JELAJAH PUNCAK dan JAWA BARAT

Posted on Updated on

JELAJAH PUNCAK dan JAWA BARAT

 

Pada waktu menjelang akhir tahun, rasa-rasanya tak lengkap aja kalau tidak ada kenangan yang melekat. Ide punya ide diputuskanlah untuk menjelajahi jawa barat bagian puncak dan kesananya. Perjalanan yang gw lakuin ini tidak sendiri, mungkin kalau sendiri tidak nyaman tidak ada teman ngobrol. Gw pun memilih Genta, salah seorang sahabat gw dari padang, jauh-jauh dari payakumbuh Cuma mau ngerasain nikmatnya dunia. Kita sama-sama pecinta wanita dan jalan-jalan.

Tujuan gw sih pengen banget ngerayain tahun baruan di Bandung, liat wanita cantik dan menikmati pemandangan yang begitu asri tetapi gw pikir mending ngerayain tahun baru dirumah aja sama teman-teman, alhasil perundingan bersama genta adalah kita naik ke bandung turun menuju jatiluhur menikmati waduk yang terkenal luas itu. Oh iya kondisi gw saat itu lagi buruk, lagi batuk yang cukup parah tapi untung penyakit gw bisa diajak kompromi, jadi tidak terlalu parah ketika turing Cuma gongong gonggong sembari mengeluarkan ingus. Gw menggunakan motor Honda MegaPro mewakili HMPC Chapter Bekasi sedangakan Genta sahuri menggunakan Yamaha Scorpio mewakili Cisco. Oke… Berikut ini hasil catatan publikasi gw dan temen gw selama di perjalanan.

 

Bekasi menuju Bogor

 

Pagi-pagi bener gw udah bernagkat menuju bogor lewat cileungsi, nyemplak motor sendiri dan ditemani hawa yang cukup dingin menusuk kulit. Temen gw yang bernama genta udah berada di bogor duluan karena dia mau nginep dirumah temennya sekalian nostalgia ditempat kosnya dulu. Jalanan memang sedikit becek-becek basah, pastinya hujan baru saja lewat di daerah sini. Sesuai perjanjian gw mesti sms dia kalau sudah berada di cibinong, itupun gw baru inget setelah memasuki bogor kota. Setelah sms dia, tak lama dia pun telpon gw untuk memberitahukan pertemuan nanti berada di IPB jangan di tugu kujang karena daerah tersebut sedang ramai. Gw langsung tancap gas menuju IPB, dalam benak gw sih ada rasa kejanggalan akrena setahu gw IPB itu ada dua tapi gw gak tahu yang ia maksud IPB mana dan yang lebih konyolnya gw Cuma tahu IPB yang berada didaerah darmaga. Ah… modal nekat aja daripada tidak ketemu dia sama sekali dan perjalanan ini jadi berantakan, untuk itu feeling pun perlu diperkuat dan ditajamkan dengan sekuat-kuatnya agar tidak nyasar di kota hujan. Sayang nya, alam sedang tidak berkawan, gemericik hujan yang makin lama makin deras mewarnai perjalanan gw kali ini. Tak lama akhirnya sampai juga gw di deapn kampus IPB, langsung aja gw sms genta buat kasih kabar kalau gw udah di depan kampus namun dia juga bilang kalau dia juga udah standbye di depan kampus IPB. Nah loh….., gw langsung telpon dia dan perdebatan pun terjadi hingga mau tak mau gw harus menyadari kalau gw udah salah tempat. Yang temen gw maksud adalah IPB Buat S2 yang berada di kebun raya Bogor dan IPB yang singgahi saat itu udah jauh dari lokasi tujuan, jauh banget gw keterusan.

