Alasan kendaraan pribadi lebih nyaman

Posted on Updated on

Mungkin dari kita sudah mengetahui kalau dijalanan sudah banyak kuda besi ataupun kendaraan beroda empat berlalu lalang dijalan, bukan hanya ratusan, ribuan atau puluh ribuan tapi setiap hari jutaan pengendara bermotor melahap aspal jalanan. Jumlah kendaraan pribadi memang lebih banyak dari kendaraan umum, sehingga pemerintah dengan gencar-gencarnya memberikan penyuluhan untuk menggunakan kendaraan umum agar jalanan tidak ramai dengan mesin-mesin bermotor tetapi penyuluhan tersebut hanya seperti pamflet stiker sedot WC di tiang-tiang listrik, dianggap tidak penting tapi sangat perlu.

Kenapa banyak orang yang lebih memilih kendaraan pribadi?, mereka rata-rata menjawab dua alasan, nyaman dan efesiensi waktu. Mereka sendiri (terutama gw pribadi) sadar kalau penggunaan kendaraan pribadi baik motor ataupun mobil lebih mahal pengeluarannya. Mungkin anda pernah denger dengan kalimat “mending naik motor daripada naik angkot lebih murah”, murahnya naik kendaraan pribadi memang hanya sekedar jangka pendek, nah justru ketika jangka panjang, anda bisa mengalikan segala pengeluaran baik perawatan, biaya servis hingga konsumsi BBM kendaraan tersebut, pasti sangat amat mahal namun gw lebih memilih memakai kendaraan pribadi…..

Kendaraan pribadi buat gw sangat penting, ya minimal sepeda lah, tapi sepeda tidak dihitung sebagai kendaraan bermotor jadinya gw meminimalkan kendaraan roda dua saja. Naik kendaraan umum hanya sebatas jarak dekat saja, sedangkan jarak jauh gw lebih memilih naik kendaraan pribadi. Ada alasan kenapa gw lebih enjoy naik pribadi, mungkin kalian juga pernah ngalamin hal seperti yang gw alamin berikut ini :

1. pengamen
Mereka adalah manusia yang bisanya hanya nyanyi-nyanyi dan menadahkan tangan, ada beberapa jenis pengamen yang merajai angkotan umum. Pertama pengamen dengan jiwa seni yg tinggi, kedua pengamen yg memang musisi, dan yang terakhir pengamen yg gak ngerti musik asal bisa ngasilin duit. Untuk pengamen yg pertama gw rasa mereka memang ingin menyampaikan jiwa seni mereka dengan cara berbanyi solo atau membaca puisi, kalau jenis yang kedua biasanya adalah band-band yg lagi butuh modal rekaman sambil memamerkan musikalitas mereka kepada masyarakat umum dan yang terakhir adalah orang jahat yang ingin mendapatkan uang namun dengan cara asal bernyanyi.

Gw sendiri paling benci sama yg jenis ketiga, dia bermodal tepuk tangan sambil nyanyi2 gak jelas dan meminta upah. Gw sendiri suka bingung dia nyanyi apa kentut, suaranya pelan tapi pas minta duit suaranya jadi sangar. Biasanya kalau kita gak ngasih, itu pengamen bakal melototin kita sambil memaksa, bisa juga di memamerkan gigi kuningnya dan berharap kita akan takut melihat raut wajahnya yang seperti celana dalam lecek. Tak sedikit pengguna kendaraan umum mengeluhkan kehadiran mereka yang benar-benar tak diharapkan ada didunia ini.

2. angkot ngetem
Gw sadar betul kalau angkot harus ngejar setoran, namun gw sering gak sadar kalau gw udah bermenit-menit bahkan berjam-jam ngedekem di dalam mobil angkot sambil menunggu angkotnya penuh. Kalau view serta cuacanya bagus, gak masalah buat gw menunggu, tapi kalau Cuma ada pemandangan sawah, warung rokok dan cuaca siang panas banget, wah siapa yg betah. Gw juga ngertiin angkot mereka berhenti lama menunggu penumpang tapi kenapa juga tuh angkot gak jalan-jalan walau sudah terisi bangkunya setengah?. Kalau mereka (sopir angkot) mau berjalan, kemungkinan ada penumpang yg menunggu disisi jalan lainnya.

