Balada Sepeda Roda Empat

Posted on Updated on

Gw termasuk orang yang telat bisa naik sepeda, gw baru belajar naik sepeda saat kelas 6 SD padahal temen-temen gw sudah bisa naik sepeda saat kelas 2 SD. Buat gw saat itu, sepeda adalah sebuah beda yang ajaib,dimana seorang manusia bisa seimbang naik sepeda padahal di kanan kirinya tidak ada penompang agar sepeda itu tidak jatuh, lebih takjub lagi saat melihat orang naik motor, kereeen… seakan gw melihat sosok ksatria berkuda. Ya namanya juga masih kecil, ngeliat yang aneh-aneh berasa takjub, waktu ngeliat kucing berakpun gw merasa takjub karena heran melihat kucing bisa berak tenang walaupun gw ada didepan dia.

Saat gw kelas 4 SD, setiap sore harinya anak-anak komplek berkumpul di perempatan gang, cukup luas buat kami bermain-main disana. Biasanya terdapat 8 hingga 12 anak bermain, mulai main galaksin, tang umpet, tang jongkok atau main mata, beda sama anak jaman sekarang, ngumpul-ngumpul tapi otaknya di gadget giliran udah pada dirumah masing-masing barulah mereka ngobrol di wassapp. Kembali ke masa gw SD kelas 4, saat itu sedang hits iklan sepeda wimcycle, yang dengan tagline tak terlupakan “wimcylce… heeeeboooooh” gara-gara iklan ini banyak anak komplek pada beli sepeda . ada 4 anak yang tidak mengikuti trend yang sedang in termasuk gw, karena bokap gw gak punya duit buat beli sepeda, maklum ekonomi keluarga lagi carut marut dan sepeda saat itu termasuk barang mevvah apalagi merknya wimcycle. Beberapa anak yang sudah memiliki sepeda biasanya berkumpul, mereka membuat geng sepeda, sedangkan yang gak punya sepeda Cuma jadi penonton dengan wajah mupeng. Walaupun mupeng tapi dengan bodohnya kita sering ngikutin geng sepeda seperti cheerleaders yang selalu berisik sorak sorai bergembira menyemangati atlet idolanya.

Biasalah anak komplek, kalau mau dibilang keren harus punya barang yang keren pula, ada salah satu anak komplek bernama Andro yang memang orang tuanya kaya raya. Awalnya anak ini dilihat biasa-biasa saja sama teman-teman lainnya tapi sosoknya terlihat berbeda setelah ayahnya memberikan sebuah sepeda merk Federal, jaman dulu merk ini yangpaling mahal, mungkin jika dibandingkan era sekarang sekelas dengan sepeda merk Polygon. Sepeda merah merona dengan jok yang masih diplastikin, menandakan sepeda tersebut dibeli secara baru hahahha kalau second gak mungkin joknya diplastikin dan bannya masih berambut. Semua teman sepermainannya melihat dirinya bagai sosok idola, takjub dan mata mereka tak henti-hentinya memandang sepedanya Andro. Bahkan saat andro memamerkan skill nya bermain sepeda, ibarat anak-anak putri melihat zayn malik bertelanjang dada, histeris… sedangkan Gw? Ya biasa aja, gw tipe anak cowok yang biasa-biasa aja melihat ke-wah-an anak komplek, gw lebih takjud melihat topeng monyet naik sepeda-sepedahan dibandingkan melihat manusia berlemak menggenjot sepeda mahal.

img_0191

Anak kecil tetaplah anak kecil, gw yang masih berstatus anak-anak pasti menyimpan rasa keinginan buat memiliki sesuatu. Gw cerita sama nyokap tentang keinginan gw memiliki sepeda dan sempat ditentang keras, permintaan gw udah kaya anak gadis minta kawin sama pemuda paruh baya. Nyokap gw beralasan jika gw bakal terluka naik sepeda, maklum gw punya kecacatan ditubuh yang bikin keseimbangan gw agak kacau, next time nanti gw certain deh. Beruntung bokap memang pengertian, dia menjelaskan jika sudah saatnya gw memiliki sepedah. “sudah saatnya opik menikmati apa yang dinamakan sepeda bu, sudahlah, jangan khawatir kebiasan dia yang suka jatoh ke got” ah bokap memang paling handal. Alhamdulillah gw dapat kesepakatan untuk dibelikan sepeda namun dengan satu syarat ringan yaitu harus ranking 3 besar, hehehe itu sih gampang karena gw langganan ranking 2 setiap pembagian raport dan akhirnya pun gw mendapatkan ranking 3, fyuuh… untung aja bukan ranking 4, mungkin karena akhir-akhir ini gw kebanyakan main SEGA sehingga daya minat belajar gw menurun apalagi gw sempat kena campak dan harus ijin sakit selama 3 hari.