bogoripb

Akhirnya balik lah gw ke kebun raya bogor dengan kesepakatan bertemu di balai kota karena gw menemukan IPB S2 nya itu dimana. Setelah setengah jam perjalanan akhirnya sampai juga di balai kota bogor dan kita bertemu, ah… akhirnya. Hujan pun belum juga reda dan gw mau istirahat sejenak karena lelah pikiran mencari jalan menuju lokasi yang tahu-tahu nya IPB yang dimaksud memang agak masuk ke dalam gang di dekat kebun raya. Kami berdua istirahat di IPB, secara kebetulan si Genta ini pernah kuliah dia IPB dan nostalgia lah ia disana sedangkan gw benerin otot gw yang tegang terserang angin dingin. Setelah satu jam berlalu, gw bernagkat lagi menuju puncak ketika disadari tubuh gw sudah kembali bugar. Beruntunglah hujan sudah reda dan langit kembali cerah, perjalanan gw menuju puncak bakal dipayungi langit biru nih….

 

 

Bogor menuju Puncak

 

Arus lalu lintas tidak begitu padat sehingga perjalanan begitu enak dan kecepatan pun stabil antara 40 hingga 80 kilometer per jam, walaupun ketika mau menuju puncak ada plang yang bertuliskan “Puncak Padat” namun kami berdua tetap saja lewat puncak karena daripada lewat suka bumi yang bakal memakan waktu lebih lama lagi. Ternyata puncak itu lengah walau terjadi kepadatan yang disebabkan oleh angkot itu pun tak lebih dari satu kilometer. Gw hampir cilaka ketika berada dibibir puncak, sebuah mobil nissan model APV berada persih dibelakang gw dengan jarak yang hampir menyenggol box motor cina gw, “uh jadi malu bilang box core gw, nanti gw beli givi deh”.

Kami singgah dulu di puncak pas buat istirahat sambil menikmati bandrek hangat dan jagung bakar, suasananya pun nyaman banget ditemani angin yang begitu sejuk, sayang… sinyal Im3 GW NAIK TURUN bahkan beberapa kali tidak ada sinyal dan ngirim sms pun agak susah, waduh….. padahal ada tiga sms dari kawan di bumiayu yang belum gw buka pas perjalanan menuju bogor dan mesti gw balas secepatnya.

Setelah menikmati kehangatan bandrek dan jagung bakar, perjalanan kembali dilanjutkan menuju cianjur. Menurut jadwal kita mau makan siang di cianjur dan mencari resto dengan panorama yang cukup nyaman serta ditemani rerindangan pohon perbukitan. Setengah jam perjalanan kami pun samapi di cianjur dan mulai hunting restoran yang kami harapkan.

puncak2

 

 

Puncak menuju Cianjur

 

Di Cianjur kami menemukan restoran yang cukup bagus pemandangannya, namanya Saung Kuring. Tempatnya cozy banget karena kita bisa lesehan sambil menikamti kolam ikan mas “gw kira koi loh”, lalu ada air terjun mini yang menghasilkan suara gemericik air yang syahdu dan pemandangan perbukitan puncak yang asri walau ada tampak lahan gundul terlihat jelas dari sini, kasihan bukit negeri ku jadi pitak gara-gara manusia. Makan siang kali ini sedikit mewah yah, sajian yang cukup menggugah selera bikers yang sedang kelaparan. Daftar menu ditampilkan, gw mesen sop bandung, dua porsi nasi dan segelas bandrek kelapa… ehm pastinya nikmat anget-anget tai ayam ditempat yang sesejuk ini. Sedangkan Genta memesan nasi timbel komplit plus air putih doang.

Puas makan dan kekenyangan, kita pun tidur sebentar selama satu jam saung buat memenuhi kekuatan agar fit lagi, ada rasa was-was juga sih takutnya saung yang gw tempatin mau digunakan buat tamu selanjutnya tetapi gw lihat suasana sedang sepi, matapun langsung gw pejamkan walau masih mendengarkan suara-suara kendaraan yang berlalu lalang diluar restoran ini, istilah orang ganteng tidur seperti itu adalah tidur ayam.

