SHORT AFTERNOON NAP

Posted on

SHORT AFTERNOON NAP

Kalau kita berbicara tentang tidur siang atau melihat seorang dewasa sedang enak-enaknya tidur siang apa yang terlintas di benak kita? Mungkin:

  • “Orang ini sepertinya gak ada kerjaan sampe bisa tidur siang.”
  • “Kayak anak kecil aja, masih tidur siang.”
  • “Dasar Pemalas!”

Terus terang saya juga dulunya termasuk yang berpendapat demikian. Saya mengangap orang yang tidur siang adalah mereka yang menyia-nyiakan waktu-waktu produktif. Sampai pada suatu saat ketika saya “merantau” ke Singapura, saya terkejut dengan kebiasaan beberapa rekan kerja saya. Setelah makan siang mereka tidak langsung kembali bekerja tetapi melakukan afternoon sleep sebentar. Selain itu juga mereka sangat menghidari diri dari meminum kopi setelah makan siang.

Suatu saat, rekan kerja saya melihat saya tidak melakukan short afternoon sleep dan lebih memilih duduk di depan komputer dengan ditemani segelas kopi, lalu dia berkata pada saya, “Too much caffeine isn’t good for your health, leh. Sleep when you feel asleep!” dengan gaya singlish yang khas. “Well, I still have so much things to do.” jawab saya dengan singkat. “Just take a short nap, lar! 15 to 30 minutes and you won’t need this anymore“, katanya sambil menunjuk ke gelas kopi yang ada di atas meja kerja saya. Tidak diduga, ternyata di sebuah negara yang hiruk-pikuk aktifitas sehari-harinya sungguh mencengangkan ternyata ada juga gerakan anti-caffeine dan short afternoon sleep.

Tidur Siang Sejenak dalam Padangan Kesehatan dan Produktifitas

Pembicaraan singkat dengan rekan kerja saya tersebut menimbulkan kengingintahuan saya yang mendalam mengenai afternoon nap, terutama bagaimana pandangan dari sisi ilmu kesehatan dan juga produktifitas kerja. Maka dimulailah pencarian saya di dunia internet. Saya menemukan cukup banyak sumber-sumber yang membahas afternoon-nap. Berbagai sumber yang cukup terpercaya yang membahas afternoon-nap ini saya dapatkan dari:

Dari ketiga sumber diatas, saya menemukan beberapa fakta yang cukup menarik tentang afternoon nap. Saya kutipkan beberapa fakta-fakta tersebut dibawah ini:

  • Albert Einstein, napoleon Bonaparte, Thomas Edison, Winston Churchill adalah nama-nama orang-orang yang sangat antusias melakukan short afternoon nap.
  • Winston Churchill bahkan berkata, “You must sleep sometime between lunch and dinner, and no halfway measures. Take off your clothes and get into bed. That’s what I always do. Don’t think you will be doing less work because you sleep during the day. That’s a foolish notion held by people who have no imaginations. You will be able to accomplish more. You get two days in one — well, at least one and a half.
  • Penelitian di NASA menunjukkan performance dan konsentrasi pilot yang melakukan tidur siang 24 menit lebih tinggi daripada yang tidak.
  • Dr Maas, seorang ahli fisiologi mengatakan bahwa tidur siang 20 menit secara signifikan meningkatkan kemampuan untuk berkonsentrasi pada hal-hal yang detail dan juga kemampuan untuk membuat keputusan-keputusan kritis.

Tidur Siang dalam Pandangan Islam

Suatu hari jauh berselang setelah pembicaraan dengan rekan kerja saya tersebut, saya melakukan rihlah/perjalanan bersama teman-teman. Pada saat tiba waktu Dzuhur, guru kami memaparkan kepada kami sebuah kebiasaan Rasulullah SAW dan para sahabatnya yang rutin melakukan qoilulah sebelum melakukan shalat Dzuhur atau sesudah shalat Dzuhur. Apakah qoilulah itu? Qoilulah dalam bahasa arab terambil dari akar kata qof-lam-lam yang juga merupakan harfu al-tsulatsi dari kata qoliil yang artinya “sedikit” (jika dinisbatkan pada kuantitas) atau “sebentar/sejenak” (jika dinisbatkan pada waktu). Sehingga secara istilah, qoilulah adalah tidur siang sejenak/sebentar yang waktunya bisa sebelum Dzuhur atau setelah menunaikan shalat Dzuhur.

