Kenapa aku menjadi drummer?

Posted on

Awalnya gw tertarik sama yang namanya bas, waktu jaman gw smp kelas 1 lagi boming-bomingnya band-band macam funky kopral dan band-band anak muda, dari situ gw bisa melihat rata-rata bassistnya mempunya gaya yang unik-unik. Pengen banget bisa mainin bass sambil lonjak-lonjak menyanyikan sebuah musik. Waktu gw smp masih jarang terdapat studio latihan, kalaupun ada itu pun satu-satunya di deket smp gw dengan harga sewa 12ribu/jam. Gw gak kenal alat musik kecuali gitar, hingga akhirnya gw ber-enam membentuk sebuah band walaupun yang benar-benar bisa memainkan alat band Cuma 1 orang yaitu gitaris gw bernama david.

Jangan ditanyakan gw megang apa?, gw Cuma penyumbang dana sewa studio aja walaupun sesekali bernyanyi. Lagu-lagu yang dibawakan Cuma coklat karma sama koesploes yang pelangi, gak ada bosen-bosennya karena yang mereka bisa mainin ya Cuma itu saja. Hingga akhirnya temen gw merasa kasian sama gw karena sudah sering ikut ngeband tapi gak pernah main alatnya. Dengan baik hati temen gw ngajarin cara bermain bass, itupun gak pernah ia kasih tahu kunci-kunci bassnya, Cuma dikasih tahu letak-letak tabnya saja. Setiap gw main bass gw harus hapalin tab-tab dan senar mana yang harus gw petik, bukan kunci-kuncinya yang gw hapalin. Gw sadar gw merasa menjadi bassis buta, temen gw gak mau kasih tahu kunci-kunci bass mungkin karena hanya menghabiskan waktu saja ngajarin gw bermain bass.

Beberapa bulan kemudian band gw ini pecah, karena ada konflik internal, alasanya karena drummer gw suka sama cewek anak baru yang tak lain seorang vokalis, dan basic gw adalah vokalis di band tersebut menjadi tersingkir karena menemukan vokalis cewek yang cantik dan muda. Akhirnya gw berhenti bermain band, dan beberapa minggu gw diajakin sama temen-temen gw. Gw gak ikutan patungan tapi gw sering ikut mereka karena mereka suka sama lawakan gw kalau berada distudio band apalagi gw hapal banget lagu-lagu yang lagi booming macam peterpan, slank dan blink 182. gw suka liatin drummer band temen gw kalau lagi main, namanya panji, lagu-lagu yang dibawain keseringan blink 182, saat itu emang lagi boomingnya band-band punk melodic. Saat itu gw sudah rada tertarik dengan yang namanya drum, tapi tetep aja gw coba-coba belum bisa sampai akhirnya gw bertemu dengan seseorang bernama sandy, bukan sandy pas band. Dia adalah tetangganya david gitaris band gw dulu, dia butuh donatur buat majuin bandnya akhirnya gw bersedia walaupun hanya patungan 3ribu perak. Dia suka ngajarin gw main drum dengan teknik sederhana, sampai akhirnya keajaiban pun tiba.

Beranjak ke kelas dua smp, sepulang sekolah gw suka diajakin main band sama cipuy dan temen2 bandnya. Gw ikut aja walaupun tetep masih jadi donatur. Saat itu nyewa studio hingga dua jam, ada rasa jenuh juga main band sampai dua jam, akhirnya semua personil istirahat didalam studio sambil berpikir mau main musik apa lagi. Gw coba iseng-iseng duduk dibelakang drum, sambil liatin tom-tom dan snare, bingung juga mana yang harus gw pukul duluan. Stik drum gw raih, satu di kiri satu dikanan, dan langsung saja gw mainkan. Tangan kanan memukul hit hat, tangan kiri memukul snare dan kaki kanan menginjak pedal bass drum. Irama ¼ dan hoblaaaahhh….. semua tercengang melihat gw tiba-tiba bisa bermain drumnya gigi yang andai. Semua kaget bukan kepalang, dan gw yang sedang asik memukul drum tidak tersadar kalau gw ini tiba-tiba bisa bermain drum, baru sadar ketika salah satu temen gw melempari gw pick gitar kemuka gw.

Sejak saat itu gw punya rasa percaya diri jika apapun bisa gw lakukan kalau emang udah menjadi impian gw, meskipun gw kepingin menjadi bassis tapi dari situ gw pahami jika Tuhan memberikan gw bakat musik yang gak perlu ngapalin kunci yang bisa buat gw plenga plengo keganggu jam belajar sekolah gw Cuma baut apalin kunci-kunci. Gw jadi sering berlatih bareng panji, dengerin satu lagu abis itu dipraktekin ketika sedang main band bareng. Alhamdulillah makin hari makin bisa mengikuti irama bass, ajakan manggung pun tak terelakkan.

Pas kelas 3 baru deh gw membentuk band sendiri tanpa ada donatur, alias bayar sewa sendiri-sendiri. Nama band gw whister scanner, jangan ditanyakan artinya, gw juga gak tahu karena dapet inspirasi nama band dari sebuah lagu evanescene. Temen2 gw biasa nyebutnya WS, memiliki 3 personil, gw sebagai drum, bedul jadi gitaris dan dwi jadi bassis, walaupun terkadang ada additional vokal bernama warsito. Lagu-lagu yang sering dibawain hanya seputar blink, green day, sum 41 dan peterpan. Kitapun sering mengisi acara baik acara sekolah maupun komplek perumahan, kebetulan rumah kami tidak berjauhan dan komplek perumahan dwi suka banget ngadain festival band.

Gw juga sering jadi additional player band temen gw yang lain, walaupun gak sampai naik panggung hanya menggantikan drummer band mereka yang tidak bisa ikut latihan tetapi dari situ gw mendapatkan manfaat karena bisa berlatih secara serius dan apapun lagunya akan gw dengarkan, kecuali dangdut. Gw bener-bener bersyukur memiliki bakat menjadi seorang drummer, tetapi teknik bermain gw masih kalah dengan drummer2 pada umumnya yang mengikuti les drum di sekolah-sekolah musik, maklum gw gak punya drum, kalaupun mau berlatih cukup duduk dikursi, depan gw adalah sebuah kasur dan gw taruh bantal guling sebagai tom dan snare, dari situ gw berimajinasi sebuah drum yamaha keren dan mulailah berlatih dengan walkman kesayangan gw.

Seminimnya fasilitas yang gw punya, kalau dibalut dengan keinginan kuat untuk belajar, niscaya Allah bakal memudahkan kita dalam meraih apapun. Gw sangat bersyukur, karena dengan bisanya gw bermain musik, banyak sahabat-sahabat baru yang gw kenal dan tak lupa gw bisa menghilangkan stress….. sampai sekarang kalau ada masalah cukup tuangkan ke drum…. hingga beban terasa hilang….

Thanks buat rekan-rekan yang udah mau ngajarin gw bermain drum.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s