Satu jam terlelap kita pun siap-siap berangkat setelah membayar makanan yang telah kita makan, itupun tertunda beberapa menit karena temen gw mau boker dulu, pencernaannya mirip burung, sekali makan sekalian ia keluarkan langsung. Berbeda dengan system pencernaan gw yang memiliki kloaka untuk menyimpan makanan dan gw jadi bisa merasa kenyag selama perjalanan menuju Bandung. Yap Bandung aku dating…..

cianjur2

Cianjur menuju Bandung

Perjalanan menuju bandung pastinya bakal memakan waktu sangat panjang karena jarak nya lumayan jauh harus melewati jalur ini jalur itu walau tak satu pun kemacetan berarti melanda kami. Perjalanan memakan waktu sekitar dua jam dengan kecepatan maksimal 80 km perjam, tidak perlu lebih dari itu karena disini kami tidak menguber waktu kok, yang penting nyaman dan bisa melihat pemandangan yang indah selama diperjalan. Diperjalanan kami berhenti didaerah yang bakal dijadikan markas infantri militer waduh… lupa nama jalannya dan penjaga warung minumnya pun juga manis, makasih ya teteh udah boleh numpang parkir. Oh iya… gw menemukan bikers yang sedang asyik tidur di rerumputan bibir jurang bukit dengan begitu nyenyak, dia pengendara matic yamaha mio dengan plat B, sama-sama dari jakarta seperti kita. Lucunya dia tidur tanpa khawatir motornya di gondol pencoleng atau diberakin kambing atau tidur bareng tai kucing, helm nya saja masih terpasang melekat di kepalanya sambil tidur. Ini lah namanya turing “dunia miliknya” oke brothers.

Setelah sampai di Bandung gw begitu dimanjakan dengan lalu lalang wanitanya yang begitu geulis-geulis, mata ini jadi tak bisa berkedik melihat semua wanita disini. Masih seperti dulu, masih punya wanita yang cantik-cantik, andai gw tinggal disini kemungkinan gw bakal kena raja singa akut he,…he…., di Bekasi gw jarang menemukan cewek-cewek cantik seperti ini. Terpikir kita bakal tinggal bermalam dimana, sesuai rencana kita mau tiggal dirumah kawannya Genta, alhasil kita mengadakan rapat dadakan di sebuah lapangan badminton yang tak terpakai untuk menentukan dimana kita bermalam. Rapat ini terlaksana karena setelah mengetahui temannya genta tidak berada di Dago dan sedang berada di ciluenyi, tidak mungkin kita bermalam dijalan mengingat Bandung terkenal dengan geng motornya yang beringas. Setelah rapat di tutup lalu kami mengumumkan hasil rapat tersebut, kita mencari penginapan dibawah harga seratus ribu untuk semalam dan pilihan terakhir adalah singgah di masjid. Gw sempat kontak dengan ketua HMPC bekasi yang kebetulan berada di Lembang, gw disuruh naik ke Lembang buat tinggal di tempat nya namun setelah dipikir-pikir gw merasa merepotkan dia dan niat gw untuk menjelajahi kota Bandung bakal sedikit berubah, akhirnya kami mencari penginapan. Mulai dari losmen, wisma sampai Hotel kami udak-udak tapi kami akhirnya mendapatkan tempat penginapan di Hotel Melati, dari namanya saja hotel ini bukan hotel biasa melainkan hotel esek-esek. Ya daripada kami tidak tinggal di manapun dan kebetulan hotel yang murah Cuma ini saja yang kami dapat.

 

 

BANDUNG Is Good

 

Satu kata yang pasti dalam benak kami berdua adalah wanita disini memang untuk lelaki, tiada kata yang sanggup kami lepaskan kecuali nafsu kami yang menggebu-gebu ingin segera menikmati jemari mereka he..he…, bikers cabul. Sempat sedikit pesimis ketika mencari jalan menuju hotel tersebut karena jalan menuju hotel yang telah Genta bayar semalam berada dijalur forbodden alias jalur satu arah, mau gak mau kita harus memutar dan mencari gang tersebut agar dapat memasuki jalur hotel. Cukup rumit, selama beberapa menit kami mencari namun akhirnya ketemu juga walau harus melanggar lalu lintas satu arah, ini terpaksa bro daripada kita harus mengulang kesalahan untuk beberapa kali, badan sudah lelah banget.