Baca entri selengkapnya »

Kopi dan Kenanganku

Posted on Updated on

Sebagian besar laki-laki dimuka bumi ini sangat menyukai kopi, sebuah minuman yang terbuat dari serbuk biji kopi dan rata-rata berwarna hitam, walaupun judulnya kopi putih (white coffee) tapi tetap aja warnanya gak putih, cenderung gelap. Minum kopi bisa dilakukan kapan aja kecuali saat tidur, belum pernah gw liat orang tidur sambil ngopi, kecuali ngupil. Kopi buat gw adalah sesuatu yang murah tapi elegan karena ke-eleganannya sebuah cafe kopi bisa meracik kopi harganya menjadi lebih mahal padahal bijinya sama aja dengan kopi murah yang kita minum. Gak sembarangan tata cara minum kopi, lu pasti belum pernah liat iklan kopi dengan cara minum seperti iklan minuman extra joss atau minuman stamina lainnya yang bisa tumpah-tumpah sambil gelasnya di adu. Pasti semua iklan kopi mengedepankan ke-eleganan kita meminum kopi, disruput atau diteguk secara biasa-biasa saja.

Awalnya gw gak bisa minum kopi layaknya pria normal, sedikit saja sudah merasa mules karena gw punya asam lambung yang tinggi namun sekarang sudah tidak lagi, gw berlatih untuk kuat minum kopi dengan cara mengawalinya dengan mengisi perut agar lambung tidak kosong, perlahan tapi gak pasti, perut kita akan kuat dengan kesedapan kopi. banyak teman-teman yang awalnya anti kopi sekarang jadi pedagang kopi karena mengikuti resep menikmati kopi tanpa nyeri haid. Awal pengenalan gw dengan kopi dimulai sejak kelas 3 SD, sekolah dasar, masih tergolong anak-anak tapi gw sudah coba-coba (nyuri-nyuri) seruput hingga seteguk kopi punya bokap. Bokap gw emang maniak kopi, bahkan ada istilah, belum bisa dimulai kisah hidup kalau belum ngopi. Setiap pagi nyokap gw menyajikan segelas kopi di meja makan, berharap bokap gw akan mendatangi meja makan sembari seruput kopi. Selalu rutin setiap pukul 5.30 pagi sebelum bokap gw berangkat kerja dan biasanya gw udah bersiap diri sepik-sepik duduk dimeja makan untuk mencuri tegukan kopi karena biasanya setelah minum seteguk kopi, bokap gw akan beranjak mandi dan disaat itulah gw beraksi untuk tancap gas menikmati kopi. Gw memang penasaran seperti apa rasanya minuman hitam itu, ternyata rasanya enak bro, manis dan sensasinya tiada tanding. gak ada efek apapun saat pertama kali gw minum kopi, hingga kegiatan ini menjadi rutinitas gw dan akhirnya ketauan juga sama nyokap. Gw kira nyokap bakal marahin gw semarah-marahnya namun ternyata nyokap hanya memberikan saran, kalau mau cobain minum kopi harus bilang dan saat itu gw suka bilang tapi tetep gw dibatasin minumnya dan hanya boleh minum kopi susu walaupun komposisi susunya lebih banyak daripada kopinya, gak apalah daripada gak.

img04107-20170201-1616

Hingga pada saat gw duduk dibangku SMP, gw mengalami kejadian na’as, gw berak-berak gara-gara kopi dan ternyata yang gw minum adalah kopi bermerk Neskapeh, kopi ini ternyata memiliki konstur rasa kuat sehingga ada rasa-rasa asam yang malah merangsang asam lambung gw lebih berani hingga akhirnya gw berak-berak plus gejalan tipes, untung gak sampai sekarat, gak lucu dilaporan kedokteran “ada anak remaja yang sekarat gara-gara salah minum kopi”. Sejak saat itu saya mempelajari jenis-jenis kopi yang layak gw minum dan mana yang jarang-jarang gw minum, akhirnya memiliki kesimpulan gw harus menjauhi produk neskape karena kandungan kopinya kuat, memang merk ini lebih ngetrend dan anak muda banget tapi entah kenapa gw sebagai anak muda (saat itu) gak cocok sama kopi ini. Gw kalau ngeliat cangkir gede berisikan kopi hitam selalu teringat sosok bokap, setiap pagi ataupun sore selalu disediain kopi hitam manis racikan nyokap, dan memang racikannya superb banget padahal bukan kopi mix yang tinggal tuang lalu seduh melainkan harus ditakar dan dikira-kira. Bokap cuma suka merk kopi yaitu kapal ngapi, dari dulu gak pernah mau ganti walaupun pernah gw kasih kopi mahal buatan luar negeri, tapi tetep baliknya ke ngapal ngapi. hingga bokap dan nyokap gw menghabiskan masa pensiun dikampung, tetap merk ngapal ngapi setia menemani mereka berdua dan selalu ada di meja makan, gw kadang-kadang pakai kopi tersebut buat ngilangin bau sepatu atau bau tak sedap lemari pakaian. taro aja satu sendok kopi bubuk diatas tisu, lalu untel-untel dan masukin kedalam sepatu, satu sepatu satu buntelan tisu, Insya Allah jika sepatunya gak jamuran bakal hilang bau tidak sedapnya, kalau jamuran mending dicuci. oh iya… tips ini gw dapat dari seorang supir taksi, waktu gw kelas 5 SD kakak gw pernah muntah di taksi dan si supir dengan santainya cuma minta ganti uang kopi sebungkus aja, padahal bokap gw udah mau ngasih duit buat cuci mobil yang notabene nya lebih mahal dari sebungkus kopi tapi si supir tetep kekeuh karena kata dia lebih baik muntahan dikasih serbuk kopi dahulu sampai kering, baru dicuci karena kalau langsung dicuci, baunya suka masih ada apalagi perjalanan dia masih jauh. Beda lah jaman itu dengan jaman sekarang yang mudah menemukan tukang cuci steam, jaman dulu sekitar tahun 97 susah banget tempat cuci mobil.

