SEHARIAN BERSAMA MANUSIA LUAR KOTA

Posted on Updated on

SEHARIAN BERSAMA MANUSIA LUAR KOTA

 

Dilihat dari saja sudah barang tentu, tentu barang sudah menjadi bingung. Pada hari kamis kemarin gw mengalami keseharian yang penuh dengan rasa humor, sedih dan mual. Pada hari itu PT. Jotun Indonesia mengadakan acara Employement Gathering (istilahnya boleh gw rakit sendiri). Sebenarnya ini adalah acara perpisahaan anak-anak karyawan Jotun yang berada di luar Jawa. Dihadiri para kandidat dari seluruh Indonesia. Kebetulan juga gw ini karyawan baru di PT. Jotun Indonesia, maka dari itu wajib ikut agar seluruh para karyawan jotun bisa mengenal wajah manis dan lucu ini.

Saat itu terik mentari menjilati tubuh gw sampai gelisah (geli-geli basah), panasnya bukan main. Gw dan para karyawan Jotun berada di dufan, letaknya berada di ancol, kalau belum ada yang pernah kesana mendingan tidur siang lebih sering dan berharap bisa bermimpi datang ke dufan. Nasib mengantarkan diriku ke kelompok yang isinya orang-orang yang pertama kali mampir ke dufan. Gw terdampar di kelompok yang terdiri dari enam orang karyawan Jotun dari luar jawa, diantara mereka ada yang dari Papua, Makasar, NTB, Padang dan Pekayon, ehm… ya Pekayon. Daerah terpencil dipulau skandinavia. Paling heboh diantara manusia yang terheboh adalah orang makasar yang bernama Pak yus, nama lengkapnya gw lupa, yusno, yusril apa yus mangga.

jotunindonesiasalesconference300_225

Setiap ada permainan atau wahana yang paling aneh dia langsung berteriak dengan suara khas orang makasar “itu apa kawan, matilah mereka dikocok-kocok seperti itu”. Kalimat itu pun terus diulang-ulang setiap melihat wahana yang bagi dia merasa mengerikan Cuma terkadang sedikit dimodifikasi kalimatnya seperti “ah… kawan itu, kau lihatlah, siksa manusia sekali”. Gw pengen bercerita tentang Pak Yus, berbagi pengalaman bersama Pak Yus yang perdana menginjak kakinya di dufan, kali ini gw dengan terpaksa menjadi tour guide dan dibayar dengan J.CO Donut dari Pak Arief (sebenarnya gw minta paksa ha…ha…).

 

Alap-alap

Permainan ini mirip halilintar, Cuma wahana ini tidak ada puteran spiral yang membuat nyawa terasa dibuang kemana-mana. Gw bersama rombongan naik permainan pertama kami, pak Yus merasa sangat asing ketika duduk di bangku paling belakang. “bagaimana permainan ini kawan?”ia berkata sambil mencari letak pas pantatnya di kursi. Beruntung gw masih mendapatkan bagian tempat duduk, walaupun agak sesak tapi mengingat resiko besar yang bakal gw hadapi, gw jadi iklas menghadapi semua ini semua. Permainan pun meluncur, wahana yang sebenarnya untuk anak-anak ini langsung melesat kencang, membuat rombongan Jotun yang gw gabung berteriak sejadi-jadinya. Sebenarnya gw gak pengen teriak-teriakan tapi kalau gw Cuma diem aja nanti disangka sombong dan gak brotherhood, makanya gw teriak sejadinya biar semakin wah…..

Setelah wahana ini menepi, wajah para sahabat jotun begitu bahagia terlintas tetesan keringat nya bercahaya menandakan mereka senang dengan apa yang mereka rasakan. Tak terkecuali Pak Yus yang seolah olah ingin berkata “lagi…. lagi…..”, namun gw cepet-cepet urungkan niatnya agar orang lain tidak menyangka kami hanya berani bermain di wahana alap-alap. Seluruh rombongan semakin semangat untuk mencoba permainan yang lebih menantang. Tak jauh dari alap-alap berdiri megah wahana tornado yang konon (jangan dibalik bacanya) telah memakan korban jiwa. Kalo mereka mau naik wahana tersebut gw lebih baik abstain karena kondisi gw lagi kurang sehat, gw kena penyakit cepe-cepet-makan. Setelah melihat bagaimana wahana tersebut bergerak, Pak Yus dan lainnya tidak jadi naik karena belum naik saja mereka sudah mual melihatnya.