Magrib pun menjelang, gw keluar dari hotel mesum itu sembari mencari masjid karena najis sholat ditempat maksiat. Mengapa gw bisa bilang ini adlaah tempat maksiat karena di setiap sisi tembok terdapat nomer-nomer handphone asing, mungkin nomer handphone jablay yang telah mengisi malam-malam dingin hotel tersebut, bukan hanya itu saja lho… bercak-bercak sperma yang belepetan di peperin ditembok entah lelaki mana yang tidak tahu malu meninggal kan jejak maksiatnya. Kamar mandinya pun seadanya, saking seadanya benar-benar itu kamar mandi Cuma cocok buat mandiin ternak, penuh nyamuk dan binatang rayap sedangkan kloset telah menguning berkerak. Dalam hati sih sedikit rasa kecewa tetapi ini Cuma buat semalam saja kok, apa ia gw bakal nyenyak tidur.

Malam jam tujuh, gw dan genta keluar buat cari makan, motor pun di istirahatkan karena terlihat banget meggy dan pio bergitu lelah. Kami bedua menuju mall Bandung Electriccity Mall, wah bingung dah itu mall apaan. Gw kira ramai banget ini mall tahu-tahunya yang ada bisa dihitung pakai jari, sepi banget mans…. yang jualan pun berwajah mirip karyawan mau di phk esok hari, muram durja. Kami langsung keluar dari mall tersebut, dari luar sih terlihat bagus banget gedungnya apalagi plang iklan sebuah produk rokok yang berwarna-warni hiasi lampu mall. Berjalan-jalan di kota bandung memang menyenangkan, kamipun menetap di sebuah department store beranama Yogya, ehm.. ada yogya dikota kembang. Akhirnya kami makan di food court “begini ya nulisnya?”, namanya aja food court tapi makanannya lumayan menguras kocek lah, soal rasa lumayan lah. Gw mesen mie jawa dan kopi hangat sedangkan temen gw mesen kwetiauw dan air teh sama air putih.

Setelah makan kami pun berbelanja sekaligus membeli keperluan untuk besok perjalanan pulang atau mau kemana. Rencananya kami mau cari tempat karaokean, itung-itung pamer keahlian vokal kami berdua tapi seorang wanita yang kami tanya menunjukkan ke sebuah kafe klab malam tempat biliard mania bernaung, kami takut disangka sepasang orang homo sedang berduaan nyanyi. Kami urungkan saja niatan seperti itu, padahal malam belum begitu larut, kamipun kembali ke hotel melati.

stki0032

Pukul sembilan malam, sesuai rencana gw berdua harus tidur, badan gw juga udah capek banget sekaligus ngantuk akibat reaksi obat flu yang gw minum satu jam lalu. Sebelum tidur gw kencing dulu dan bersihkan muka biar ganteng gw gak ilang. Pas balik lagi ke kamar tidur, terkejutlah daku, dua orang wanita berusia 25 dan 32 an menatap tajam gw yang keluar dari wc. Pakaian mereka seksi dan tata rias mereka menor, sedikit menggoda serta mengacak-acak iman. Mereka gw terka adalah pelacur, terkaan gw bener kok karena didalam kamar yang mereka sambangi terdapat dua orang pria berlogat batak, ehm… pelanggan jauh rupanya. Gw langsung masuk ke kamar dan mengintip mereka dari jendela sambil memberi tahu temen gw.

