Komputer

Counter Strike Sang Legenda

Counter Strike Sang Legenda

Setiap pengguna komputer entah itu komputer yang masih pentium 3 hingga yang sudah squad Core pasti pernah memainkan game ber-genre tembak menembak antara Teroris dan Pembasmi Teroris layaknya SWAT. Yap… Counter Strike, dimulai pada tahun 1999, CS sebutan singkat game tersebut mulai menyeruak di tanah Indonesia namun dengan kualitas grafik yang masih minim karena harus menyesuaikan spek yang ada di zaman tersebut. Munculnya CS untuk pertama kalinya tidaklah langsung membooming karena kemunculannya dibarengi dengan krisis ekonomi negera kita.

Baru lah pada tahun 2002 hingga 2003 banyak pengguna jasa warnet disuguhkan game terbaru ini, dimulai dengan CS versi 1.1 dan 1.3. tak banyak yang menyadari akan game tersebut, bagi yang sering memainkannya pasti akan lupa waktu namun bagi amatiran yang baru mengenal CS bakal jenuh karena strategi apa yang harus dilakukan dan bagaimana cara menembak dengan baik dikala musuh menghadang. Pada tahun tersebut lah banyak warnet-warnet dengan menu CS di desktopnya bertebaran dimana-mana, untung tak dapat diraih sedikit karena walaupun harga sewa komputer saat itu masih terbilang mahal kira-kira bisa sampai 6000/jam namun tak menyurutkan niat para pemuda bangsa kita untuk terus memenuhi kebutuhan hasrat gamer mereka.bahkan saking booming nya tak anyal membuat sisi negative tersendiri bagi pelajar, banyak anak sekolah cabut atau mangkir dulu ke warnet saat pulang sekolah, hal ini menyebabkan daya minat belajar di kelas setiap murid akan berkurang 25% karena separuh waktu dikelasnya hanya dijadikan tempat bahasan tentang cara bermain CS dengan benar dan mengoceh-ngoceh “HeadShoot”, “awp”, “Flashbang” atau senjata-senjata yang dipakai mereka.

Keuntungan dari setiap warnet tidak terlalu dinikmati oleh perusahaan pembuat game counter strike, Valve, salah satu perusahaan pembuat game tersebut tidak merasa keuntungan berlebih di Indonesia karena pembajakkan yang dilakukan negara kita hanya membuat keuntungan besar bagi pemilik warnet namun tidak memberikan keuntungan apapun bagi perusahaan tersebut. Bayangkan saja, dalam satu hari saja pemilik warnet di beberapa tempat yang menyediakan game CS bisa mendapatkan keuntungan yang tidak sedikit dan tiap hari komputer-komputer pemilik warnet tersebut selalu ramai dan tak pernah terlihat kosong. Bahkan disetiap Mall muncul game center yang khusus menyediakan CS sebagai menu utama, tak jarang para pemilik game centre membuat perlombaan dengan hadiah yang cukup menggiurkan.

Pada pertengahan 2005 samapi 2006, Counter strike mulai sepi, banyak diantara penggila CS sudah jenuh akan permainan tersebut, tersingkir oleh game-game online seperti Ragnarok hingga Seal. Padahal tiap tahun CS terus update, mulai dari grafik yang mulai bagus hingga senjata-senjata yang telah dibuat baru hingga Hostage yang tak lagi bloon. Bergesernya para pemain CS tak membuat game tersebut menjadi kenangan, masih ada para gamer yang setia memainkannya bahkan di dunia Game International masih diadakan tournament yang berhadiah jutaan dollar. Oh iya… kandidat tema dari Indonesia merupakan lawan yang ditakutkan oleh negara lain ketika tournament-tournament game international diadakan. Banyak gelar maupun piagam didapat oleh atlit-atlit gamer di Indonesia, namun sayang hal seperti ini tidak didukung oleh KONI pusat dan pemerintah.

Sekarang, ditahun 2009 ini. Counter strike masih ada dan melegenda. Bahkan bisa dibilang game yang masih eksis di mata game dunia. Tampilannya pun sudah berubah dengan berbagai versi CS, mulai dari Condition Zero hingga CS 1.8 bahkan mungkin sudah menjadi versi 2.1. para pemilik warnet sudah wajib memasang game tersebut di tiap-tiap komputernya walau para peminat warnet lebih menyukai game online seperti Ayo Dance atau hanya sekedar browsing internet. Apakah CS akan terus di produksi hingga beberapa tahun ke depan dan mungkinkah para maniak game masih setia berjibaku dengan musuh-musuh yang ada di Counter Strike ?.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s