Macet dan Brotherhood di malam takbiran

Posted on

Macet dan macet, mulai dari hari senin kemaren gw ngerasain kalau jalan alternative khusus motor sudah dilewati kendaraan beroda lebih dari doa, kalau bajaj sih masih gw tolerir, ini kendaran seperti mobil sudah berani masuk ke jalur alternative yang jalurnya berada persis dipinggir tol. Kesimpulan pertama gw mereka adalah  warga sini, namun secara pemikiran kalau jalur ini adalah perkampungan bukan komplek. Agak ganjal kalau diperkampungan ada yang punya mobil kijang innova, Honda jazz, yaris dan mobil-mobil tergolong mewah. Kesimpulan yang masuk akal, mereka mencari jalur lain untuk menghindari pembayaran tol tapi bisa masuk ke dalam kawasan MM2100.

Makin hari tuh jalan khusus motor macet minta ampun, pertama kali gw lewat situ gak pernah macet. Sekalipun macet biasanya karena perbaikan jalan, tetapi sekarang macet parah karena mobil ngantri dan gak bisa keluar jalur tersebut, karena ni jalur Cuma pas buat satu  mobil, kalau pun dua mobil saling berpapasan salah satu harus minggir agak menjorong agar mobil lain bisa lewat, belum lagi truck pembawa barang pabrik udah berani lewat sini. Tiap gw berangkat gawe slalu telat karena harus terbawa suasana macet, gila aja, biasanya gw paling sejam ke kantor ini sudah harus menelan waktu hampir dua jam karena macet total. Gerah, berkeringat dan kesal.

Makin hari makin gak bisa dilewati ni jalur karena ya itu tadi, jalur ini sudah dipakai buat mobil. Kalian ini punya mobil bagus kenapa gak bisa bayar tol, bisa beli mobil gak bisa bayar tol. Mendingan mobil buat gw, timbang tol berapa perak sih dibandingkan kalian harus berjibaku kegeset stang motor, belum lagi gara-gara kalian jalanan macet, mau nyaingin si komo?. Atau kita bisa tukeran, motor masuk tol, mobil pake jalur motor, gw sih mau aja bayar tol, lega dan pasti bisa top speed terus bawa motornya. Jangan salahkan motor kalau keluar dari jalur tersebut mobil kalian bakal baret-baret karena kita juga sudah kesal jalur kami dipakai juga dengan kalian, udah punya jalur sendiri-sendiri masih babat lahan orang.

Moment terindah pas malam takbiran idul Adha adalah ketika gw pulang gawe, rencana mau buru-buru pulang karena hari itu gw lagi puasa pengen buka dirumah. Pas nyampe jalur tersebut, macet total boooooooo. Mobil-mobil berjejeran tak bisa lewat, bahkan dijalur lawan juga sama. Alhasil tanpa banyak pikiran, gw langsung muter dan cari jalur kampong lain. Yang ikut balik arah sih banyak, ada ratusan motor, gw langsung ngasih kode-kode putar arah setiap ada anak motor mau lewat jalur tersebut. Yak kita masuk ke pematangan sawah, gw sih ikutin orang banyak aja, secara gw gak tahu mau tembus dimana, daripada gw nyasar dan tembus-tembus tol jagorawi kan repot.

Pas dijalur yang benar-benar becek banget, tournament off road dimulai. Satu persatu motor terjatuh sodara-sodara karena melewati perlintasan yang benar-benar becek, tanah basah tak bisa dijinakkan roda sehingga motor mengelak kemana-mana. Gw pun merasakan hal yang sama, dimana gw melaju motor kedepan tetapi tuh motor gw malah jalan menyamping kaya kepiting. Harus bersusah payah melintasi jalur ini, butuh tenaga ekstra di hari gw berpuasa sedangkan jam sudah mau magrib. Ketika sedang asik ber-off road ria, dipersimpangan jalur, gw melihat anak HTML sedang trouble dijalan, orang tersebut yang sering menyapa gw dijalan dan bekerja di kawasan MM2100 juga. Kasian ni orang udah motor penuh tanah, dirinya harus becek-becek bingung betulin motornya, sedangkan teman se-HTML nya hanya nanya doank abis itu ninggalin orang tersebut.

Inikah yang dinamakan brotherhood, kalian satu club, kenapa tidak saling membantu. Karena gw merasa kasian dan HMPC mengajarkan Brotherhood dimanapun serta rela menolong siapapun baik club maupun non club, langsung saja gw menolong orang ini dulu baru melanjutkan permainan off road. Ternyata roda depannya tidak bisa bergerak akibat tanah menumpuk didalam spakboar nya, dia kebingungan karena tidak mempunyai kunci 8, just kunci 8. Alhamdulillah gw lagi bawa perlengkapan bengkel, alhasil kunci 8 bisa mudah gw temukan di dalam box motor gw. Kita copotin spakbor depannya dan akhirnya bisa melangkah lagi tuh motor tiger. Magrib pun menjelang dang w gak punya bukaan bahkan disini gak ada warung. Beruntunglah bro wahyu yang bekerja di alesco ini juga sedang berpuasa dan membawa air putih seliter, akhirnya gw dapet bukaan dan seteguk air putih mengisi kerongkongan gw melepas dahaga.