Ternyata gw tidak bisa tidur nyenyak sedikitpun karena dua orang wanita penghibur dan pelanggannya itu berisik banget, tahu sendiri lah orang medan kalau bicara. Hingga pukul sebelas malam pun belum usai juga ngobrol mereka yang gak jelas banget. Akhirnya sampai jam dua dini hari gw Cuma tidur ayam, ketika jam segitu sih bukan obrolan mereka yang berisik tapi desahan cowoknya yang sedang penetrasi ke dalam lubang kenikmatan si pelacur tersebut, ya gw heran kenapa bukan ceweknya yang berisik, kok malah si cowok. Pengalaman pertama tidur ditempat mesum seperti ini dan gw menyatakan kapok, beruntung itu cewek gak mendesah kencang, kalau ia pasti gw udah mupeng banget.

Pukul enam pagi gw dibangunin genta, disuruh sholat subuh tapi gw tidak sanggup karena mata masih mengantuk dan lagian mana ada orang sholat subuh jam enam kurang lima belas. Langsung saja kami siap-siap buat check out, gw mandi sedangkan temen gw beresin motornya. Pukul tujuh kurang kami segera meluncur menuju gazibu bandung. Perjalanan menuju gazibu tidak selancara yang gw kira, mau tahu kenapa ?. temen gw yang gw tunjuk sebagai leader tidak tahu jalan kesana, selama tiga kali kami muter ditempat yang sama, gw langsung mengambil alih dan akhirnya samapi juga di monumen pancasila. Kami sarpan long say “lontong sayur” dan istirahat didepan gedung sate.

stki0033

pancailabandung

 

Good Bye Varis van Java

 

Sebelum meninggalkan bandung temen gw pengen ke bengkel Yamaha buat ganti oli, bengkel yang mempunyai nama Berlian motor ini sangat cozy men, bengkelnya emang kecil tapi tempat waiting nya sungguh nyaman, ada sofa plus tifi 30 inci segede gaban dengan saluran tifi kabelnya. Toiletnya yang bersih dan pelayannya yang sangat ramah banget, dapet snack pula. Gw inget waktu ke bengkel auto 2000 milik Toyota waktu servis mobil bokap, dikasih snack dan menunggu di ruang tunggu tapi tetep kalah dibandingkan dengan bengkel Yamaha ini. Perfect lah.

Rencana mau ke green canyon, gw salah pemikiran, gw kira green canyon di padalarang setelah menanyakan hal ini ke penduduk sekitar ternyata green canyon yang kami maksud berada di pangandaran, jauh dari mana-mana. Alhasil kami menuju jatiluhur buat istirahat sembari menikmati waduk. Tolol. Gak perlu gw jelasin keadaan di waduk, gak terlalu manis buat di ceritakan dan kegiatan kami Cuma tidur di pinggir waduk, beruntung tidak keseret gabus putih “emang ada ya”.

wadukjatiluhur

Keadaan sudah menjelang sore, setelah puas si genta memainkan gitar milik pengamen di pinggir waduk kami pun segera cabut menuju Bekasi. Walau touring ini begitu singkat tetapi rasanya begitu lama gw meninggalkan rumah. Di jalan menuju cikampek tidak terjadi hal apa-apa walau gw sempet kesel melihat gaya jalan si genta yang berubah, mau nyalip tapi ragu mau belok kemana di bingung, padahal mah ke cikampek itu mudah tapi karena dia leader mau gak mau gw harus ngikutin dia. Sejam kemudian akhirnya kami sampai di karawang, singgah dulu di depan kantor polisi karawang, badan gw udah pegel banget dan tenggorokan kering. Badan gw capek banget akibat ulah lobang yang tidak tahu diri berkembang biak di jalanan hingga menimbulkan gesekan antara roda dan lubang, gak nyaman dan dari dulu karawang gak berubah tipe jalannya. Setelah istirahat cukup kami pun segera melanjutkan perjalanan untuk pulang. Sampai di Karawang gw berpisah sama genta karena genta masih mau singgah ditempat temennya.

oh iya ketika mau menuju karawang, Genta sempat sok-sok an masuk ke tol Karawang Barat. pikirnya jalan itu buat roda dua juga bisa. beruntung gw udah tahu jalan yang menyesatkan itu alhasil gw lurus dia malah belok menuju tol dengan percaya dirinya.

