Reuni SD Pekayon Jaya 6

25 01 2012

Reuni itu identik dengan sebuah kenangan, ya kenangan masa-masa indah dahulu bersama teman-teman lama. Kira-kira 10 tahunan saya tidak berjumpa dengan teman SD lagi, sebagian masih suka jumpa karena rumahnya memang masih satu komplek dengan saya. Acara reuni yang diadakan pada tanggal 22 Januari 2012 ini sebenarnya mendadak, hanya obrol-obrolan ringan di BBG Alumni SD Pekayon jaya. Memang tidak semua anak-anak Alumni SD Pekayon Jaya angkatan 99 bisa hadir karena beberapa teman ada yang bekerja di luar pulau jawa dan sebagian entah berada dimana.

Acara reuni nya sendiri bertempat di gokkana Mall Metropolitan 2, awalnya tadi mau makan siang bareng di hanamasa namun harga perorang di hanamasa cukup menguras kantong apalagi sebagian dari teman-teman masih kuliah dan belum berpenghasilan, padahal saya pengen sekali manggang-manggang daging sluuuurp…. akhirnya makan mie ramen lagi. Dari undangan yang tersebar melalui dunia maya, Cuma beberapa orang saja yang bisa hadir seperti saya, abdul, irfan, roni, dwi, ika, eka, riri, karmon, sri, fitria, linda, dan stefani. Wah semuanya sudah berubah rupa dan bentuknya kecuali si karina moniaga (karmon) dan eka yang masih segitu-gitu aja gak gemuk tapi kurus hahahaha…

karmon yang sadar banget kamera

Janjian reuni jam 11 tapi saya baru nyamper abdul jam 1 kurang, memang jam tangan saya terbuat dari karet. Dirumah abdul sendiri sudah ada roni sama irfan buat jalan bareng menuju mall, kaget juga liat abdul yang berat badannya berkurang beberapa kilo, apakah pekerjaannya menjadi seorang gitaris band indie membuat dirinya tidak cukup mengkonsumsi nasi?. Roni juga masih berbentuk manusia kering, saya sih gak heran sama bentuknya yang masih tetap konsisten kurus seperti saya tapi kurusnya itu 2x lebih kurus dari saya, kebayang kan bentuknya ranting pohon rambutan kaya apa. Irfan tetap dengan senyuman ramahnya yang selalu berhias di muka betawinya. Kita berempat berangkat menuju MM namun sedikit terhadang dengan BBM si Stefani yang minta bareng “god damn”, stefani sekarang sudah memiliki berat layaknya 4 orang dewasa seukuran saya. Kalau saya menolaknya, niscaya saya akan ditinju nya sampai negeri khayangan.

irfan dan roni, sahabat perjuangan

stefani yg hobi banget senyum

Bersyukur juga si fani nebeng di mobil saya, karena sebelum menuju rumah abdul saya habis rekond shock belakang agar kuat nahan beban. Alhamdulillah mobil masih enak buat jalan dan tidak miring sebelah hahahaha peace mbak fani. Selama diperjalanan kita mengenang masa-masa kejayaan kita waktu SD termasuk ngomongin si hendrik yang mempunyai aib abadi waktu kelas 5 yaitu berak dicelana dan dia menyangkalnya. Sesampainya di MM, kita harus berjuang mencari parkiran, maklum saja parkiran di mall ini selalu penuh dan menjadi rebutan kalangan roda empat, padahal didalam mall nya sendiri tidak begitu ramai, ada kemungkinan satu orang pengunjung membawa satu mobil, beuuh gak kebayang deh. Sillux saya parkiran secara asal saja, yang penting gak di rem tangan biar kalau ada yang gak suka keberadaan mobil lokal rasa lancer di basement, bisa tinggal dorong keluar basement dan cemplungin ke kalimalang.

Baca entri selengkapnya »





Tokoh Motivasi…

3 01 2012

Siapa tokoh motivasi kalian?, pasti jawaban standarnya para tokoh-tokoh terkenal macam albert einsten, Pak Soekarno, atau advent bangun?. Hampir semua jawaban yang dilontarkan kepada korban, merupakan tokoh tokoh yang ada di televisi tapi pernahkah bertemu langsung dengan mereka?, pasti belum pernah. Di televisi kita melihat para motivator memberikan wejangan dengan sejuknya sehingga membuat penonton merasa nyaman dan berpikir kalau sang motivator lah yg seharusnya ada di masjid-masjid atau gereja agar hidup mereka semangat tanpa bahasan yg hanya membuat kita malas memikirkan dunia.