ibarat senjata perang, setiap pria harus memiliki kesukaan kopinya masing-masing, ini akan menunjukan jati diri lo dihadapan manusia yang lain dan kasir kedai kopi, gak mungkin kan lu beli kopi di kafe tapi lu bingung mau minum yang mana, pilih dengan yakin karena itu memang kesukaan lu. Seperti halnya gw yang gak pernah ganti jenis kopi kalau minum di kafe, selalu kapucino, mau minumnya di setarsebak, kopibin, sampai beli kopi jadi di indomarch tetap milihnya kapucino. Gw suka kapucino saat era torabiko mengeluarkan produk jenis ini, awalnya memang mencoba merk dari indokape capucino, gw masih inget tagline iklannya saat pertama kali keluar ditahun 1996, “dimana saja dan kapan saja, indokape…ka…pu…cino” terus talentnya pada joget-joget di layar backlight gitu, anak muda banget pokoknya tapi sayangnya gak cocok sama lambung gw. Akhirnya bokap gw dapat parcel ditahun 2003 dan isinya ada Torabiko kapucino, sejak saat itu gw suka kapucino sanset merk tersebut. Biasanya orang minum kopi di kafe karena ingin hangout ngobrol panjang kali lebar sama sobatnya atau meeting kantor (ini khusus kantor yang gak punya ruang meeting) atau ketemuan sama kolega (sebenarnya gak bagus ngomongin perusahaan ditempat umum). Kalau gw malah gak suka ngobrol atau ketemuan di kafe kopi karena gak privasi, gw gak bisa ngomong jorok kenceng2, gak bisa ketawa kenceng-kenceng bahkan gak bisa usilin temen pake fisik kenceng-kenceng (mukul). biasanya gw minum kopi di kafe karena emang gw lagi pengen ngopi dan ada uang hahahaha, ada uang lebih, biasanya habis minum gw rada nyesel dan berpikir “gw bisa beli 4 gelas kopi dengan harga segini dan gak kebanyakan es batu”. anak muda sekarang sih lebih ke arah gaya nongkrong di kafe, padahal obrolannya sama aja kaya diteras rumah atau ngumpul-ngumpul di kafe sambil ngopi tapi tangannya sibuk sama gadget, gak ada faedahnya sama sekali.

Baca entri selengkapnya »

Jalan-Jalan ke Jungleland : Misbar

Posted on Updated on

Sudah berapa minggu ya gw gak ngeblog, mohon maaf banget karena lagi sibuk sama pekerjaan dan lagi banyak job shooting serta bantuin Yotuber Indonesia merancang youtube rewind 2016 di area gw kerja. Buka-buka email ternyata sudah ada 18 email curhat yang belum gw balas, maaf ya belum balas hehehehe dan yang udah komentar di blog, makasih banyak. Kali ini gw mau nulis perjalanan gw liburan sama teman-teman ke tempat wisata di daerah Sentul Bogor, kalau kalian nebaknya JungleLand, iyeesss bener banget tapi kalau nebaknya sirkuit sentul ya sudah pasti salah, jaman dulu main mobil sih rajin tiap bulan ke sirkuit sentul buat bantuin temen yang doyan balapan disana.

Jungleland merupakan sebuah tempat wisata berwahana seperti Dufan dengan konsep alam pegunungan khas kota Bogor, so.. dijamin udaranya sejuk banget. Saat perjalanan gw menuju lokasi Jungleland, hujan tidak henti-hentinya menunjukan tajinya, hujan deras plus angin juga dan ketika kami sampai di lokasi, hujan masih manja-manjanya keluar alias berintik-rintik ria. Kebetulan juga gw dan teman-teman dapat tiket gratisan dari salah satu media swasta Indonesia, wah lumayan juga nih liburan gratisan.  Sebelum sampai di lokasi gw sempet agak-agak bingung, kok gak nyampe-nyampe dan petunjuk arah lokasi Jungleland nya pun ternyata minim banget, hanya beberapa saja yang ada petunjuknya yaitu pas 100meter mau sampai lokasi, aiiih… udah deket baru ada petunjuknya.
20161205_120752

First impression gw waktu menginjakkan kaki ke Jungleland adalah wah… megah, depan lokasi pintu gerbang masuknya bagus, terdapat banyak foodstall, resto atau souvenir store yang berdiri dengan tematiknya masing-masing. Berhubung tematiknya adalah hujan, sehingga beberapa foodstall dan fasilitas di Jungleland tidak jauh-jauh dengan yang namanya buah dan binatang, ya mirip-mirip tematik di Taman Safari. Gw jadi inget pesan teman yang beberapa kali ke Jungleland “fik… disana kalau hujan misbar lho, alias gerimis bubar dan banyak wahana yang gak beroperasi”, awalnya gw gak percaya sampai gw ngerasain sendiri, pertama kali ke Jungleland, pertama kalinya juga gw datang pas hujan, walaupun gak deras tapi ternyata temen gw benerrr… banyak wahana yang tutup karena hujan. Oh… god… maafkan hambamu ini, untuk apa kami kemari jauh-jauh dari Jakarta hanya melihat wahana yang ditutup.

