Merantau : Film yg cukup sadis

Posted on

MerantauPoster

Kamis malam sepulang kerja gw ada janji nonton bareng Deborah dan teman-temannya. Alangkah senangnya, apalagi film yg gw tunggu-tunggu akhirnya muncul juga dibioskop kesayangan gw. Kebetulan juga uang lemburan gw udah cair jadi bisa traktir teman-teman nonton, walaupun akhirnya mereka gak mau ditraktir ha…ha….. sesampai nya di bioskop baru gw doang yg datang sedangkan film merantau udah mulai, gw mau beli tiket ragu karena gw gak tau untuk berapa orang sedangkan apakah si temannya deborah mau menonton film pilihan gw?.

            Gw telp dan gak lama deborah bersama temannya Anna, tiket udah dibeli buat 4 orang tinggal menunggu ardi yang katanya adalah teman kenalan deborah di bekasi square. Rada bete juga sih, karena gw masuk studio jam 7an, sedangkan film udah mulai pukul setengah tujuh, ya kehilangan setengah jam padahal gw paling suka liat trailer film sebelum film utama dimulai. Satu gelas besar pepsi dan satu bungkus popcorn ukuran besar menemani gw nonton, deborah memilih duduk deket gw ehm.. lumayan dah lama gak nonton dekat cewek lagian si deborah butuh gw buat teman ngobrol tentang film yg kita tonton.

            Merantau, merupakan film drama kolosal, penuh aksi pertengkaran. Awal dimulai film ini memang agak jenuh, upacara adat padang pelepasan anak rantau dibuat secara simple dan ringan. Yuda, nama pemeran utama dalam film ini adalah anak silat dari Harimau Putih, walaupun tidak begitu jago tapi dia cukup tangguh. Awal keberangkatan ia kejakarta dimulai dengan pertemuan dua jagoan silat dari tanah padang, mereka berkenalan di bis menuju jakarta dan berpisah dijakarta, namun ditengah cerita mereka bertemu kembali. Cerita aksi ini dimulai saat yuda menyelamatkan seorang gadis penari yang hak nya direbut oleh seorang mafia. Dari sinilah yuda terlibat kasus besar yang melibatkan gadis tersebut, bahkan seorang erik, teman yuda saat berkenalan di bis tersebut menjadi musuh, kenapa?. Pertamanya yuda diajak untuk bertarung melawan jagoan dijakarta untuk memperoleh uang namun yuda tidak mau karena silat bukan untuk kekerasan maupun membunuh.

            Singkat cerita pertarungan demi pertarungan dimulai dengan begitu sengit, apalagi dua musuh utama dalam film ini adalah orang barat, figuran hollywood tapi di film merantau tidak menjadi figuran. Secara keseluruhan aksi menegangkan yang ditawarkan sang sutradara memang patut diacungi jempol, seperti kita menyaksikan film jackie chan. Trik-trik pertarungannya hebat, ketika sang musuh melompat dan sang jagoan menusukkan bambu didada menurut gw itu mantap, sangat real walau gak sampai menusuk sang musuh, adegan jatuh dari ketinggian juga enak diliat, sadis dan bukan efek komputer. Gw suka adegan berantemnya, keren, apalagi pemeran utamanya adalah seorang pesilat sungguhan dari aliran betawi dan dia bermain tidak menggunakan stunt man sama sekali. Mantap!!

            Buat yang tidak suka dengan darah muncrat, kekerasan ataupun cerita yang sadis, lebih baik urungkan niat untuk menonton film tersebut. Darah yg muncrat menurut gw terlalu berlebihan, apalagi warna darahnya kok pink dan bukan merah ha..ha…, koreksi pak sutradara. Dua orang bule tersebut seperti tidak punya rasa sakit ketika kepalanya ditimpuk dengan botol beling secara beneran, efek luka nya mantap, beling-beling tersebut nancep dimuka, yang satunya di timpuk pake gelas beling sama temen bule nya sampe palanya bocor, ah cukup sadis, darahnya gak berhenti keluar. Tapi mereka cepet sembuh. Kayak wolverine ya. Gw paling aneh sama yuda, dia gak ganti baju, baju nya itu-itu aja mirip nobita, ketika berantem pasti baju tersebut kotor dan ada darah tetapi besoknya baju tersebut udah rapih bersih tanpa noda, apakah yuda nyuci baju dilaundri sambil telanjang?. Tidak mungkin. Apalagi yuda tinggal di lokasi proyek, tidur dipipa beton dan gw heran kok pemilik proyek gak negor atau basa basi apalah, cukup aneh menurut gw.

            Gw suka sama adegan penembakan di lift, bagus efeknya, walaupun sadis, darah muncrat dan tembok lift penyok-penyok kena pantulan peluru, disajikan seperti menembak dengan peluru atau pistol beneran, salut gw sama efek ini, mantap gan. Kalau penasaran lebih baik tonton sendiri, daripada nonton film cinta yg gak jelas ataupun setan yg mesum lebih baik nonton merantau. Jangan harap ada adegan ciuman seperti film cinta, ataupun adegan ranjang sepasang kekasih, ya walaupun ada adegan si gadis bernama astri hanya berbalut selimut tapi menurut gw bukan mesum. Secara penilaian dari gw, film ini cukup bagus, gw nilai adegan aksi nya sangat mantap, namun  segi detail dan cerita masih rendah. Semoga ini adalah langkah awal kemajuan industri film indonesia, film ini beda bung!!

Total nilai film ini adalah : 7.5

2 thoughts on “Merantau : Film yg cukup sadis

    dila said:
    3 Mei 2010 pukul 4:30 am

    semenjak nonton merantau q jadi ngefans bangetzzz sama iko uwais…habis silatnya keren banget…ganteng lagii..
    tapi sayang Endingnya menyedihkan iko nya menibgga..hiksssT_T

      thetawvic responded:
      3 Mei 2010 pukul 4:36 am

      iya ya, padahal keren lho, ya gak selamanya jagoan itu hidup, tapi bagus juga karena endingnya beda…. salut buat sutradaranya walaupun bukan orang indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s