Kebanyakan mobil-mobil angkot ngetem ditempat yang ramai, aneh ya, kemacetan pun gak terhindarkan… mereka seakan tidak peduli keadaan sekitar sepeti jalan ini miliknya. Gak peduli klakson bergema dan gak peduli benda-benda terbang melayang kepadanya padahal pelipis kiri bocor akibat ditimpuk botol teh botol. Gw sendiri beberapa kali bengkokin kaca spion angkot 02 bekasi karena ngalangin motor gw masuk ke pertigaan pekayon. Palingan mereka ngomel-ngomel gak jelas berasa gak bersalah… setan…

3. Panas
Tahu sendiri, matahari jaman sekarang sadis banget ngeluarin panasnya, coba anda makan eskrim didalam angkot yg ga ada AC nya, dijamin anda akan menyesali membeli eskrim pada waktu tersebut. untuk kendaraan umum ber AC juga rasanya percuma saja kalau yang naik melebihi kapasitas kendaraan, satu orang saja kentut, dijamin puluhan orang jadi korban baunya. Hal ini memang gak nyaman banget ya, makanya lebih baik panas-panasan naik motor tapi sampai ditempat tujuan tepat waktu daripada panas-panasan didalam angkot tapi gak nyampe-nyampe. Lagi mau ngajak bokin jalan-jalan, pas nyampe rumah si bokin nolak keluar rumah karena kita bau badan dan berlumuran keringat.

4. Penuh Aksi Kejahatan
Angkot juga sebagai ladang kejahatan, baik kejahatan material maupun kejahatan kelamin. Copet-copet meraup untung besar dari angkutan umum dan para pendekar cabul puas melampiaskan nafsunya diangkot, merasa tertantang antara nafsu dan maut…  gw sendiri pernah kecopetan, Cuma hilang 20ribu sih tapi ngenes juga lah, 20ribu buat gw bisa buat jajan mie aceh sama kopi acehnya (i love it). Temen gw pernah kehilangan handphone sama kunci motornya (ini emang aneh, ngapain dia bawa2 kunci motor diangkot) dan tetangga gw pernah dilecehin di patas sama KRL, buah dadanya diremas-remas sama cowok tak dikenal, mungkin kalau cowoknya dikenal, dia gak bakal marah, lah ini tidak dikenal dan gak tahu sapa yang meras. Hosh… hosh… hosh….

Pemalakan di dalam angkot sering terjadi, apalagi kalau kita lagi sendirian diangkot dan tiba-tiba muncul beberapa penumpang menodongkan kita pisang eh… pisau, habislah kita disitu. Harta dikuras sampai ke duit recehannya, sedangkan kalau seorang wanita, ya pasrah aja di raba-raba sama diperkosa, melawan juga percuma karena mereka sudah dilatih kuat untuk menghadapi hal seperti ini. Belum lagi kalau supirnya mabok, suka minta ongkos lebih mahal dari tarif biasa. Gak bener dah…

5. Menjadi saksi kebut-kebutan
Secara tidak disengaja, para penumpang angkot telah menjadi saksi aksi para sopir angkot yang menggilai balapan. Beruntung malaikat maut tidak ikut menumpang angkot tersebut, kalau ikut menumpang?, siap-siap saja berangkat naik angkot pulang dianterin ambulan. Gw sendiri pernah menjadi saksi angkot menabrak kendaraan roda dua, itu orang nungsep ke aspal dan para penumpang berteriak minta berhenti namun sang angkot malah makin kencang bawa mobilnya seperti mengejar target berikutnya. Kalau mereka membawa mobilnya ngebut secara safety, menurut gw gak masalah tapi kebanyakn dari mereka menenggak sprite campur paramex buat mendapatkan efek nge fly dan berani kebut-kebutan dijalan. Ngeri gak lho….

Kelima alasan tersebutlah yang membuat kita gak nyaman naik kendaraan umum, jangan salahkan para masyarakat lebih rela mengeluarkan kocek lebih untuk membeli kendaraan pribadi. Toh, mereka merasa nyaman dan kerja semakin semangat. Semoga saja pemerintah bisa membenahi transportasi umum dinegara ini, sehingga akan banyak masyarakat yang memarkirkan kendaraannya buat naik umum termasuk gw yang memang mau naik umum kalau sudah dibenahi dengan kadar kenyamanan serta keamanan tinggi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s