 

NIAGARA

Saatnya basah-basahan, zat air memang membuat kami tergoda untuk menyegarkan diri di terik mentari yang telah mentanduskan kulit kami. Segeralah kami menaiki permainan tersebut. Sebelumnya para rombongan tidak curiga kalau permainan ini bakal ekstrem karena pas awal perjalanan wahana ini Cuma berjalan pelan menelusuri gorong-gorong yang terdapat patung aneh tapi ketika berada dipuncak niagara dan meluncur barulah perasaan berkecamuk antara pengen jatuh sampai memikirkan celana kolor yang basah. Sialnya gw berada di bagian depan perahunya. Baju gw basah kuyup mirip kucing abis kecemplung got. Yang lainnya merasa senang dan ketawa-tawa geli melihat gw kebasahan, hanya Pak Yus saja yang agak dibohongi oleh Pak Ian yang sebelumnya memberitahu permainan ini tidak membasahi tubuh.

 

 

Rumah Miring

Gak jelas konsep permainan ini, pertama kali ke dufan waktu kecil gw gak pernah absen masuk kerumah miring, sampai sekarang pun gw masuk kedalam. Sebenarnya gak ada hal yang seru, Cuma didalamnya aja yang aneh, rumah kayu dengan lantai miring beberapa derajat saja sehingga membuat tubuh agak miring dan otak sedikit bergeser. Dari dulu gw heran kenapa pihak dufan membaut rumah aneh seperti ini yang notabene nya gak ada tantangannya, kenapa juga gak membuat rumah terbalik atau rumah tengkurep dari pada miring gak jelas.

 

 

3D Log Ekstreme

Ini permainan yang ringan, Cuma duduk didalam ruang teater dan kursi tempat kami berduduk (ha…ha… bahasanya…..) berguncang-guncang, merusak pantat dan merusak tulang ekor gw. Gw kedapetan kursi paling depan dan kursi paling depan adalah kursi paling tidak enak, karena mata berhadapan langsung dengan screen dan view nya kurang enak aja. Sebelah gw ada Pak Yus, dia sempet kebingungan karena seatBelt atau sabuk pengamannnya tidak muat, perutnya yang offside membuat dia kesempitan. Setelah diakal-akalin akhirnya bisa juga seat belt tersebut memeluk perut Pak Yus. Permainan pun dimulai, adegan balok kayu terjatuh diperlihatkan, kursi pun berguncang-guncang membuat pantat gw sakit. Setiap orang pada berteriak-teriak mirip teriakan berada diroller coaster tapi ini Cuma simulasi jadinya gw gak dapet feel nya sama sekali, apalagi gw liat screen nya membaut mata perih, gak enak banget deh. Ketika orang berteriak “WAHHHHHH……” Pak Yus Cuma bisa berteriak “Aduhh…. Aduh……” lho kok aduh-aduh ya?. Apa yang gw rasakan kepada dirinya ternyata benar, seat beltnya membuat dia kesakitan didaerah perut, kursi yang berguncang tersebut membuat dirinya terkoyak-koyak tak enak. Kalau gw sih merasa sakit didaerah pantat karena kursinya kurang nyaman, coba pihak dufan membuat kursi ini senyaman sofa, dikanan kirinya ada dayang-dayang cantik dan seat bealt nya terbuat dari bulu-bulu angsa yang lembut sehingga para pengunjung dapet kepuasan lahir dan batin. Kelar permainan ini, Pak Yus keluar sambil menelepon kawannya di makasar, bangga menjadi salah seorang makasar yang mencoba bermain di dufan. “Lai Aku di dufan, naik wahana, mantap kali lai. Cobalah kau kemari, tak ada nyali pasti kau”.