Tokoh motivator saya bukanlah seorang artis, pengusaha sukses dengan celana pendek serta kemana-mana pake kaos kemeja polos atau bapak walikota yg tidak pernah mau mengambil gaji nya. motivator saya pribadi adalah orang-orang yang ada disekeliling saya. Mungkin salah satunya adalah Zaky Maskur, siapa beliau? Tidak akan banyak yg mengenalnya kecuali dalam satu club Timor-er. Beliau merupakan anggota club yg sama dengan saya, bahkan sekarang sudah menjadi ketua pusat Timor-er di Jakarta. Menurut saya, dia adalah orang sukses yang mukanya gak punya beban kesuksesan, karena setiap orang sukses yang saya temui rata-rata mempunyai muka yg benar2 menahan beban hidupnya hingga senyum saja kecut, hanya memikirkan bagaimana caranya agar dia menjadi orang tersukses.

Om jeki, begitu saya memanggilnya. Wajah ganteng ( sumpah saya bukan maho), pekerjaan mengasyikan, istri cantik, anak lucu dan sepertinya memang apapun sudah dilakukannya dengan berhasil, what else?, setiap manusia pasti selalu merasa kurang. Saya tertarik dengan kehidupan om jeki berawal dari cerita seorang teman yg tau banyak tentang beliau (mungkin temen saya yg maho), awalnya doi sama seperti saya yaitu seoranga pegawai biasa dengan gaji ngepas ngepis. pake Timor juga malah katanya lebih bulux dari mobil timor saya, tak beberapa lama doi menghilang selama setahun, mungkin diculik sama jaringan Al-Qaida untuk dipaksa berjuang melawan yahudi. setelah setahun berlalu ternyata doi training di China dan kembali lagi dengan mobil Altisnya dan tak lama ganti mobil bermerk honda Streaming no Buffering.

wow, semua heran dan kagum, apalagi naiknya karir om Jeki ini terasa secepat kilat bagaikan Gundala yang berlari mengejar matahari. hingga akhirnya kita semua kenal beliau berkendara dengan mobil Fortunernya (Truk Mewah) namun terakhir ini semenjak di nobatkan sebagai ketua Timor-er pusat, dia membeli Timor lagi untuk mengenang masa-masa susahnya tetapi jangan diliat mesinnya booo… high class punya lah.. owe blani jamin itu balang bagoes punya. diantara anggota lama Timor-er cuma om jeki yang masih setia sama kita-kita walaupun mobilnya sudah ganti, berbeda dengan anggota lain, kekeluargaan di komunitas hanya sebatas mobil, mobil nya ganti maka komunitasnya pun juga ikut ganti. aseli, nih orang setia banget sama teman-temannya di Timor….

Baca entri selengkapnya »





Hiburan Setelah pulang sekolah

29 12 2011

Waktu jaman SD setelah pulang sekolah pasti mencari hiburan dahulu sebelum mendarat ke rumah, biasanya saya paling suka nongkrong di pos koperasi RW 5 yang letaknya berada di samping sekolahan sambil menunggu teman-teman seperjuangan kumpul ketawa ketawa gak jelas, gak ada apa-apa pokoknya langsung ketawa dah. Biasanya sambil nunggu mereka datang, saya menikmati jamuan camilan yang dihidangkan oleh abang-abang kojek, biasanya saya membeli makaroni yang di siram sama kuah indomi, enak sih gurih2 renyah dan harganya Cuma 200 perak dapet banyak tapi gak kenyang karena tidak ada nasinya. Jajanan favorit saya kalau lagi ada duit lebih biasanya beli nasduk yang harganya Cuma 400 perak/piring, cukup bikin kenyang dan rasanya enak banget (nasinya pe’ra).

