korek mesin ? pake akal sehat!

Posted on

korek mesin ? pake akal sehat!

banyak pemilik kendaraan tak pernah puas akan kecepatan yang dicapai kendaraanya masing-masing, punya motor 100cc pengen di naikin jadi 150cc, punya 150cc pengen dikorek sampe 200cc dan dari 200cc pengen di up lagi jadi 250cc. memang manusia tidak pernah puas, buat apa sih korek-korek mesin ?
ada yang beralasan untuk balapan, untuk balapan sih maklum, butuh speed tapi yang lucunya lagi banyak para penikmat korekan itu hanya sebatas penggunaannya untuk keseharian, naik motor pulang pergi kekantor. banyak kejadian kecelakaan di Indonesia disebabkan pemilik kendaraan tidak mampu mengendalikan kecepatan motornya, buat apa motor ber cc besar kalau ngerem saja tidak mampu, permasalahan skill memang selalu dijadikan kunci utama menggunakan kendaraan. kalau cuma buat keseharian mending dibuat standar pabrik saja, selain irit, uang gajipun tidak cepat habis. di ibukota seperti jakarta pun kecepatan 100km/jam jarang bisa diraih, maksimal juga hanya sebatas 60km/jam. kenceng-kenceng mau kemana sih bang ?
saya juga gerah melihat para penggila turing mengorek kendaraannya, gak efesien bro. boros bensin dan buat apa kenceng-kenceng toh gak bakal bisa nyampe sesuai waktu juga. saya punya pengalaman dari temen juga, dia penggila kecepatan tapi gak suka balapan layaknya road race atau balapan liar, hobinya ngebut dijalanan. suka jelekin motor saya yang masih standar tapi saya gak sedih karena saya menggunakan akal sehat. tak lama kemudian diapun stress karena mesin motornya jebol, niscaya biaya perbaikannya bakal melebihi uang yang ia keluarkan ketika mengorek mesin. motornya ngebul kecepatannya pun tidak lebih baik dari motor cina, kalau sudah turun mesin begitu sudah susah lagi.
kecepatan, gak perlu kita capai begitu cepat, kalau cara naik motor kita benar, saya jamin lancar-lancar saja dijalan. semakin sering motor dibawa kencang semakin cepat pula motor menjadi tua mesinnya. saya pernah coba riset hasil motor bebek saya, rupanya dengan perlakuan standar anjuran pabrikan, ini motor masih bisa ngacir walau umurnya sudah 5 tahun lebih tapi memang topspeednya sudah menurun karena belum turun mesin.  jangan melakukan hal tanpa akal sehat, cepat sampai bukan harus wajib ngorek mesin. positif thinking and keep safety

efek jelek korek mesin :
1. boros uang dan bahan bakar
2. umur motor jadi lebih singkat
3. garansi pembelian hilang
4. harga jual tidak bagus
5. susah untuk menjadikannya standar

9 thoughts on “korek mesin ? pake akal sehat!

    agoi said:
    30 Juli 2009 pukul 1:13 pm

    gw sh setuju ma artikel diatas.
    tp lain orang kan lain jg fikirannya.
    mgkn yg suka ngorek mesin itu udh jd hobi mereka.
    asal hobinya mereka itu tdk merugikan qt.

      thetawvic responded:
      31 Juli 2009 pukul 7:31 am

      betul bro, tapi terkadang orang yg udah korek mesin kebut2an dijalan, bahayain pengguna jalan lainnya

        maulana said:
        2 Mei 2010 pukul 3:34 am

        punyaku enngak bro motor ku tak kasih seker skorpion g’ jebol,,,,,

    rehan said:
    17 Desember 2009 pukul 8:15 am

    tapi bagi q sah2 aja yang penting dia mau mempertangungjawakan nya aja klw2 trjadi apa2 pada pengguna lainya

      aji said:
      23 Mei 2011 pukul 1:06 am

      memang sih tidak ada yang melarang, tapi jika sampai orang yg celaka itu meninggal dunia? kan hukum musuh nya? motor cepat belum juga menjamin orang untuk berhati-hati. begitu teman,

    dismas070492 said:
    15 Januari 2010 pukul 11:01 pm

    ya korek mesin itu hal terakhir. Yang pertama itu skill berkendara. Kalo skill udah perfect, kecepatan lumayan tinggi bisa diraih pakai motor standar. meskipun terbatas.

    kz briges said:
    1 Oktober 2010 pukul 9:58 am

    menurut gua motor korekan itu bagus bisa di pake blapan

    Dian said:
    20 Mei 2011 pukul 12:45 pm

    Aku paling ska mtor kenceng….

      Tawvic responded:
      21 Mei 2011 pukul 1:24 pm

      kenceng harus safety bro…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s