Walaupun banyak yang ditutup tapi ada beberapa whana yang dibuka kok, salah dua nya DinoLand dan Rumah hantu (gw lupa nama wahananya apa). DinoLand adalah sebuah wahana show yang isinya dinosaurus dikandangin sempit dan bergerak-gerak statis dengan suara dino yang menurut gw lebih mirip sapi sama kambing. Bagi penggemar sejarah dinosaurus, disinilah tempatnya karena terdapat info sejarah bagaimana dinosaurus itu hidup dan beberapa spot ilmu pengetahuan lainnya. Sayangnya disini tidak ada pegawainya sama sekali, gw sama temen-temen harus berpetualang sendiri tanpa adanya pendamping, kalau gw sama temen-temen kesesat gimana? Atau ada yang dimakan T-Rex gimana? Apakah sudah ada jaminan dinosaurus nya tidak makan orang?

20161205_122753

Wahana kedua yang masih buka saat hujan adalah Rumah Hantu, ekspektasi gw dengan wahana ini wah banget, gila men, di themepark ada rumah hantu dan gw antusias banget. Sesampainya di lokasi wahana rumah hantu, gw dan temen-temen harus antri  menunggu giliran masuk, rombongan cabe-cabean didepan rombongan kami beberapa kali keluar masuk keluar masuk lalu keluar karena tidak berani masuk lebih dalam lagi. Gokil, ini pasti hantunya serem banget, sampai-sampai mereka menjerit lari keluar wahana . Giliran kita masuk kedalam wahana Rumah Hantu, gw pengen banget lihat orang yang jadi hantu, sebelum semakin dalam si petugas memberikan intruksi “mas nanti jalan aja lurus nanti Cuma ada belokan ke kiri dan ke kanan” yaelah mas, orang gila juga tau, belokan itu Cuma ada kiri sama kanan. Lorong-lorong gelap menjadi petanda kami sudah berada di tempat yang menyeramkan, music-musik dengan denting piano memainkan nada-nada minor sehingga terdengar mistis, awesome. Berjalan selama 5 menit menelusuri lorong, tidak satupun ada hal yang seram disana, ya Allah itu tadi cabe-cabean kenapa teriak-teriak sih. Akhirnya kami menemukan sebuah pintu bercahaya, disana terdapat sebuah stasiun kereta kecil dengan 2 orang petugas wahana menyambut kami. “Selamat datang kakak, silahkan duduk dikereta” eeh…. Naik kereta? Wah asik. Kami pun duduk manis dikereta, sebenarnya diujung kereta kami sudah terlihat spot rumah hantunya, ada boneka mannequin yang gak jelas dadah dadah kearah kami. Kereta berjalan pelan menelusuri ruang-ruang yang penuh dengan boneka berdarah-darah, jelangkung, orang gila yang dipenjara, kasur berdarah (mirip kasur pasangan pengantin setelah malam pertama) dan piano yang bisa main sendiri, ah kereeeeen…. Tapi gw gak merasakan esensi kengeriannya. Huuuuffftt….. akhirnya kami keluar dengan ekspresi datar. Yang kami ingat hanya boneka-boneka-boneka yang dirusakin sehingga terlihat cacat dan serem. Buat kalian yang kadar horror nya tinggi, cocok banget, tapi buat yang biasa makan setan atau ditakutin setan, gak cocok deh.

Baca entri selengkapnya »

Si Mbah BengBeng

Posted on Updated on

 

Beberapa bulan yang lalu setiap gw pulang dari kantor melewati gerbang ancol timur sekitar pukul 19:00 selalu tampak seorang ibu-ibu yang usianya diatas 70tahun berjualan beng-beng. Tahukan beng beng itu apa? Itu lho wafer coklat dengan caramel yang crispy, cari deh di google apa itu beng beng. Beberapa kali lewat tapi belum pernah lihat ada orang yang membelinya, memang tidak sering banget terlihat beliau menjajakan dagangan. Setiap melihat beliau gw selalu memikirkannya, ini ibu-ibu kenapa jualan beng beng di pinggiran jalan dengan lampu jalan yang tidak terlalu bercahaya, apalagi hanya beralaskan sebuah tikar kecil dan menjajakan puluhan beng beng secara ditumpuk begitu saja.

Daripada gw berlarut-larut dalam penasaran, malam kemarin gw berdoa semoga si ibu-ibu itu ada dan gw bisa beli beng beng nya karena kebetulan gw penggemar salah satu produk dari mayora tersebut. Tepat pukul 19:00 gw pulang dari kantor dan Alhamdulillah ketemua si ibu-ibu tapi menurut gw lebih enak manggilnya si mbah karena sudah tampak raut wajahnya yang sudah penuh pengalaman hidup, rambut putih dan berpakaian biasa saja. Gw langsung memarkirkan motor didekat si mbah berjualan, dengan senyum yang ceria, beliau menyambut gw “monggo mas, beng beng nya” ternyata si mbah ini orang jawa yang memang keliatan orang jawa banget, terlihat dari senyum ramahnya seakan-akan gw pengen lebih banyak ngobrol dengan beliau.

