Sang Pemimpi : sahabat adalah nyata

Posted on

Udah nonton pas premiernya baru bisa review sekarang karena sibuk banget ngurusin proyek joomla dan kerjaan dikantor, akhir tahun memang berat. Rencana nonton film ini juga mendadak, ketika cewek gw pengen banget nonton sama cowok seperti saya hahahaha, maklum baru jadian, jadinya ya masih anget anget tai kuku. Nontonnya pun di GM, itu juga ga tahu film sang pemimpi udah nongol, kebetulan juga ya dihari pertama rilis langsung dapet tiket yang tepat buat pacaran dibioskop.

Sebenarnya rada kurang seru sama novel aslinya, tapi wajarlah karena naskah film tersebut tidak sama persis dengan novelnya. Kalau dari segi kelucuan, memang sekuel kelanjutan laskar pelangi ini lebih lucu dari film pertamanya, belum lagi banyak pemain pendukung berjiwa musisi yang gw kenal seperti Nugie sebagai guru SMA Ikal, Arai dan Jambrong, serta Ariel Peterpan sebagai Arai yang sudah dewasa. Film ini rada membosankan di tengah cerita karena terlalu sering terdapat scene singkat orang bengong atau scene tanpa dialog hanya ekspresi mimik pemain saja. Apalagi dialog-dialog yang terdapat film ini terlalu ringan dan tidak berat. Soal pemainnya, gw rada kecewa dengan pemeran Ikal saat SMA, entah kenapa ni orang kayak seperti acting dan gak terlihat natural, masih kaku, berbeda dengan Arai yang telah menjadi SMA, mulus, natural dan benar-benar menjiwai.

Gw salut sama peran-peran Arai, ketika Arai kecil, benar-benar sifatnya sama dengan Arai SMA dan Arai yang lulus SMA, pokoknya mirip, apalagi wajah-wajah mereka tidak jauh beda, hingga akhirnya Arai diganti peran dengan Ariel peterpan ketika menjelma menjadi Arai yang lulus SMA, sama persis wajahnya, salut gw sama audisinya. Kalau anda pernah membaca novelnya, peran Ikal dan Arai sama-sama menonjol tetapi ketika anda menonton filmnya mungkin peran Arai lebih menonjol karena dari segi akting peran Arai memang lebih berkualitas.

Gw lebih suka akting nya Ikal pas masih anak-anak, ya walaupun ketika dewasa perannya dimainkan oleh lukman sardi tidak begitu mengecewakan. Menurut gw, film sang pemimpi masih menyimpan kebingungan, ada beberapa scene yang tiba-tiba nongol tanpa dijelaskan maksudnya apa. Seperti adegan lari-lari di awal film, yang katanya ketiga anak ini adalah anak nakal sehingga mengacaukan upacara bendera pada hari senin tetapi tidak dijelaskan kenakalan apa yang mereka perbuat sehingga para murid porak-poranda menyemangati kenakalan mereka. Belum lagi akting kepala sekolah yang dibilang killer menurut gw terlalu kalem, modal penggaris kayu digetok meja hingga menimbulkan suara keras bukan termasuk tipe guru killer.

Gw menyayangkan adegan Ikal (lukman sardi) membuang lembaran kertas foto kopian dijembatan yang ada dibogor, padahal disana sudah jelas-jelas banyak sampah hanyut di aliran sungai tersebut, atau jangan-jangan tiap hari si Ikal membuang sampah disana. Ada adegan menurut gw kurang cocok diliat anak-anak, kalau tak lain dan tak bukan adalah adegan dimana ketiga anak tersebut menonton bioskop dewasa, dan adegan panas dari layar bioskop tersebut diperlihatkan, sekilas tapi terliat scene tersebut menggambarkan wanita hanya mengunakan bra sedang digoda pria mesum hingga bla bla bla bla…..

Tapi dari semua adegan yang gw tonton, gw paling suka saat Ikal memberikan kata bijak saat penutupan pelajaran bahasa Indonesia kepada gurunya (Nugie) “Masa Muda, Masa Yang Berapi-api, Haji roma irama”, duh ileh, gw kira mah apaan eh tahunya cuplikan lagu si bang roma dipakai ikal buat dijadikan kata bijak, ketawa geli gw, apalagi cewek gw gak berenti-berenti ketawanya. Mantap ni lelucon. Sayang , Backsoundnya gw bilang kurang banyak, gak kaya film laskar pelangi, ada scene yang seharusnya ada backsoundnya tetapi gak ada, jadinya terlihat membosankan. Inti dari kisah ini adalah persahabatan, gw salut sama temanya yang bukan mesti cinta-cintaan, not bad lah.

Total nilai film ini 7

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s