Siapa tokoh motivasi kalian?, pasti jawaban standarnya para tokoh-tokoh terkenal macam albert einsten, Pak Soekarno, atau advent bangun?. Hampir semua jawaban yang dilontarkan kepada korban, merupakan tokoh tokoh yang ada di televisi tapi pernahkah bertemu langsung dengan mereka?, pasti belum pernah. Di televisi kita melihat para motivator memberikan wejangan dengan sejuknya sehingga membuat penonton merasa nyaman dan berpikir kalau sang motivator lah yg seharusnya ada di masjid-masjid atau gereja agar hidup mereka semangat tanpa bahasan yg hanya membuat kita malas memikirkan dunia.
Tokoh motivator saya bukanlah seorang artis, pengusaha sukses dengan celana pendek serta kemana-mana pake kaos kemeja polos atau bapak walikota yg tidak pernah mau mengambil gaji nya. motivator saya pribadi adalah orang-orang yang ada disekeliling saya. Mungkin salah satunya adalah Zaky Maskur, siapa beliau? Tidak akan banyak yg mengenalnya kecuali dalam satu club Timor-er. Beliau merupakan anggota club yg sama dengan saya, bahkan sekarang sudah menjadi ketua pusat Timor-er di Jakarta. Menurut saya, dia adalah orang sukses yang mukanya gak punya beban kesuksesan, karena setiap orang sukses yang saya temui rata-rata mempunyai muka yg benar2 menahan beban hidupnya hingga senyum saja kecut, hanya memikirkan bagaimana caranya agar dia menjadi orang tersukses.
Om jeki, begitu saya memanggilnya. Wajah ganteng ( sumpah saya bukan maho), pekerjaan mengasyikan, istri cantik, anak lucu dan sepertinya memang apapun sudah dilakukannya dengan berhasil, what else?, setiap manusia pasti selalu merasa kurang. Saya tertarik dengan kehidupan om jeki berawal dari cerita seorang teman yg tau banyak tentang beliau (mungkin temen saya yg maho), awalnya doi sama seperti saya yaitu seoranga pegawai biasa dengan gaji ngepas ngepis. pake Timor juga malah katanya lebih bulux dari mobil timor saya, tak beberapa lama doi menghilang selama setahun, mungkin diculik sama jaringan Al-Qaida untuk dipaksa berjuang melawan yahudi. setelah setahun berlalu ternyata doi training di China dan kembali lagi dengan mobil Altisnya dan tak lama ganti mobil bermerk honda Streaming no Buffering.
wow, semua heran dan kagum, apalagi naiknya karir om Jeki ini terasa secepat kilat bagaikan Gundala yang berlari mengejar matahari. hingga akhirnya kita semua kenal beliau berkendara dengan mobil Fortunernya (Truk Mewah) namun terakhir ini semenjak di nobatkan sebagai ketua Timor-er pusat, dia membeli Timor lagi untuk mengenang masa-masa susahnya tetapi jangan diliat mesinnya booo… high class punya lah.. owe blani jamin itu balang bagoes punya. diantara anggota lama Timor-er cuma om jeki yang masih setia sama kita-kita walaupun mobilnya sudah ganti, berbeda dengan anggota lain, kekeluargaan di komunitas hanya sebatas mobil, mobil nya ganti maka komunitasnya pun juga ikut ganti. aseli, nih orang setia banget sama teman-temannya di Timor….
Om Jeki juga orangnya tidak sombong, ni orang kayo idola ane, mau makan apa dan kumpul dimana asik aja. rendah diri karena tidak pernah nongolin apa yang dia punya, bahkan kalau disuruh naik angkot pun mau aja tanpa ada rasa gengsi. doi sekarang kerja di perusahaan jaringan Cisco, dulunya saya pengen juga kerja dimarih tapi mengingat daya hitung saya yang rendah (padahal cuma ngitung 1000111000 + 10011001100 saja) hahahahaha… apalagi ya yang dikejar om jeki, saya belum pernah liat dia murung memikirkan sesuatu hal yang berat apa memang wajahnya memang didesain seperti bayi yang selalu tersenyum ya?. memang cocok beliau menjadi pemimpin komunitas, selalu mementingkan kepentingan bersama dan membantu teman-temannya yang lagi kesusahan.
saya harus bisa seperti beliau, minimal setara sama beliau dulu lah, “ah elu kan masih muda fik”, damn… kesuksesan gak kenal umur bro, kalau kita berfikir seperti itu mana bisa tahu kita kedepannya apakah masih bisa megang duit apa sudah diselimutin kain kafan. tapi saya sendiri bingung harus memulai darimana ya, cita-cita saya saja sebagai wartawan terhalang oleh orang tua yang gak mengijinkan, jadinya wartawan blogger aja. mau jadi penulis, bentrok dengan waktu saya dikantor, mikir ini itu jadi gak karuan tuh ceritanya, ujung2nya jadi stensilan jamannya Freddy S. tinggal harapan di Band saja, Insya Allah kalau sukses mau buat modal usaha bisnis lainnya, gak pengen hidup selamanya di Band karena kasian anak saya ditinggal bapaknya terus konser keliling alaska dan kutub selatan.
saya senang mempunyai teman-teman yang sukses, apalagi rendah hati macam om jeki. namanya juga di komunitas, pasti akan menemui beberapa tingkat kemakmuran teman-teman yang berbeda-beda. biarkan saya iri, karena iri saya ini akan menjadi motivasi saya sendiri untuk meraih kesuksesan. toh apa sih yang dicari orang dalam bekerja?, pasti Karir lalu uang, kalau karir sudah berada di impian tinggal uangnya di naikkan. hidup ini bisa enak kalau semuanya serba cukup, biarpun orang bilang, jangan apa-apa diukur dengan uang tapi jaman sekarang gak mungkin kita mengukur sesuatunya cuma pake penggarisan kayu. semua ada harga dibalik kenyataan, semoga kita semua bisa sukses menggapai apa yang kita mau….
“Tuhan berilah hamba kesuksesan di Tahun 2012 ini ” doa sejuta umat di awal Tahun……..











Komentar Penggemar