Jalan-jalan ke Taman Budaya Sentul

Posted on

Suatu ketika.. ada hasrat ingin mengetahui dimana letak taman budaya sentul bogor, seorang sahabat memberikan gambaran kalau tempat ini bagus viewnya dan sangat cocok untuk jalan-jalan bersama keluarga. Berhubung gw belum punya keluarga, boro-boro keluarga, pacar aja belum punya ‘dua’ maka dari itu gw mengajak teman-teman untuk ikut menuju taman budaya untuk menghapus rasa penasaran sekaligus mengetahui suasana kota centul yang konon sangat enak dilalui kendaraan karena keadaan masih asri dan hejo…

Berangkatlah kita bertiga menuju taman budaya, dari Pekayon jaya menuju tol Jorr Jati Asih, bayar 7000 rupiah saja ditambah senyum memikat dari penjaga gardu. Mobil Timor tua gw langsung melaju cepat disiang hari nan panas ke jalur Sentul Selatan, sampai disana gw sempet takjub karena suasana sangat berbeda dengan bekasi, terutama udaranya yang sejuk nan nyaman. Cukup buka jendela saja, maka udara yang sejuk terasa mengalahkan AC mobil gw yang udah mulai letoy ngeluarin Freon nya…

jalurnya mantab...

Dari gerbang keluar tol sentul selatan, kita bertiga ke kiri, kira-kira 5.5 kilometer taman budaya itu berada. Disepanjang jalan kita dimanjakan dengan hijaunya pohon-pohon yang rindang, terlihat banyak anak-anak remaja yang bersantai ria di sekitar jalanan sentul city. Keadaan jalan cukup sepi, bahkan untuk memacu kendaraan lebih dari 60kilometer juga bisa tapi menurut gw jangan karena jalanan yang ditata pihak sentul city cukup bergelombang bahkan ada beberapa jalanan yang rusak akibat dimakan air hujan, keadaan jalananpun naik turun seperti berada di puncak.

Hejo-hejo semua dijalan

Berhubung perjalanan dalam keadaan puasa, suasana seperti ini sangat mendukung agar puasa kita menjadi kuat, ehm… perumahan disini sangat mengingatkan gw tentang gambaran rumah-rumah di daerah swish, dimana rumah-rumah tersebut berjajar rapi mengikuti arah bukit, sayang temen gw si bambang ga mengabadikannya karena sibuk tidur dibangku belakang sedangkan gw sibuk nyupir dan Despian asik ngobrol sama gw.

Rumah-rumah disini minimalis tapi bagus-bagus banget, biar kecil namun terlihat mewah apalagi ditambah view bukit-bukit yang sangat memanjakan mata, sepertinya punya rumah disini sangat nyaman sekali apalagi buat para kaum sibuk perkantoran yang ingin melepas penat dari kerjaan-kerjaannya dikantor. Kami bertiga sempat kebingungan mencari lokasi taman budaya dan ternyata lokasi tersebut sudah terlewat oleh kami. Setelah bertanya dan berputar arah maka didapatnya taman budaya nyelip diantara perumahan. Saat kita masuk, kita diwajibkan mengambil karcis parkir yang dibayar nanti dipintu keluar. Setelah mencari lokasi parkir didekat taman fantasi (mirip-mirip dufan buat balita) maka kita mulai mencari dimana letak taman budaya karena gw sendiri gak melihat ada papan penunjuk lokasi persis taman budaya.

pintu masuk taman budayanya

Gw udah muter-muter gak jelas, akhirnya nanya sama tukang pisang, ya tukang buah pisang, anda bakal kaget mengetahui jika disini banyak banget penjual pisang, segala jenis pisang ada disini, oh bukan pisang saja rupanya, ada petai dan tmun suir eh suri… ternyata lokasi taman budaya memang berada disini namun kita kelewatan masuk ke area, dari pintu masuk parkir seharusnya langsung masuk ke kiri menuju tanjakan yang mirip sama hotel bintang 5 dan nah… sampai juga kita di taman budaya.

ada restorannya juga lho..

Disini tempatnya unik, pengelolanya pintar membuat kejutan buat para pengunjung, dari depan pintu masuk bangunannya cukup kecil dan minimalis, hanya hiasan serta beberapa ukiran karya seni, tapi kalau kita terus masuk maka kita akan di perlihatkan sebuah hamparan lapangan yang cukup luas, disana ada tempat trek jalur ATV dengan view perbukitan yang sangat bagus. Selain permainan ATV ada juga outbond, sayang…. outbond nya Cuma bisa dinikmati para anak-anak kecil, dan sepertinya permainan disini memang dikhususkan buat anak-anak kecil sekitar 5 hingga 12 tahun, untuk permainan dewasa bisa memainkan ATV atau flying fox (jalur flying fox nya pendek amat).

viewnya mah bagus, kliatan gunungnya

Tempat ini sebenarnya masih baru namun udah banyak sampah dan beberapa spot yang tertata tidak rapih, apalagi gw sempat ditipu oleh poster didepan pintu masuk, disana ada gambar air terjun, gw udah semangat aja pengen liat, eh gak tahunya itu lokasi air terjunnya tidak jadi satu lokasi melainkan lokasi yang jadi satu paket oleh perjalanan wisata kota sentul dan harganya 135ribu/kepala dengan minimal 20orang/rombongan. Kalau untuk datang ke taman budayanya sih gratis gak ada tiket masuk kecuali bayar parkir saja.

tempat outbondnya buat balita semua

Setelah puas dengan taman budaya, kita bertiga pun pulang dengan sedikit kekecewaan, gw kira tamannya sangat cocok buat semua kalangan, ya untuk para om-om yang sudah memiliki anak tempat ini bisa dijadikan referensi mempelajari tentang budaya Indonesia karena disini ada museum kecil dimana para anak bisa dijelaskan mengenai budaya bangsa ini. Andai pengelola lebih serius mengelolanya soalnya masih banyak spot-spot yang kurang enak dipandang, belum lagi ada daerah yang belum tereksplorasi masih menyisakan kebobrokan.

About these ads

3 thoughts on “Jalan-jalan ke Taman Budaya Sentul

    hawa said:
    9 Desember 2012 pukul 5:21 am

    harga masuk taman budaya katanya gratis ya $$$$$

      Tawvic responded:
      31 Desember 2012 pukul 3:06 am

      gratis hanya bayar parkir saja jika bawa kendaraan

    photo booth jakarta said:
    28 Desember 2013 pukul 12:26 am

    terima kasih telah sharin informasinya…
    hari ini rencana menuju kesana taman budaya sentul
    salam kenal

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s