Bukune si Kambing

Posted on

baru sadar buku cintabrontosaurus gw ilang

Nama Raditya Dika buat elu2 yang gemar baca buku stensil mungkin gak terdengar asing dihidung, ya itulah dika si kambingjantan. Namanya sekarang lumayan tersoroh karena bukunya berhasil dibuat blog… eh…maaf gw kebalik, blognya berhasil dibuat buku. Dia merupakan orang perdana yang membuat buku berbahan dasar blognya sendiri, memang blog di jaman sekarang sudah menjadi kebutuhan kaum penulis, seorang penulis belum terasa cihuy kalau belum punya blog. Begitu juga gw, bukan bermaksud mengikuti jejak Raditya Dika mempunyai blog, nyatanya blog gw udah nongol 3 tahun silam sebelum gw kenal dika, alasan gw ngeblog karena ingin nyari media yang bisa menyimpan tulisan gw secara online. Gw baca majalah dikomputeraktif, ternyata ada media buat nyimpen tulisan kita sehingga dibaca oleh makhluk dunia maya.

Back to topic, dika merupakan salah satu penulis paporit gw, sejak gw mengenal buku kambing jantan gw jadi semangat menulis karena sebelumnya gw dalam masa jenuh menulis blog lagi, kebetulan digramedia gw menemukan buku aneh bertabur misteri berjudul “kambingjantan”. Awalnya gw ragu beli nih buku, apakah buku ini menceritakan tentang penulis yang menjadi peternak kambing atau buku ini menceritakan siluman kambing liar yang hobi memperkosa gadis-gadis desa. Tatapan gw dalam buku ini terfokus pada label “best seller”, buku senorak ini dapet label best seller?, oh god.. ini buku pasti bagus banget tapi gw teringat dengan novel-novel yang pernah gw beli, rata-rata ada tulisan “best seller” nya tapi tuh novel gak sampe habis gw baca karena tulisannya gak bisa buat gw bertahan duduk disofa.

Dengan keberanian gw beli tuh buku, buku perdana dari raditya dika ini sangat membuat gw terkesan, memang isinya hanya tulisan dia mengenai kehidupan dirinya di ostrali namun dari buku tersebut bisa memberikan kita inpoh kalau di ostralia bergaul itu sangat mudah. Lalu buku kedua muncul dengan judul cinta brontoksaurus, yang isinya tentang percintaan dia dengan kekasihnya, gak mungkin dia menceritakan tentang percintaan dirinya dengan dinosaurus. Lalu buku ketiga berjudul radikus makankakus, buku keempat dan kelima hingga sebuah buku terakhir dari dika gw beli kemaren yang berjudul Marmut Merah Jambu. Dari kesmua bukunya ada satu fakta dalam pembuatan cover, ya semua cover identik dengan binatang, apakah raditya dika seorang pecinta binatang atau apakah dika seorang kapiten?

Sebenarnya ada dua penulis yang berpengaruh dalam perkembangan penulis di Indonesia, pertama adalah si Kang Abib (begini ya nulisnya?) penulis Ayat-ayat cinta dan Raditya dika itu sendiri. Pas buku kang Abib sukses melaunching bukunya hingga dibuatkan film maka sebulan kemudian menjamurlah buku-buku percintaan religi berdasarkan fiksi maupun non fiksi, mulai dari sajadah cinta, Magrifat cinta hingga surat-surat cinta. Para penulis tersebut berlomba-lomba menyaingin kang habib tapi mereka menawarkan kisah yang sama hanya saja tak ada perbedaan. Pas muncul buku konstroversialnya kambing jantan hingga difilmkan, munculah beberapa buku yang isinya rangkuman catatan sang penulis. Gw akuin buku-buku penulis seperti mereka lucu-lucu namun sayangnya ada juga yang garing bahkan menyisipkan cara membuat foto indah dengan pothosop, nah ini buka melanggar judul. Sekarang kalau gw beli buku mendingan gw liat review dari temen-temen dulu dan tidak mau langsung beli karena harga buku setaraf buku novel itu sangat menggorok dompet gw, harga murahnya saja 25ribu hingga yang termahal seperti novel andrea hirata collection sampai 80ribu.