 

Hiburan kita-kita memang mengikuti musim dan trend anak pada tahun 90an, waktu itu playstation belum masuk ke Indonesia sehingga paling banter ya main gimbot 100 perak sampai nyawa di game tersebut habis. Cuma sayangnya kalau main gimbot item putih kaya gini gak bakalan bisa jauh-jauh dari abangnya karena ditaliin dan di ikat pada gerobak sepedahnya, mungkin pernah mengalami kejadian pencurian gimbot atau mencegah si pemain ketiduran saat bermain gimbot. Game-game yang ada di gimbot jadul itu sama membosankannya dengan mainin kalkulator, gerakan yang begitu2 saja dan level 1 – terakhir yang tidak ada perbedaannya. favorit saya waktu itu gimbot yang bisa ngomong, permainannya tetris, bisa mengeluarkan suara “bego lu bego lu”, “ayo donk, ayo donk”, “hebat juga lo hebat juga lo”  saya jadi penasaran siapa pengisi suara cempreng sember busuk itu, pasti dosanya gak ketulungan ya tiap ada yang ga bisa main tetris dikatain bego.

Tidak beberapa lama muncul console game yg langsung booming, awalnya gak ada yang berani sewa console tersebut, ada kebiasaan di sekolah dasar saya yaitu kalau ada pedagang atau penjual yang baru ada di SD tersebut, tidak akan langsung jadi pelanggan anak-anak, melainkan harus ada yg testing dulu, kalau ada yg bilang enak atau asik, baru deh pada rebutan. Gameboy nama consolenya, menjadi booming buat anak-anak SD saat itu, bahkan kita harus menunggu mengantri kalau unit gameboy-nya sedang di sewa semua. Harga sewanya 300perak/10 menit tapi sayangnya hitungan menitnya hanya kira-kira si mas-mas yg mempunyai lapak saja. Terkadang baru main saja sudah dibilang 10 menit habis, mau ngelawan ya galakkan abangnya, kasus kaya gini biasanya menimpa anak-anak culun yang gampang banget dibegoin tapi pintar di kelas (tetep aja bego, kalau 10 menit disamain 1 menit).

Baca entri selengkapnya »





Laporan Kehidupan selama di Tahun 2011

22 12 2011

Tidak terasa sebentar lagi penggantian Tahun, saya harus mempunyai resolusi dan biasanya saya menyukai resolusi 1024×768 karena gambarnya terlihat halus dan icon di desktopnya tidak keliatan besar. Kali ini saya harus punya resolusi untuk tahun 2012 mendatang, apa yang sudah saya capai selama di tahun 2011 harus bisa lebih baik ditahun mendatang namun kenyataannya?, sama saja seperti tahun-tahun sebelumnya. Berarti saya termasuk orang yang gagal di tahun ini dan apakah saya harus menjadi orang yang terasa gagal ditahun depan?, membingungkan sekali, apalagi saya harus menebak-nebak masa depan saya nantinya.

3 tahun bekerja di perusahaan Cat, masih tetap bergelut dengan konsumen sedangkan orang lain sudah menanjak kariernya, apalagi ada teman sekantor berusia muda tapi prestasinya semakin meningkat bagaikan Irvan Bachdim. Mungkin kalau masalah karier bekerja saya tidak memiliki hal yang dapat dibanggakan, terbukti dengan berusahanya saya mencari prestasi namun terhalang oleh apa yang saya kerjakan dan ketidak percayaan orang-orang melihat saya bagaikan karyawan yang Cuma bisa ngemil serta ngaskus di jam kerja. Saya sendiri juga bingung bagaimana caranya saya meningkatkan karier kalau tidak pernah ada yang mendukung, ya mungkin rejeki saya di dalam pekerjaan hanya sebatas seperti ini. Saya bersyukur masih bisa mendapatkan hasil atas apa yang saya kerjakan, punya teman-teman kerja yang baik walaupun lebih bersahabatan kepada teman-teman diluar divisi saya. Dari situ saya belajar tentang sebuah divisi yang orang-orang didalamnya saling mendukung atau malah saling menjatuhkan. Dunia kerja memang layaknya sebuah perang, penuh strategi dan intrik, kalau memang tidak mau berperang ya cari aman saja seperti saya namun hasilnya Cuma jalan ditempat.