Gw melanjutkan diri berjalan menuju cikarang sendirian, di cikarang gw hampir ketabrak truck yang tiba-tiba aja nyelongong masuk kedalam arus lawan. Beruntung rem depan gw type ABS jadi gak terlalu ngunci saat direm dan mampu menghindar dengan cepat. Sesampainya di Bekasi gw kira cerah melainkan gerimis yang gak jelas, awan cerah banget tapi gemericik hujan mulai membasahi jalanan namun beruntung hujan tersebut tidak terus melebar ke tempat gw tinggal. Yap Alhamdulillah sejam perjalanan “lama karena macet di tol timur Bekasi” dari Cikarang ke Bekasi suskes sudah. Gw selamat walau sedikit trauma gara-gara truck brengsex tersebut.

 

 

Satu hikmah dalam turing kali ini

  1. dengan dua orang gw jadi bisa berhenti dimanapun ada tempat enak buat foto-foto
  2. lebih aman turing sedikit orang karena tidak ada nya saling egoisme dan arogan
  3. jalanan lebih lancar
  4. entah kenapa, semua yang kami inginkan mudah tercapai terutama hotel tersebut
  5. ini dia yang namanya turing paling nikmat sedunia.

 

85% sempurna, coba gw dapet hotel di kota Bandung dan berkelas minimal bintang tiga.

Insya Allah gw ma Genta bakal bikin episode ke dua, Touring menuju Green canyon…. bair gak penasaran.

7 thoughts on “JELAJAH PUNCAK dan JAWA BARAT

    Genta said:
    7 Januari 2009 pukul 6:20 am

    nama gua dikasih link ke blog gua dong, biar gua terkenal di teman2 lo juga. wah ternyata lo lebih detail nulisnya dibanding gua, cuma sayangnya lo ga masukin picturenya. kalo ga salah lo kan motret si jablay pas lagi on jam 2 malam, ha ntu tu di pajang disini biar pembaca jadi tambah ngerti.

    tawvic responded:
    2 Mei 2009 pukul 4:41 am

    gw kasih link di nama lo juga orang gak ada yang buka ghent, lha wong blog gw sepi, lagi krisis baca nih rakyat kita….

    amin said:
    22 November 2009 pukul 11:35 am

    manstab…coba gw masih’bujang, mungkin gw gabung dalam perjalanannya…dulu waktu masih kuliah sering bangets touring jakarta bandung….hmm ada kenikmatan sendiri dalam berkendara

      thetawvic responded:
      23 November 2009 pukul 1:16 am

      kan masih bisa turing bareng istri mas bro…. ayuklah kita turing bareng.

    Remon Sada Rio said:
    10 Maret 2011 pukul 8:47 am

    MANSTAB BIN TOP MARKOTOP…GEMANA KALAU SESEKALI TOURING KESUMATERA..TEPATNYA KE SUMATERA BARAT..BAKAL PUAS BANGET MENIKMATI KEINDAHAN ALAM BUKITTINGGI,DAN ANEKA KULINER YANG SUPER LEZAT…MONGGO…

      Tawvic responded:
      10 Maret 2011 pukul 8:50 am

      pengen banget ke padang, tapi motornya itu skarang lagi dah ga beres, setahun dipinjem abang, pas dikembaliin jadi rusak sana rusak sini. nyicil2 buat benerin ni motor, kangen turing. tapi klo ke sumatera kayaknya lebih seru backpacker deh hehehehe

    aingbudaksoleh said:
    26 Oktober 2011 pukul 3:47 am

    mantap bray,,perjalanan kalian berdua betul2 mengasyikan,,
    kapan2 gw mu coba,
    selama ini gw selalu turing minimal 4org.
    Oh ya,kalian lebih mirip petualangan,hehe..
    Salam kenal!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s