 

Perang Bintang

Sebenarnya permainan udah lama banget ada di dufan sudah bertahun-tahun tapi baru kali ini gw mencoba naik wahana ini. Kalau dihari libur antriannya bukan main, menunggu panjang mirip antrian zakat di Istiqal. Kala itu suasana sepi kami berombongan masuk kedalam dengan mudah. Untunglah satu rombongan bisa masuk langsung ke dalam pas satu kendaraan kereta. Permainan ini Cuma tembak-tembakan aja, gw kira bakal ada gambar hologram yang nongol dan kalau ditembak meledak, tapi taunya Cuma boneka yang didesain seperti robot dan kita wajib menembak lampu led ijo yang diletakkan di salah satu bagian robot tersebut hingga berubah menjadi merah. Lumayan seru tapi gw merasa bodoh, mirip banget anak TK. Kalau temen tongkrongan gw liat bisa-bisa gw dikeluarkan dari club punk sejabodetabek, (sejak kapan gw jadi anak punk).

 

 

ISTANA BONEKA

Disini gak ada yang lucu, yang ada gw dapet setan yang ngikut sampai gw pulang kerumah, pantesan badan gw agak berat dan lelah banget. Tuh istana isinya setan semua.

 

 

Arung Jeram

Ini permainan yang paling gw suka, karena basah-basahan apalagi kalau basahan sama cewek yang lagi pake kaos putih, pas basah pasti beha nya jiplak dan terlihat…. ehm… mantap kali kawan, bsia lihat beha secara life. Gw bersama rombongan naik arung jeram, Cuma berempat doang, dua orang lagi nunggu diluar karena takut basah, sekalian jagain barang-barang kami. Gw berempat nyeker menuju wahana tersebut, itupun kami jadi tontonan kurang sedap dimata pengunjung lain karena Cuma kami yang nyeker plus melipat bawahan celana hingga lutut. Pak Yus pun berlaku demikian juga, dengan pedenya ia berjalan. Yang paling semangat adalah Pak Ian, udah ngantri paling depan aja. Kami duduk pas satu perahu arung jeram, lucunya ketika perahunya berlayar tidak ada gerak statis memutar seperti biasanya, perahu nya kaku bergerak diam saja tidak berputar, hanya melaju kedepan dan Pak Yus berada di tempat yang tidak tepat sehingga hanya dia yang paling basah dan baru kali ini gw naik arung jeram tidak basah banget, Cuma Pak Yus yang basah ya itu karena dia berada di tempat yang tidak tepat. Kelar bermain dia Cuma ngomel-ngomel merasa tak adil “tak adil kalian, kenapa Cuma aku saja yang basah dan kalian tidak, apalagi kau Fik”

 

 

Biang Lala

Badan kita lelah banget, gw punya usul buat naik biang lala, sekalian melepas penat, lagian viewnya asik bisa liat jakarta dari atas siapa tahu bisa melihat rumah gw tapi ternyata gak bisa karena tinggi biang lala tak setinggi menara Petronas. Asik jgua, sebenarnya tidak ada tantangannya tapi gw suka sama biang lala karena kalau bawa pacar bisa berbuat mesum diatas, melihat langit sambil kissing abis itu Tuhan membenci tindakan gw dan menurunkan petir dari langit sehingga gw dari atas tersambar petir.

 

Akhirnya kami merasa lelah banget, sebenarnya gw masih pengen main lagi tapi entah kenapa ketika keluar dari istana boneka badan gw jadi berat banget kaya gendong sesuatu, ah ini sih kayaknya ada yang nempel sama gw. Biarin deh gw bawa pulang aja yang nempel, kali aja pengen ketemu temennya di Bekasi. Kami merasa puas dan luar biasa, tantangan memang tidak semuanya gw ceritakan karena keterbatasan waktu. Oh iya ada kejadian di Pak Gatot salah seorang sales retail dari Surabaya sangat bersemangat naik halilintar tapi ketika turun pucat pasif dan mau jackpot (muntah). Gw senang bisa menambah kawan di sini, dan pengalaman menjadi tour guide. Selama bermain kalian (karyawan Jotun) sangat bersahabat dan menyenangkan. Ayolah kawan datang lagi ke jakarta.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s