ini sih bukan dika tapi daki

Dika, cowok berkacamata tebal ini sangat menyukai musik-musik jazz, gw jadi teringat omongan orang-orang seniman kalau orang culun itu mempunyai selera seni yang tinggi dan itu benar. Awalnya gw belum pernah liat secara detail rupa bentuk si Dika, namun setelah melihat langsung, gw pun menyesal telah melihat muka-muka culun dibalut dengan senyuman anak gay. Terus gw ngaca, ternyata muka gw sama Dika hampir sama, sama-sama muka komik, Cuma bedanya gw mirip muka karakter komik hentai sedangkan raditya dika komik manga. Kehidupannya juga hampir sama, bedanya kalau Dika dari kecil emang jadi anak keluarga orang kaya sedangkan gw dari kecil berasal dari keluarga yang lumayan ga punya apa-apa. Kalau masalah percintaan juga hampir sama, sama-sama dipecundangin oleh cinta tapi si Dika ini beruntung karena dia dekat dengan cewek-cewek model, penyanyi hingga pemain film sedangkan gw apes, deketnya sama cewek-cewek tukang jamu beras kencur dan paling tinggi adalah SPG bedak.

raditya dika

Banyak temen gw yang nyuruh gw membuat buku mengikuti jejak si Dika, ya kepikiran juga sih buat bagi-bagi pengalaman ke temen-temen maupun musuh-musuh gw tetapi… gw merasa seperti seorang plagiat yang gak punya ide segar. Kalaupun nanti gw buku kan blog ini, niscaya buku tersebut boleh gw cetak sendiri dan gw sampul sendiri di tukang foto copy. Sebenarnya gw suka sama penulis yang berbagi cerita kehidupan pribadinya, mulai tentang kehidupan percintaannya hingga pengalaman pertama kali mereka mimpi basah atau menstruasi. Dari situ kita bisa merasakan kehidupan mereka dari sebuah buku, seakan buku itu curhat ke kita tentang kejamnya dunia. Memang menyenangkan bisa menulis pengalaman pribadi, gw aja merasa lega kalau ada masalah gw tuang kedalam tulisan. Apalagi kalau ada yang respon tulisan gw diblog seakan dunia menghargai ketololan gw hidup didunia ini.

Raditya Dika hanyalah salah satu makhluk dibumi Indonesia yang sukses dengan buku blognya namun masih banyak jentik-jentik blogger yang tulisannya sukses boo…. berawal dari kesenangan menulis kini menjadi hobi yang menghasilkan duit walaupun jumlahnya sedikit. Gw jadi teringat cita-cita gw untuk menjadi seorang wartawan, kerjaannya membuat berita dibalik komputer sambil jalan-jalan nyari berita tetapi sayangnya gw sedikit tidak cocok dengan profesi ini karena gaya tulisan gw suka berlebihan, seperti waktu gw menulis buku tahunan, gw suka melebih-lebihkan kejelekkan temen gw tetapi mengurangi ketampanan temen gw. Gw gak mau mereka (temen-temen gw) membaca buku tahunan buatan gw menjadi musrik, takutnya mereka terlalu percaya terhadap buku tersebut sehingga mereka merasa tampan setiap saat hingga menjadikan buku gw tuhannya.

Gw pengen ketemu sama Raditya Dika buat ngobrol-ngobrol kecil sambil makan indomie, pengen curhat mengenai bulu yang tumbuh dipipi gw sehingga mirip kumis kucing. Kapankah para penulis idola gw bisa berkumpul dalam satu ruangan, membuat pesta kecil-kecilan sambil sharing mengenai cara penulisan blog yang baik dan benar. Tamu yang wajib hadir adalah Andrea Hirata dan Freddy. S, ehm… ada yg gak tahu siapa Freddy S?, anda ini lahir tahun kapan?, buku-bukunya terkenal jaman 80an. Kalau pengen tahu silahkan minta belikan ke papa mama kalian untuk dibelikan buku Freddy S, tapi jangan salahkan kalau pipi anda digampar bolak-balik sambil si bokap berkata “ah buku stensil sensasional itu udah gak lagi anak muda”. Buat para penulis, buatlah buku dengan tulisan yang berbobot, jangan asal nulis tapi yang baca tidak mengerti maksdunya apa. Buat raditya Dika, selamat kamu udah jadian sama Sherina, padahal waktu SD gw sangat mengingikan Sherina bisa nyanyi di kamar gw sampai gw tertidur. ups… ternyata baru dapet update dia udah putus, kasihan, padahal mereka cocok lho… sama-sama orang yg unik…

One thought on “Bukune si Kambing

    Ace said:
    14 Juli 2010 pukul 6:26 am

    buku gw dipinjem orang kagak balik2………………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s