Rasulullah SAW, para sahabat, serta orang-orang yang sholeh melakukan qoilulah ini agar pada malam harinya mereka dapat bangun malam dan berlama-lama melakukan qiyamu al-lail (shalat tahajud, dan aktifitas mengingat Allah yang lainnya).

Dalam sebuah riwayat yang saya baca di kitab Ihya ‘Ulumu ad-Diin karya Al-Ghazali, Imam Abu Hanifah selama 40 tahun tidak pernah tidur malam kerena malamnya dipenuhi dengan shalat malam. Beliau tidur hanya sebentar pada waktu siang hari(qoilulah). Qoilulah dilakukan beberapa menit saja yaitu antara 20 hingga 30 menit. Jika memang tujuannya untuk dapat bangun malam untuk shalat tahajud, tentu ini adalah sunnah Rasulullah. Kalau tidur siang ini hanya untuk bermalas-malasan, dan malam harinya tidak shalat tahajud, Tarawih dan aktifitas-aktifitas mengingat Allah yang lainnya, maka saya pikir tidak ada nilai sunnah dari melakukan qoilulah.

Di kitab Al-Ghazali tersebut juga diriwayatkan bahwa pernah suatu hari Khalifah Umar bin Khatab ra. melakukan perjalanan resmi ke Iskandariah. Ketika itu Muawiyah bin Khudaij menjadi gurbernur di kota itu. Umar sampai ke kota itu pada waktu siang ketika orang-orang sedang melakukan qailulah. Umar menemui Muawiyah yang saat itu tidak tidur (melakukan qoilulah), lalu berkata: “Saya lihat kamu tidak tidur pada siang ini, kalau kamu tidur siang hari, maka akan melalaikan hak rakyat, kalau kamu tidur malam, kamu melalaikan hak Allah, jadi bagaimana kamu mengatur tidur antara dua hak ini wahai Muawiyah.

Khalifah Umar ra. seolah-olah mengingatkan bahwa manfaat waktu itu lebih penting daripada sekedar tidur siang. Intinya, harus mengimbangi dalam menggunakan waktu tidur siang yang terpakai untuk produktifitas yang lebih besar terutama agar dapat terbangun di malam hari dan melakukan ibadah-ibadah.

Rules of thumb

Dari uraian diatas, short afternoon nap ternyata justru dapat meningkatkan performa serta konsentrasi yang akan berpengaruh pada peningkataan produktifitas, asal dilakukan dengan tepat dan cara yang benar. Bagaimana melakukan short afternoon nap yang benar?

  1. Lakukan short afternoon-nap pada tengah hari (sekitar jam 12 siang), sebelum Dzuhur atau beberapa saat setelah Dzuhur. Paling baik dilakukan setelah Dzuhur selepas menunaikan shalat Dzuhur
  2. Lakukan tidur sebentar saja, sekitar 20 – 30 menit. Tidur siang yang terlalu lama (diatas 30 menit) akan membuat kita masuk ke dalam zona tidur mendalam (deep sleep) yang menyebabkan susah untuk bangun atau perasaan malas untuk bangun.
  3. Imbangi dengan mengurangi waktu tidur di malam hari. Biasakan dengan bangun di sepertiga malam yang terakhir (sekitar jam 2 malam). Terutama bagi Muslim, bulan Ramadhan adalah saat yang tepat untuk melatih membiasakan bangun di malam hari. Apalagi ketika kita memasuki 10 hari yang terakhir, kalau bisa tidak tidur malam sama sekali. Karena malam-malam di 10 hari terakhir merupakan malam-malam yang utama dan salah satu malamnya adalah Lailatul Qadar. Sayang sekali kalau kita tertidur atau hanya terbangun sejenak pada saat Lailatul Qadar.

Ok, selamat bertidur siang. Jangan lupa aktifkan alarm supaya gak kebablasan!

2 thoughts on “SHORT AFTERNOON NAP

    Ariefrezqua said:
    11 Juni 2012 pukul 7:31 am

    Wah, kebetulan saya lagi menjalani kebiasaan tersebut, nice info gan, thanks😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s