Gw : “ibu…. Jualan apa bu?”

Mbah : “ini mas beng-beng”

Gw : “berapaan toh bu satunya?”

Mbah : “duaribu saja mas”

Gw : “ya wis aku beli 5 boleh ya bu?”

Mbah : “hehehe iya boleh mas”

Lalu si mbah mengambil 5 buah beng-beng dan memasukkannya kedalam plastic hitam sebagai pembungkus jajanan yang gw beli. Beliau bukan pedagang biasa, setelah gw beli dagangannya, beliau langsung mendoakan gw.. “mas,… mudah-mudahan berkah ya mas, rejeki mas tambah lancar, sehat selalu”

Baca entri selengkapnya »

Fleksibilitas Karyawan

Posted on Updated on

Beberapa hari yang lalu sempet baca berita di tv, iya baca, soalnya udah malam jadi gak boleh nyetel volume kenceng-kenceng, lumayan si stasiun tv nya baik hati masih ngasih teks buat dibaca. dalam berita tersebut membahas “Depresi Pegawai” yang secara garis besar mereka stress dikantor dan diluapinnya dirumah. apa sih yang paling buruk dari sifat manusia? salah satunya membawa masalah yang orang rumah tidak mengerti, hal yang paling tidak gw suka ya seperti itu dan menjadi alasan kenapa gw memaksa istri gw untuk resign tidak bekerja dikantor karena selalu membawa masalah kantor ke rumah yang gw sendiri tidak mengerti, sekedar curhat sih oke tapi kalau sampai meluapkannya hingga marah-marah, gw bakal kaya orang bego yang gak salah lalu dimarahi, udah bego eh.. diomelin pula.

Setiap gw berangkat kekantor, gw selalu memperhatikan orang-orang dijalan, entah itu sedang naik motor atau berkendara didalam mobil, bahkan penumpang didalam angkotpun tidak luput dari perhatian gw. Gw mirip penjahat yang lagi nyari mangsa tapi sungguh, gw gak ada niat buat menjadi penjahit. Tidak sedikit pengendara motor yang rasanya lebih menghargai waktu daripada nyawanya, lampu merah diterabas, orang nyebrang gak dipeduliin, kereta mau lewat ya bodo amat sampai beberapa kali gw melihat kecelakaan motor karena kebodohan yang lebih takut telat dibandingkan menjaga dirisendiri dan orang lain. pernah sekali gw diserempet motor, motornya dia yang salah main terobos lampu merah, dia langsung minta maaf dan ngasih alasan “maaf mas saya buru-buru takut telat ke kantor” padahal gw gak ngebuka mulut sama sekali, hanya main mata, ooouh… kamu main mata… main mata… main mata…. kalimat terburu-buru sebenarnya bukan alasan lho, itu suatu pernyataan kalau dia salah, kalau emang terburu-buru kenapa tidak berangkat lebih pagian, “kesiangan mas” ya salah siapa kesiangan, emang handphone atau jam dirumah gak punya alarm? “gak punya istri mas” lah bodo amat, gw punya istri aja tetep paling pagi bangunnya karena memang udah kebiasaan.

Balik lagi ngebahas berita soal depresinya para karyawan ibukota, benang merahnya ada di jam masuk kantor dan beban kerja mereka. dari ratusan perusahaan yang ada dijakarta, rata-rata dan hampir semuanya memiliki jam masuk pada pukul 08:00 dan sisanya ada di pukul 09:00 ini sesuai survey dari beberapa teman yang kerja di Jakarta. Otomatis jam kemacetan ibukota baik dari arah Bekasi atau Tangerang berada pada pukul 07:00-08:00, terbukti dengan penelitian kecil-kecilan gw dimana gw berangkat pukul 07:00 dan pukul 08:00 ternyata lebih cepat berangkat dari rumah pada pukul 08:00 (kurang lebih satu jam sampai kantor) sedangkan ketika gw berangkat pada pukul 07:00 bisa sampai 2 jam sampai kantor, rute kantor gw Bekasi, Cawang, Cemput, Kemayoran, Ancol. Apalagi jam masuk kantor kebanyakan perusahaan di Jakarta, berbarengan dengan jam masuk sekolah, faktanya di ibukota tidak sedikit yang orang tuanya nganterin anaknya sekolah dengan kendaraan dan ada pula yang sekolahnya jauh banget dari rumah hanya mengejar gengsi. Selain faktor jam kerja, ada yang namanya beban kerja, untuk menghemat budget pengeluaran, pihak perusahaan biasanya memberikan pekerjaan diluar yang ada didalam kontrak kerja, misalnya seorang marketing yang harus ada kerjaan lain untuk ngedesain dan melakukan riset padahal kedua pekerjaan tambahan tersebut memiliki bidangnya masing-masing. Bos tetaplah bos yang gak mau tahu, ini banyak bos di Jakarta kaya gini, tahunya cuma hasilnya bagaimana karena atas seorang karyawan juga punya target dari bigboss sedangkan bigboss punya mimpi ngejar target yang dia tanamkan pada dirinya sendiri.

