My Word

Pentingnya Beramal

manusia memang gak punya rasa puas, termasuk gw sendiri yang gak punya rasa puas tapi rasa ketidakpuasan gw gak terlalu menggebu-gebu, pelan tapi pasti, selama mendapatkan pekerjaan baru, ingin rasanya beli ini beli itu tapi bingung juga mau dibeli pake apa?. gajinya gak sebesar gaji paman sam, atau pedagang mobil bekas. tapi orang tua gw pernah nyaranin kalau gw jangan terlalu banyak berfantasi ingin ini ingin itu, cukup iklaskan dan sukurkan atas apa yang sudah gw punya. bila waktu sudah berkehendak, jangankan mobil ferrari, mobil kijang berbody emas pun bisa dikasih sama Allah SWT. ada rahasia dari bokap gw tentang cara menambah rejeki, terbukti dari bokap gw sendiri walaupun gajinya gak gede tapi rejeki yang lainnya Alhamdulillah terpenuhi, pengen apa bisa tercapai, bahkan rejeki yang gak kepikiran aja bisa terwujud, ada aja yang ngasih.
beramal, mungkin lisan mudah diterapkan tapi secara nyata agak susah. banyak orang yang memiliki harta, berjabat sebagai bos tapi kalau ke masjid cuma isi kotak amal seribu rupiah, padahal didompetnya seribu rupiah tersebut tidak sebanyak uang ratusan ribu yang ada didompetnya. padahal sholat jumat itu seminggu sekali berarti dalam sebulan dia cuma beramal sebanyak 4ribu rupiah,  pantas saja banyak bos-bos yang gak tenang dalam hartanya dan kekayaan mereka tidak diberikan berkah, alhasil kekayaannya/ rejekinya tersebut tidak turun ke anak-anaknya.
kalau beramal jangan pernah menetapkan nominal, apa yang ada didompet saat itu juga harus dijadikan calon harta amal kita, gak perlu sampai seluruh isi kantong, minimal 25% dari isi dompet kita asalkan iklas. toh, Tuhan tidak akan memberikan kesusahan bagi orang yang beramal bahkan Allah Berjanji untuk orang yang beramal akan dijanjikan rejeki lebih dari apa yang pernah ia berikan.
jangan pernah pilih-pilih dalam beramal, ketika melihat pengemis mungkin ada rasa ingin memberikan uang sebagai rasa kasihan kita tapi dibalik itu semua ada rasa ketidakpercayaan atas pengemis tersebut, bisa saja si pengemis tersebut hanya berpura-pura. perlu diingat, ketika kita berniat beramal saja sudah mendapatkan pahala dan jika kita memberikan sebuah uang untuk beramal tanpa berpikir macam-macam, niscaya uang yang kita keluarkan tidak sia-sia walaupun sang pengemis tersebut memang bukan pengemis, hanya seorang yang malas bekerja dan hanya bisa meminta minta.
bila teman kita berhutang, ringankanlah hutangnya namun jangan sampai kita memanjakan dia atas hutangnya, cukup potong beberapa persen hutangnya bila memang si penghutang tidak bisa membayar secara penuh. jangan juga kita beramal hanya dia-dia saja, masih banyak orang yang memerlukan bantuan kita, jangan pilih kasih dan jangan berharap si penerima sumbangan kita bakal mengingat kita sampai akhir hayat.
kalau gw biasanya kalau ada keinginan yang ingin dibeli ya cukup beramal saja, misal saya mau diberikan rejeki membeli sebuah laptop, sayapun rajin “maaf bukan bermaksud riya ya, ini hanya contoh kok”, beramal selama saya mampu. alhasil gw bisa dapat laptop tersebut dengan hal yang tidak terduga lho.
yuk mari kita beramal, sekecil apapun sumbangan kita tapi kalau rajin memberi akan menjadikan tabungan akhirat dan bila tabungan itu mau kita ambil, silahkan minta kepada Tuhan YME, Isnya Allah Terkabul dengan penuh barokah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s