Bikers

benci lampu lalu lintas karena………..

lights

jeleknya lampu rambu lalu lintas lampu rambu lalin memang bentuknya jelek, ga pernah ada yg bilang, “wow lampu lalin itu ganteng sekali”. pasti aneh kan. lampu lali yang akan berwarna merah kuning hijau secara bergantian, sangat banyak dijumpai disetiap jalan protokol. saat ini sejumlah lampu lalin dianggap tak layak nyala, mengapa? karena memang tak layak, selama gw menggunakan jalan umum banyak kejadian tidak mengenakan terhadap lampu tersebut.

1. tidak ada lampu kuningnya
lampu lalin yg wajar adalah bila akan menuju lampu merah atau hijau pasti dia akan menyalakan lampu kuning yg berarti hati-hati atau siap-siap, baru deh lampu merah atau hijau menyala namun saat ini banyak lampu lalin ga ada lampu kuningnya, dari hijau lalu tiba-tiba saja merah, sehinga membuat pengendara kaget bukan main. kecelakaan pun mungkin bisa terjadi apalagi untuk para pengendara yang tidak sabaran. untuk antisipasinya, setiap lampu hijau atau lampu merah akan habis jangan langsung menancap gas, tunggulah beberapa detik agar tidak ada kendaraan lain yg nyeleweng. klo main serong pasti enak….

2. lampunya mati
lampu ijo, merah maupun kuning ga nyala?. gw hampir kecelakaan gara-gara hal ini. sering terjadi di perempatan-perempatan, gw kan ga tahu maksud dari matinya lampu tersebut merah apa ijo, ya gw terobos dan hampir saja kecium truck fuso yg lewat. rupanya padamnya lampu tersebut menandakan lampu merah. gw liat jam padahal bukan jam 17:22 atau biasa disebut jam penghematan lsitrik. plis donk dibenerin, untuk sobat bikers, tolong hati-hati, jangan tancap gas bila ada lampu lalin yg mati, alon-alon aja.

3. kealingan pohon/banner iklan
kejadian ini pernah gw alamin, waktu itu gw lagi ke kebon jeruk, karena lampu lalinnya ke alangan pohon gw ga tahu jika lampu merah, gw ga liat dan hasilnya gw periwitin polisi, gw berenti?. kagak, karena kecepatan gw juga lagi tinggi, kalau berenti nanti stopnya kejauhan kasian si pak polisi nyamperin motor gw kejauhan. lampu lalin jangan di umpetin bung, dibuat dari pajak, digunakan dengan bijak dong. diumpetin buat apa sih?

4. tukang ngamen dan tukang jualan
memang dimanapun lampu merah, pasti mereka ini berada disana, ya tukang ngamen, segala jenis ngamen ada dilampu merah, mulai dari anak-anak, punkers “pangkers”, sampai banci murahan ngamen ala sinden. ada juga tukang jualan, mulai jualan koran, rokok sampai jualan anaknya sendiri, kadang juga jualan gak jelas, ga sesuai dengan kebutuhan jalanan. kenapa gw ga suka, karena kadang ngalangin jalan. mending klau jualan atau ngamennya liat waktu, lampu ijo pun mereka masih berada ditengah, gw kan takut nabrak mereka aja. klo ketabrak kan kasian. kalau pas merah mereka beraksi sih oke aja, tapi klo lampu udah nyala ijo, plis deh minggir.

5. lampu nya burem/buluk
namanya juga terletak dijalan, pasti debu, kotoran, minyak sampai bangkai burung menghiasi lampu lalin. tak jarang membuat cahaya lampu tersebut memudar tak terlihat. hasilnya ?, ya kita harus jeli mengetahui lampu apa yg sedang nyala, ya kcuali bila terdapat pengatur waktu seperti lampu lalin dijalan-jalan besar tapi kadang juga erorr…., saran gw sih, setiap mau melintasi lampu lalin, jalan aja pelan-pelan, klo gak keliatan mending buka kaca helm, turun dari motor atau nanya sama orang “mas yg nyala ijo apa merah?”

6. hitungannya gak sama
ya maksudnya adalah, ketika merah detik di layar detik menunjukkan 120 detik tapi kenapa jika hijau cuma 30 detik, beda banget jauhnya. kita diberhentikan dua menit tapi cuma dikasih kesempatan jalan selama 30-40 detik, kalau kita berada diurutan belakang mau tidak mau kena lampu merah lagi, ya nunggu dua menit lagi. alau lagi kebelet berak, berak aja disitu biar sekalian nunggu waktu abis.

7. hitungannya gak tepat
masa dari detik ke 30 tiba-tiba udah balik ke detik merah, wow, bego amat tuh lampu lalin. tiba-tiba bisa langsung merah dari lampu ijo. mungkin karena rusak jadi ngitungnya ngaco ya. ati-ati aja, perhatikan terus tiap detik yang ada dilayar lampu lalin. bila langsung merah tapi anda berada di tengah perempatan atau pertigaan, hajar aja, jangan ngerem mendadak, kalau ngerem malah ditilang atau ditabrak dari samping, belakang, depan hinga tengah.

8. lampu lalin yg diacuhkan
sebenarnya ada rasa kasian sama lampu lalin seperti ini, dia dengan setia berdiri tegap, mengahadap satu arah sambil memberikan cahaya merah kuning ijo tapi tetap tidak digubris sama bikers. alasannya ?, jalanan ini sepi pengendara sehingga kalau berhenti pun memang tidak ada pengendara diarah lawan. atau biasanya jalan tersebut sebelumnya tidak terpasang Lampu lalin, sehingga orang lain akan tidak sadar jikalau jalanan tersebut sudah terpasang lampu lalin. untuk bikers yang baik dan disiplin, melihat lampu lalin baik sepi pengendara maupun ramai dia akan tetap berhenti bila lampunya merah. keep safety riding………..

kedelapan alasan tersebut yang membua gw sedikit prihatin terhadap pangaturan lalu lintas dinegara kita, untuk apa pajak kita selama ini bila infrastruktur lalu lintas tidak dibenahi. jangan salahkan selalu para pengendara. berilah contoh baik, agar para pengendara menghormati. dimulai dari lampu merah yang benar, barulah traffic jam lainnya. keep safety riding, salam roda dua…….

Iklan

2 thoughts on “benci lampu lalu lintas karena………..”

    1. selain lampu merah yg rusak, dibandung banyak banget forboddennya. pertama kali kesana bingung, kok satu arah tapi lawannya dua arah. forbodden pula…..xi xix xi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s