Perusahaan sendiri terkadang lupa bagaimana cara memanusiakan karyawan, mereka lupa siapa yang bekerja dan mereka hanya inget hasil dan target yang sudah tercapai. Agak lucu kalau dengar karyawan sakit-sakitan karena bekerja, aneh ya orang kerja buat sakit bukan buat menyokong kehidupan untuk menjadi lebih layak. gw yakin perusahaan itu mampu untuk memanusiakan karyawan karena ini bukan soal duit, gaji gede kalau pekerjaan gila-gilaan juga bikin gak betah kok. apalagi banyak karyawan yang gajinya gede tapi pekerjaannya slow slow but not sure yang akhirnya dibikin sempurna oleh karyawan lain yang kerjanya luar biasa banyak tapi gajinya luar biasa pas pasan. gw ada pendapat tersendiri untuk mengurangi depresi karyawan, ya minimal mengurangilah karena yang namanya pekerjaan pasti akan ada stressnya dan itu sensasi (tantangan) nya.

img-20150826-wa000

Jam Kerja Fleksibel
Budaya jam kerja fleksibel memang belum banyak diterapkan pada tiap lini perusahaan, salah satunya perusahaan dimana gw bekerja, gw dikasih jam kerja fleksibel, jam berapa aja boleh sampai kantor asal tidak lebih dari jam 10 siang dan hitungannya 8 jam sudah termasuk istirahat. kalau gw sampai kantor jam 9 pagi berarti gw pulang jam 5 sore, kalau gw datang jam 10 siang berarti gw pulang jam 6 sore. kok 8 jam? rata-rata 9 jam lho mas, disinilah gw mulai meneliti jam kerja, ketika kita diberikan jam kerja selama 9 jam, rata-rata banyak jam yang kebuang, dari mulai istirahat yang molor setelah selesai makan siang hingga sholat, mereka ngerokok dan nongkrong hinggga jam istirahatnya menjadi satu jam setengah. Kalau kita padatkan menjadi 8 jam, niscaya kita gak ada banyak waktu buat leha-leha.

Baca entri selengkapnya »

Bogor Yang Macet…

Posted on Updated on

Bogor udah dapat tambahan label selain kota hujan yaitu kota macet, di aplikasi waze menyebutkan bogor sebagai kota yang ngeselin nomor 2 di dunia karena macetnya. wuiiih… serem juga dan ternyata memang bener. Lagi ngomongin kota Bogor yang indah sama temen-temen kantor akhirnya kita mengadakan tour dadakan ke kota Bogor yang dikenal dengan puncaknya. Tujuan utama kita sebenarnya ke Macaroni Panggang atau biasa dikenal dengan MP, salah satu tempat kuliner di bogor yang cukup ngehits sejak 2010. Konon katanya MP menyajikan makanan macaroni panggang yang melegenda sampai-sampai sering dibahas diberbagai macam media tentang makanan ini.

Tepat tanggal 2 Oktober kemarin kita ngebogor bareng, sampai di keluar tol ciawi pukul 09:14 dan itu sudah lumayan agak padat arah puncaknya. berhubung masih agak pagian, si Windi penasaran dengan tempat kuliner bernama Cimory, gw info ke dia kalau di cimori buka cabang baru yang posisinya sebelum puncak atas dan terdapat arus sungainya, alhasil penasaran dia dan ingin menuju kesana. Sesampainya disana, bener-bener aneh lho, baru kali ini gw ketempat makan yang parkirannya penuh dan pihak petugas parkirnya bukan usaha cariin kita lahan parkir tapi langsung aja nyuruh kita keluar padahal di luar ada tempat parkir kosong namun posisi kita agak kurang pas karena lagi sistem buka tutup naik ke puncak, sedangkan parkirannya dijalur bawah puncak. “udah keluar aja mas, parkiran penuh, diatas masih banyak tempat makanan lain” eh… buset, kalau gw jadi pengelola, udah gw pecat itu akang-akangnya. Tempat parkiranya juga aneh, ada tarifnya walau kita gak ada 5 menit didalam area cimori, sistem parkirnya menggunakan komputerisasi seperti secure parking gitu, pas kita keluar area cimori sudah pasti kita ditagih 3000 rupiah. bukan masalah 3ribu peraknya tapi bagaimana sih kita belum parkir sudah disuruh bayar? padahal kalau di mal mal besar sekalipun, hitungan parkir setelah 10 menit masuk kedalam area parkir.