Sip, kita saling kerja sama melewati rintangan ini, motor besar kita terlalu sulit untuk melewati jalur ini. Gw sempat terjatuh karena motor gw selip sama tanah, akhirnya ditolong sama bro wahyu dari HTML Bekasi. Kita saling bantu membantu, hingga sampailah kita keluar jalur nista ini, dan dengan nafas lega melanjutkan menelusuri kalimalang. Didepan grand wisata macet parah lagi, ah bisa gila lama-lama gw, udah lepas satu masalah eh muncul masalah kemacetan lagi. Terpaksa kita ambil jalur lain menuju tambun namun tetap pelan-pelan karena ban motor kita masih basah dengan tanah. Kita berdua iring-iringan sembari mencari cuci steam namun gak ada yang buka.

Kita sempat istirahat ditukang kelapa ijo, disana kita berbincang-bincang tentang klub kita masing-masing, seru juga. Lebih seru lagi gw dibayarin minum kelapanya, lumayan karena gw juga lagi gak ada duit tinggal 10ribu, itupun ada dijas hujan. Alhamdulillah, rejeki gak kemana sodara-sodara. Kita melanjutkan pulang bersama, dari sini kita berdua merasakan indahnya persaudaraan apalagi dia berpikir gw rela banget berbecek ria bersama dan menemani dirinya hingga malam hari sedangkan teman-temannya meninggalkan begitu saja.

Sampai rumah gw langsung guyur si meggy dengan air segar, merontokkan tanah merah di tubuhnya. Ini memecahkan rekor gw pulang kantor, dari kantor jam 5 dan sampai dirumah pukul setengah 8 malam. Jam 9 kelar nyuci si meggy, gw langsung isi perut dengan makanan karena seharian gw belum makan, untung perut gw gak maag. Thanks buat bro wahyu udah mau membantu gw melewati jalur nista sampai dorong-dorong motor gw karena gak kuat melahap jalur basah, kalau gak ada bro wahyu mungkin motor gw gak bisa keluar dari jalur ini. Kita sama-sama tertolong, thanks juga kelapa ijo nya. Keep brotherhood……

2 thoughts on “Macet dan Brotherhood di malam takbiran

    dir88gun said:
    1 Desember 2009 pukul 8:55 am

    Assalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Saudaraku di seluruh penjuru dunia maya,
    Tanpa terasa, untuk sekali lagi, Idul Adha telah berlalu dari hadapan kita.
    Idul Adha…
    Simbol pengorbanan ikhlas dari seseorang untuk sesuatu yang dicintainya.
    Gema perjuangan baru setelah menjalani kita simulasi perjuangan di bulan Ramadhan.
    Sebuah momentum awal, untuk kesekian kalinya, guna mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta.

    Sekarang, mari kita renungkan sejenak,
    Sudahkah kita mengorbankan ego diri kita untuk memperbaiki keadaan umat?
    Sudahkah kita mengorbankan kepentingan dunia kita untuk memenuhi kebutuhan akhirat?
    Sudahkah kita mengorbankan kehidupan maksiat kita untuk kembali memperjuangkan syariat?
    Sudahkah kita mengorbankan sebagian rizqi yang telah diberikan kepada kita untuk bersyukur atas segala nikmat?

    Ingat saudaraku,
    maut dapat menjemput kita dimanapun dan kapanpun,
    seperti kita lihat telah dialami oleh hewan-hewan ternak ketika Idul Adha.
    Untuk itu, apabila kita belum mewujudkan rasa syukur kita,
    MARI KITA “BERKURBAN” SESUAI DENGAN KEMAMPUAN KITA SEKARANG JUGA!

    Ketahuilah saudaraku,
    The man who seeks the world
    will get nothing except fading shadows.
    But…
    The man who walks the path of heaven
    will rule over everything.
    yang intinya, gunakanlah duniamu untuk akhiratmu!

    Selamat hari raya Idul adha.
    Semoga Allah memberikan keikhlasan dan kekuatan kepada kita untuk berkurban.
    Dan semoga setiap pengorbanan yang kita lakukan dibalas dengan sebaik-baiknya.

    Mohon maaf jika ada perkataan yang salah atau kurang berkenan.
    Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya, jazakallah.

    Wassalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    http://eramuslim.com/nasihat-ulama/ustadz-fathuddin-ja-far-meneladani-konsep-pembangunan-nabi-ibrahim.htm
    http://hizbut-tahrir.or.id/2009/11/24/tunduk-dan-berkorban-demi-tegaknya-syariah-dan-khilafah/
    http://muslim.or.id/

    _____________________________________
    INDONESIA GO KHILAFAH 2010
    “Begin the Revolution with Basmallah”

    Sena Kobayakawa said:
    2 Desember 2009 pukul 8:56 am

    DISAAT ELU SENGSARA BEGITU….
    GW LAGI ENAK2AN MAKAN2 DI SOLARIA PIK…..
    TRUS NUNGGU MIDNIGHT NONTON NEW MOON AMA TEMEN2 KANTOR GW….

    WAH MEGGY LU LEBIH KEREN TANPA TANGKI PIK….LEBIH LANGSING…LIFE IS NEVER FLAT !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s