Club Motor Apa Gangster ?

Posted on

Fenomena club motor memang sedang menjamurnya, dari club motor dengan tipe bebek, batangan, sport hingga campuran menjadi daftar panjang nama-nama club motor di Indonesia. Ada yang bersifat hanya hobie sampai yang serius. Kebanyakan mereka mengusung tema Brotherhood yang artinya persaudaraan atau bersaudara, namun kebanyakan dari mereka tidak mengetahui artinya dan hanya omong doang. Nyatanya dijalanan pun kata brotherhood sudah tertutup oleh kata arogan.

Gw sendiri adalah anak motor oleh salah satu club motor terbesar di tanah air, selama tiga tahun menikmati dunia club motor ada satu titik gelap yang gw pelajarin. Kebanyakan dari club motor tidak berbeda jauh dengan gangster ataupun geng motor. Para pemimpin club motor menjunjung tinggi apa yg namanya persaudaraan tapi nyatanya mereka mempunyai permusuhan antara klub ini dengan klub itu, mirip gangster. Sebenarnya gw amat sangat kecewa dengan club-club motor yang ada ditanah air, hanya karena motor mereka jadi musuh dan karena hanya seorang pemimpin yang membenci sebuah klub lain, para anggotanya menjadi ikut-ikutan membenci padahal detil kebencian tersebut mereka saja tidak tahu sama sekali. Istilahnya ketua mengajak anak buahnya untuk membenci dan tak lain menjadikan kebencian itu pemutus persaudaraan.

Gw sendiri tidak pernah mau membenci klub motor manapun, buat apa gw membenci saudara gw sendiri, satu bangsa gw sendiri dan satu bahasa gw sendiri. Tidak jarang dijalanan terjadi bentrok antar klub motor yang akhirnya dibawa-bawa ke induk komunitas tersebut, miris gw dengernya. Selama ini banyak orang yang membenci salah satu klub dengan alasan yang bermacam-macam tetapi gw tidak mau ikut-ikutan, toh buat apa gw mencari musuh karena didunia ini kita hidup sekali, menikmati perdamaian saja susah buat apa memperkeruh suasana yang saat ini sudah keruh. Memang apa salah nya sih kita berteman dengan klub lain tanpa harus memandang merk motor ataupun golongan, apa mereka tidak berfikir kalau ada trouble dijalan siapakah yang bakal menolong nanti, sesama klub? Atau klub lain?

Seharusnya setiap pemimpin klub motor memiliki persaudaraan yang erat terhadap semua makhluk, tidak cepat membenci dan tidak mempengaruhi anggota lain untuk membenci. Setiap manusia memiliki hak untuk membuat sebuah organisasi dan kewajiban kita adalah mengawasi organisasi tersebut agar tidak melenceng dari kebenaran, adapun jika organisasi tersebut memberikan sisi negatifnya maka kita harus menegur dengan halus tidak perlu secara kasar. Masing-masing punya agama, punya Tuhan dan mempunyai kitab suci sebagai bimbingan hidup, kalian bukan orang primitif yang tidak mengenal persaudaraan. Agama Islam mengharamkan hambanya yang diperbudak oleh kenikmatan dunia, hal ini disamakan dengan klub motor yang diperbudak motor.

Kita mungkin sangat mencintai apa yang kita punya tetapi tidak perlu lah sampai diperbudak, gara-gara motor hubungan silahturahmi antar umat manusia terputus, apakah tidak ada rasa malu?, yang tolol itu siapa?. Kalau mereka tetap seperti itu, apa bedanya dengan gangster yang seharusnya diberantas dari muka bumi ini?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s