Dengan sedikit kecewa kita keluar dan menuju cimory yang posisinya diatas, kita sebut aja cimory hills karena disana kita bisa melihat bukit hijau, sedangkan yang dibawah merupakan cimory river yang bisa melihat sungai. di Cimory hills penjaga parkirnya sigap banget, langsung ditunjukin lokasi yang sepi, ini patut dicontoh… Cuma yang jelek disini pelayanannya, mungkin kita keliatan muka-muka kurang seger abis begadang apalagi salah satu dari kita keliatan muka gratisan karena kemana-mana bawa air putih sendiri biar gak jajan. Setiap kita manggil pelayannya, selalu aja gak datang walaupun dia sendiri udah mengiyakan akan menuju meja dimana kita tiduran, ada yang sepik-sepik ambil buku catetan tapi malah ngerjain ke tempat lain, sial, kita dicampakan. Gw perhatiin di meja yang lain pelayanannya sangat sigap, mau tahu apa yang membuat mereka sigap? karena di meja tersebut berisikan keluarga bukan anak-anak muda seperti kami yang haus akan jalan-jalan dan gaji besar.

img-20161002-wa0013

Setelah ada pelayan yang sadar, kita memesan twin Sausage, sebuah menu dimana ada sosis kembar panjang (30cm) yang dipanggang dengan teman-temannya bernama kentang wedges serta sayuran lokal. menu yang lumayan bisa buat rame-rame dan bayarnya patungan karena harganya Rp.90.000,- lumayan buat makan sendirian bisa gosong dompet gw. ketidakpuasan kedua terjadi ketika makanan tiba, kita cuma dikasih 2 pisau dan 5 garpu, lalu piringnya? enggak ada. pas temen gw minta piring, jawabnya “maaf mbak, bisa minta ke bagian pelayannya” lah elu itu apaaa massss…… maintenance? IT Staff? manager akunting? buseh lah elu yang naro-naro makanan kita tadi. skip lah, akhirnya kita makan dengan jorok, karena gak dikasih piring, mirip makan nasi rame-rame di daun pisang. soal makananya si enak cuma pelayanannya kurang, gak ada inisiatif, padahal kalau mereka sadar, tamu seperti kita-kita yang suka cobain makanan secara patungan adalah potensi besar, sudah pasti kita cobain makanan buat diomongin bukan sebagai kebutuhan karena lapar….

Baca entri selengkapnya »

Manfaat Nonton Bioksop Sendiri

Posted on Updated on

Rata-rata orang menonton film di bioskop selalu mengajak teman, gebetan, istri, pacar atau minimal ngajak selingkuhan tapi kalau gw sih lebih prefer nonton sendiri karena gw udah hampir sering nonton film bioskop sendirian. kebiasaan ini sudah gw lakuin sejak jaman kuliah, sepulang kuliah atau cabut kuliah atau gak ada kuliah, lalu saat sudah kerja pun masih suka nonton bioskop sendirian sampai dikejar homo. Tak jarang juga ngajak temen-temen namun seiring kedewasaan gw, teman-teman udah susah diajak nonton karena mereka lebih suka nonton bareng ceweknya masing-masing. Berharap bisa dapat satu atau dua cipokan di saat film bioskop diputar, ngomong-ngomong soal cipokan di bioskop, gw juga pernah sih, waktu jaman-jaman SMA dan kuliah, namanya juga gejolak kawula muda, anehnya tidak seperti pasangan yang berniat mesum di bioskop, gw gak pernah duduk dipojokan, elu nonton berdua sama pasangan dan memilih bangku pojok sedangkan bioskop lagi gak rame, udah barang tentu bakal dicap mau mesum sama petugas tiketnya. apa nyamannya nonton dipojokan, biar gw emang ada niat mau ngapa-ngapain dengan pasangan, gw juga harus menikmati cerita filmnya. Film yang sering gw pake buat beradegan mesum lebih ke film-film horor yang dimana ketika ada adegan menakutkan, gw bikin adegan menyenangkan berduaan sama pacar. haaaaaaaaaaa….. masa remajaaah…. eeit… tapi cuma ciuman aja gak lebih.

Pertama kali coba nonton bioskop sendiri disaat gw gagal ngajak gebetan nonton, udah janjian pulang kuliah nonton eh dia malah keburu diangkut sama pacarnya, hahaha iya gw ngajak cewek orang buat nonton bioskop. buat menaruh rasa kegembiraan setelah gagal bersandiwara dengan cewek orang, gw tetep lanjut nonton sendirian, gw lupa waktu itu nonton apa, wajar aja karena udah ratusan film yang gw tonton, iya kali gw inget, kecuali kalau nonton sama pasangan, biasanya gw lupa filmnya tapi ingat rasanya. saat itu agak grogi masuk ke 21 (twenty one) “saat itu belum bernama XXI seperti sekarang” rata-rata yang ngantri tiket bersama pasangan atau keluarganya, gak gak ada yang nonton sendirian kaya gw. sesampainya di depan mbak-mbak penjual tiket, gw dihadapkan dengan sebuah pernyataan dan pertanyaan
Pernyataan : gw emang nonton sendiri
Pertanyaan : apakah gw pede bilang “satu tiket saja” ke mbak mbaknya?

