Holiday with my band

Posted on Updated on

Selesai dari sesi manggung, kita melakukan sesi jalan2. tujuan pertama adalah istana anak-anak, tujuannya sebenarnya tidak sesuai dengan umur kami secara kami sudah hampir berkepala kobra. Membayangkan duduk dipinggir danau dengan tiupan angin sepoy-sepoy sepertinya sangat menyenangkan sekali, namun siang itu sangat begitu cerah dan panas, macet pula, maklumlah pengunjung taman mini begitu membludak ketika tahu band kita mau main.

Perjalanan kita ke istana anak-anak sangat penuh arti, menelusuri taman-taman indah milik taman mini dan juga beberapa museum yang belum pernah kita kunjungi sama sekali. Pengen banget sekali-kali masuk kedalam museum, kangen sama benda-benda bersejarah jaman dulu. Setelah sampai di istana anak-anak, cipuy langsung ngibrit jalan duluan karena harus menemui teman-temannya yang tadi mendokumentasikan band kami manggung. Gw, pitenk dan bambank nyari-nyari cipuy karena kita kehilangan jejak, diselokan hingga kurungan ondel-ondelpun kita tidak menemuinya, baru ditemukan di sebuah panggung istana anak-anak. Kita duduk2 manis disebuah kursi batu, menyeka keringat yang mengucur, tiba-tiba spg kopi es datang mendekati kami, ehm ternyata spg-spg ini memang mengincar cipuy untuk membeli es kopi yg berhadiah susu itu. Hah?

Setelah berhasil mengusir si SPG itu dengan cinta, kita lanjut jalan deket danau, disini kita melakukan beberapa pemotretan dari yang motret manusia kera hingga motret manusia berpanu. Cuaca saat itu benar-benar enak, gak terlalu panas tapi juga gak terlalu dingin ya sedang-sedang saja. Akibat kebosanan menggeluti kami, maka kami pindah tempat menuju monumen tiong hoa yang belum jadi. Ya namanya juga jalan sama gw, dijalan biasa aja nyasar adalah santapan biasa bagaimana kalau ditaman mini yg gak punya petunjuk arah. Kita beberapa kali ngelewatin istana anak-anak, 3 kali dan itu sudah terhitung nyasar mencari jalan menuju monumen tiong hoa.

Akhirnya gw harus berpikir jenius, kembali lagi menuju panggung tempat kami mentas tadi, nah dari situ gw hapal harus kemana jika mau menuju kesana karena tinggal lurus doank belok kanan sampai… ketika kita mau menuju ke tempat monumen tiong hoa, lagi-lagi nemuin tuh SPG yg masih bau kencur, ehm… kayaknya jodohnya cipuy nih tiap kali jalan ketemu lagi ketemu lagi. Benar kata orang, jodoh itu bisa ketemu dimana pun dan kapanpun kita berada, baik di gunung tertinggi sampai didasar lautan, gak gw habis pikir siapa yg mau tinggal didasar lautan ya?.

kata sambutan, ga tau artinya apa?

Sampai di monumen tiong hoa, parkiran sepi banget, yaiyalah sepi karena bangunan ini juga sebenarnya belum jadi tapi buat foto-foto sih bagus jadi kita kaya lagi di china. Entah kenapa gw demen banget sama lokasi ini, mungkin karena sudah menjelang sore, udara sejuk banget dan bener-bener view buat foto-foto cakep banget. Mulailah kita narsis-narsisan, namanya juga band yang isinya orang-orang tampan, jadinya yang namanya foto udah menu wajib kami kalau lagi jalan-jalan. Jadi tempat ini sudah dikonsep sama pak harto sejak lama, namun entah kenapa baru direalisasikan baru sekarang sekarang aja. Diluar benteng cina tersebut ada sebuah papan besar berukuran 2×3 meter yang menggambarkan rancangan komplek pecinan ini. Niatnya membangun tempat ni merupakan sebuah wujud persaudaraan antar etnis pribumi maupun yang non pribumi. Pengunjung yang datang kebanyakan adalah etnis tionghoa, mereka cukup bangga dengan dibangunnya monumen tiong hoa ini menandakan jika keberadaan mereka sangat dihormati.

Jam sudah menunjukkan pukul setengah lima sore, hampir sejam kami berada di lokasi pecinan. Mata gw udah lelah sekali, pengen rasanya tidur nyenyak dan memandikan air hangat. Gw mengajak anak-anak lain buat pulang menuju rumah, suasana sudah begitu sepi mungkin para pengunjung juga pada pulang. Ada kejadian yang seru nih saat menuju parkiran dan pulang, ada satu keluarga baru tiba, mobilnya honda jazz abu-abu metalik, gw sih gak peduliin mobilnya tapi salah satu anggota keluarga mereka yang membuat gw bisa berkata dalam hati “wah cantik dan imutnya”. Seorang cewek yang imut dan cantik dengan kemeja dilepas (bukan telanjang) mengenakan dalaman kaos putih mirip2 dandanan tahun 90an. Gw sama dia sempat bertatapan mata, gw mencoba memasuki kunci pintu dan tertahan menatap bola matanya yang putih, namun gw keburu tersadar ketika temen gw pada protes buat dibukain pintunya.

Cipuy masih saja membayangi SPG Kopi es, pitenk masih agak kesal karena ceweknya tidak jadi menonton pertunjukannya karena motor si ceweknya lagi dipakai ngojeg sedangkan bambank, jangan ditanya, dia emang manusia gak punya pikiran, yang ada Cuma pikiran bagaimana cara hidup dibiayain orang lain. Alhamdulillah jalanan tidak macet, jalur JORR lancar abies, langsung gw lahap 100kpj, maklum mobil gak gw nyalain AC karena takut pada keenakkan, lagian juga pake AC itu boros bensin. Gw kira bakal bisa langsung nyampe rumah, gak tahunya si bambang merengek minta dianterin ampe rumah karena dia gak bawa motor, ya udah kasian nih anak, gak bawa duit sama sekali kayanya dia ke TMII hagahgahaghaghaha makanya jadi orang kerja jgn malas.

Akhirnya sampai rumah juga, ada tukang baso langsung aja gw panggil dan ajak anak-anak makan baso, gw tahu pasti mereka lapar soalnya yang makan disana Cuma gw doank itupun gw beli pop mie seharga 5000 rupiah. Hari itu puas banget, badan lelah dan kata-kata seorang juri masih terngiang-ngiang “Saya tunggu album kalian”…. Album foto maksudnya hahahahaha…. makasih buat cipuy, pitenk dan bambank kalian sudah bermain dengan cukup bagus, good job. Semoga ini adalah awal langkah kita menuju kesuksesan dunia musik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s