diatas bisa ditarik kesimpulannya jika membuat tulisan yang menarik dan gampang dibaca adalah tulisan yang mengandung unsur kisah nyata. Saat ini juga saya membuat cerita berdasarkan kisah nyata walaupun sudah dicampur fiksinya juga untuk mempermanis cerita, kalau pure kisah nyata hasilnya kurang begitu enak dibaca apalagi pengalaman hidup dari kuliah hingga sampai sekarang terasa cukup datar, maklumlah, masa-masa remaja bukan lagi masanya.

Agaknya para penulis cerita menemukan kesulitan yang serupa yaitu kurang menemukan inspirasi, secara kebanyakan para penulis membuat kisah yang pure fiksi dan benar-benar mengangkat fantasi dalam pribadi seseorang. kalau saya berkunjung ke toko buku Gramedia, saya akan menemukan banyak novel-novel baru hasil karya cipta remaja-remaja Indonesia, Hal ini membuat saya bangga dengan meningkatnya semangat menulis para remaja saat ini. Coba bandingkan waktu jaman-jaman tahun 90an, novel-novel lokal hanya diisi dengan penulis seperti Boim Lebon, Mira W ataupun Dee. Nah kalau sekarang, diatas tahun 2006 saja sudah ratusan penulis mencoba berkarir menjadi novelis, buku-buku mereka terpajang rapih di rak buku bersama buku-buku novelis remaja lainnya.

Satu fakta menarik kenapa remaja sekarang banyak membuat novel adalah berkat buku novel dari Raditya Dika berjudul Kambing Jantan, ya buku ini merupakan penggebrak pergerakan novelis muda di Indonesia. Isinya adalah sebuah kisah nyata kehidupan dia waktu sekolah di luar negeri. Ya kisah nyatanya unik tapi saya yakin ada penambahan kisah fiktif untuk mempermanis kisah tersebut, saya juga sudah punya semua koleksi bukunya dan kesemuanya terinspirasi oleh kisah nyatanya. Good, awal yang baik sehingga banyak remaja yang mengirimkan bahkan membuat novel dari kisah nyatanya. Ada beberapa buku yang saya beli untuk melihat cara mereka membuat tulisan kisah nyatanya seperti apa, ya dari 6 novel yang saya beli ada yang bagus tapi ada juga yang asal tulis padahal terdapat label “best seller” atau label laris beli lainnya, ini sih sama saja pembohongan konsumen, ngakunya best seller tapi kok ceritanya gak ada dbest-dbestnya. Buku-buku Yang tidak bagus adalah buku-buku novel yang memaksa sekali mengembangkan judul hingga menjadi cerita, sehingga ceritanya lari dari tema buku.

Masa… buku cerita yang awalnya menceritakan keluarganya sering jadi pelupa namun ditengah buku ada petunjuk cara penggunaan aplikasi Adobe Photoshop bagi pemula, dan di akhir cerita ada beberapa bahasan yang memaksa agar buku tersebut habis juga dibaca. Ya memang tidak terlalu jelek-jelek banget sih lagian saya tidak ingin mengkritik terlalu dalam karena saya juga masih dalam tahap pembelajaran namun lebih baik lagi kalau penerbit membaca kembali cerita dari sang penulis agar tulisan mereka tidak sia-sia serta merugi. Biasanya penerbit membaca kembali tulisan-tulisan yang terkirim dimeja penerbit, kalau ada kesalahan biasanya penerbit mengirim kembali tulisannya dan menyuruh sang penulis untuk memperbaikinya.

Untuk awal dalam pembuatan cerita, para penulis yang baru mengenal dunia tulis menulis disarankan jangan berpatok dengan judul cerita, misalnya berjudul bibir yang tebal, disarankan jangan hanya bercerita bibir yang tebal melainkan bercerita kisah bibir-bibir yang lain agar ada warna dalam cerita dan pembaca tidak jenuh membaca tulisannya. Oh iya jangan juga memaksakan masukin cerita lucu tapi gak lucu didalam tulisan, biasakan bercerita dulu ke orang lain apakah cerita itu lucu atau tidak, karena daya humor tiap orang berbeda-beda. Untuk pemilihan kalimat, tidak usah berpikir harus menggunakan bahasa Indonesia yang baku, ini novel remaja bukan novel roman yang menggunakan bahasa puisi (kalau ini Cuma penulis senior yg bisa). Membuat kisah remaja dengan bahasa remaja yang baik dan sopan lebih mudah lho…

Gimana cara ngembangin cerita?, gampang saja, penulis tidak usah memikirkan kalau ceritanya harus memakan ratusan halaman, tapi buat ceritanya mesti harus ada awal dan akhir cerita. Kalau mementingkan banyak halaman, hal itu akan membuat penulis memikirkan inspirasi tulisan yang harus dimasukkan kedalam cerita. Lebih baik hal itu dilakukan ketika cerita sang penulis sudah kelar dalam tahap penceritaannya. Kalau sudah ada awal dan akhir cerita tinggal dibaca ulang lagi, cek setiap bahasanya apakah sudah layak untuk dikonsumsi mata pembaca atau masih banyak EYD yang kurang enak dibaca sekaligus menyisipkan beberapa cerita ringan untuk memperbanyak kisah kita tetapi kalau ingin membuat cerpen lebih baik tidak perlu panjang-panjang, namanya cerita pendek ya mesti dibuat satu lembar halaman saja.

Karya tulis bagus bukan berarti harus lucu, hal tersebut sering disalah artikan oleh para penulis remaja, pokoknya harus lucu biar laku…. ehm… ga juga tuh. Ada beberapa novel atau buku cerita serius yang laku dipasaran. Apa yang menyebabkan buku-buku tersebut laris dipasaran?, alasannya Cuma satu yaitu pengangkatan cerita yang kuat sehingga para pembaca dibuat penasaran dari halaman pertama hingga halaman terakhir, ehm… istilahnya apa ya?. pokoknya kita dibuat menjadi ingin terus membalik halaman didalam buku tersebut hingga mendapatkan inti dari kisah yang ditulis, mantap, Andrea Hirata banget.

So… untuk membuat tulisan, buatlah dengan yang sederhana saja dulu, gak usah membuat karya fantasi apalagi fiksi ilmiah, sangat sulit untuk membuat kisah fiksi ilmiah karena kita juga harus meneliti keilmiahan cerita kita kalau terlalu ngasal bisa-bisa pembodohan publik. Kalau pernah belajar menulis saat belajar di bangku sekolah dasar pasti kita membuat cerita dengan judul ‘pergi ke kampung nenek’, ‘menanam padi’ atau ‘melihat kebun paman’. Ya kesemuanya itu adalah cerita sederhana yang mudah dipahami pembaca, kalau saya mengingat kembali tulisan-tulisan tersebut jadi pengen senyum-senyum sendiri karena betapa polosnya tulisan saya waktu SD ya walaupun waktu itu pernah ditegur guru galak dari medan karena membuat cerita horor. :p

Iklan

1 thought on “Yuk kita menulis Cerita…”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s