Setelah memilih film dan jam film yang diputar, si mbak-mbak pasti bakal bilang “berapa tiket?” anjriiit gw deg-deg-degan, gw kepikiran pengen ngajak mbak nya nonton “maunya sama kamu mbak, mbak yang penuh inspirasi, tapi apa daya, aku menyendiri mbak” tentunya kalimat itu gak bisa gw ucapkan dari mulut, bisa-bisa gw ditinju sama mbaknya. Gw menjawab pertanyaan tersebut cukup lama, 10 detik kemudian gw menjawab “saya sendiri mbak” hahaha goblok, kalimatnya gak pas, ambigu, menyatakan banyak arti antara promo atau memang keadaan. gw masih inget, muka si mbak-mbaknya langsung berubah jadi agak mirip-mirip abis liat eek kucing dijalan. Walau agak keringet dingin tapi gw bisa mendapatkan tiket nonton ditangan dan gw langsung ke toilet buat kencing, ya iyalah kencing, masa iya gw ke toilet mau fitness.

kurang lebih setengah jam buat nunggu pintu studionya terbuka, hanya bisa terduduk diam, lihat handphone, masukin ke saku celana, liat lagi, masukin lagi, liat lagi, masukin lagi, begitu terus sampai handphone nokia 5310 gw berubah jadi iphone 8. melihat sekitar para muda mudi asik becanda sama pasangannya, gw sih sebenarnya ada pasangan/pacar, cuma saat itu lagi break, berantem, cuma gara-gara ketauan ada cowok yang sms gw pake kata “kak opik sayang…” beraklah tuh orang, becandanya gak asik. tak lama muncul halo halo “pintu theater 2 susah dibuka, para penonton yang tidak memiliki karcis, dipersilahkan tidak memasuki theater 2” langsung aja gw ke theater 2, disana sudah ada mbak-mbak yang siap merobek tiket nonton, dibeli buat dirobek sama mbak-mbaknya, untung aja cakep, kalau gak cakep pasti ya ga apa-apa.  gw selalu tepat waktu kalau nonton karena gak ingin menggangu orang yang udah duduk buat geserin dengkulnya biar gw bisa lewat, gw ngerti kok perasaan orang seperti itu, gak enak, apalagi gw punya dengkul panjang yang walaupun udah digeser pun masih saja kepentok kaki orang. gw pernah punya pengalaman kaya gitu, pas gw asik nonton di 5 menit awal film, tahu-tahu ada orang lewat mau duduk diujung sebelah gw, gw udah geser dengkul tapi tetep aja kakinya nanbrak dengkul gw, bukan itu aja, ternyata kakinya nginjek sendal gw dan sendal gw kebawa sama kakinya dia, itupun baru gw tahu setelah film selesai dan gw nyari-nyari sendal yang sudah pindah lokasi ke dekat bangku mas-mas itu. gw pikir ada yang nyolong sendal gw, perasaan ini bioskop bukan mushola.

Duduk anteng ganteng dibangku, sudah pasti duduknya ditengah biar mata gak cape-cape buat melihat sudut-sudut layar. kadang-kadang gw melihat ke sekeliling ruangan bioskop buat istirahatin mata agar tidak pegal nonton (gak tahu tipsnya siapa), ngeliat cewek pada nyender sama cowoknya, ada cowok yang nyender ke bahu cowoknya hhmmm… hingga akhirnya filmnya usai, selesai, tamat, finish, gak ada ceritanya lagi. sampai dirumah gw langsung mikir, ternyata enak juga nonton sendirian, gw jadi fokus cuma jadinya gw gak bisa punya teman ngobrol ngebahas film tersebut. gak mungkin gw abis dari bioskop terus pulang kerumah ketemu nyokap bokap gw, lalu cerita “tadi itu jagoannya kena diabetes mah, ditembak darahnya muncrat terus dan gak sembuh-sembuh” pasti mereka bilang “kamu kenapa??, pasti jatoh dari motor lagi ya”. Walaupun begitu, gw merasa lebih asik nonton sendirian, karena gw gak keganggu sama orang yang ngajak ngobrol ditengah film diputar, kagak asiklah lu ngobrol bahas apapun disaat suara dibioskop jedaar jedeer blegeeerrr, yang gw denger cuma “oi… pik.. pik… befiuhefiejhflguihglmsbisuhdiusurhso ya?” dan pastinya gw balasnya dengan “hah?… hah?… fak” , gw gak suka lagi asik nonton tau-tau ditanya jalan ceritanya, ajegile gw seperti translator, apa yang ada dilayar, gw ceritain dengan bahasa yang gw punya. Kalaupun tidak mengerti dengan alur ceritanya, lebih baik diam, nikmatin aja gambarnya gerak-gerak atau efek cgi nya, karena itu cukup mengurangi ketidak mengertian para penonton yang kurang mampu menangkap cerita berat. kisah nyata saat gw nonton film Inception, kebayangkan ceritanya kaya apa, dan cewek gw nanyaaaa setiap 15 menit sekali, “honey…. itu apa, kok bisa dia begitu, kenapa tiba-tiba dindingnya kebalik, kenapa, kenapa honey, kenapa aku disini? kamu siapa beb…..arrarrhrah” dan akhirnya gw terpaksa download film inception di internet karena gw jadi gak ngerti ceritanya apa gara-gara harus membagi waktu untuk jelasin ke doi tentang kenapa dindingnya bisa kebalik dan gedungnya bisa digulung-gulung.

Baca entri selengkapnya »