Diluar karier, Alhamdulillah saya bisa berbisnis kaos sablonan yang dimana usaha tersebut adalah hasil join bersama teman SMP. Walaupun bisnis tersebut tidak sehebat pengusaha distro Black Id atau lainnya, saya merasa bangga bisa menghidupkan teman saya dan sekarang sudah mempunyai anak satu, padahal usianya masih tua-an saya tapi ya itu sudah rejekinya dia untuk menikah. Bisnis kaos memang gak ada matinya, semua menyukai kaos-kaos lucu apalagi kalau gambarnya bisa desain sendiri tapi lebih berharap kalau ada orang yang mesen kaos sablon tanpa gambar. Keuntungan yang saya peroleh dari bisnis ini yaitu bisa jajan aneka makanan yang memang ingin saya makan, selain itu bisa beli spare part mobil kesayangan saya Cuma belum cukup untuk beli cincin kawin. Awalnya saya sempat dilarang berbisnis kaos karena takut mengganggu karier saya dikantor, apalagi saat itu penjualan masih minim tetapi setelah melihat penjualan makin meningkat, ibu saya menjadi percaya kalau saya memang bisa menjadi seorang pembisnis amatiran yang cukup mumpuni. Saya mau berbisnis apapun tidak akan dilarang oleh bunda, termasuk bisnis spare part Timor, bisnis sampah IT kantor dan bisnis kendaraan yg penjualnya gak ngerti internet.

Diluar Bisnis, saya tetap masih mengajar blog untuk para blogger pemula, selain itu juga secara jarang mengajar desain gambar menggunakan photosop atau corel draw namun hanya untuk pemula, kalau mau yang profesional sih mendingan belajar ditempat kursus karena bisa dapet sertifikat ISO 9002, kalau belajar sama saya sih Cuma dapet teh manis atau sirup. Saya memang paling suka mengajar apapun yang bisa saya ajarkan, apalagi kalau apa yang saya ajarkan bisa membuahkan kesuksesan kepada orang yang saya ajarkan. Tidak ada bayaran yang saya dapat dari semua kegiatan mengajar saya, hanya ucapan Terima kasih yang menurut saya rasanya lebih nikmat dari mie siram kesukaan saya. Jarang-jarang ada orang yang mudah berucap Terima kasih dibandingkan pergi berlalu tanpa kesan dan pesan.

Baca entri selengkapnya »





RBA Timor-er 2011

16 12 2011

Alhamdulillah berkat kerjasama panitia dan juga member Timor-er lainnya, acara RBA serta Turing wisata berhasil diselenggarakan dan berhasil mecahin rekor acara Timor-er dengan menembus sekitar 120 Mobil Timor serta lebih dari 250 orang memadati Graha Vidya di kawasan wisata Waduk Jatiluhur Purwakarta. Persiapan tim kita (Dewan Formatur) selama berminggu-minggu tidak mengecewakan ya walaupun ada beberapa anggota DF yang sibuk sehingga hanya bekerja pas hari H nya saja tanpa bisa membantu kami sebelum hari H nya.

Pertama kalinya saya menjadi orang penting disebuah klub otomotif, selama mengikuti atau menjadi anggota klub otomotif seperti roda dua, tidak pernah menjadi orang penting karena selalu dipandang sebelah mata. Maklum, saya gak punya hal yang bisa dibanggakan selain ngetik dan bercerita, sekalinya dapat tugas untuk bikin acara, ya kerja sendiri-sendiri tanpa mau ada yang bantuin, giliran gagal baru deh saya yang disalah-salahin hahahahaha. Beda banget waktu diutus jadi panitia dan dewan formatur di Timor-er, walaupun jabatan saya wakil tapi semua member mau membantu dengan jerih payah, termasuk para calon ketum Timor-er baru, mereka gak segan-segan luangin waktunya buat membantu saya, padahal mereka merupakan para petinggi-petinggi perusahaan mereka masing-masing.

Awalnya radu mendapat mandat besar dari klub besar setanah air, tapi akhirnya bisa yakin karena teman-teman di Timor-er sendiri sudah seperti keluarga saya sendiri. Gak percuma saya tiap malam tidur jam 12 demi mempersiapkan acara besar ini, ya walaupun badan sempat drop karena kecapekan dan kurang tidur tapi Alhamdulillah tidak sampai sakit parah. Ketika survey ke jatiluhurnya pun kondisi badan saya sedang lemah, baru pulang dari tangerang jam 2 pagi dan jam 5 subuh kudu bangun buat nyiapin diri untuk survey. Dibawa senang saja, toh saya sendiri tidak merasa dibebankan oleh semua ini.

Ketika hari H nya, gak nyangka kalau yang hadir melebihi daftar peserta yang sering saya posting di email milist, menjadi sebuah kebanggaan tersendiri. Pertama kalinya menjadi Captain Road membawa rombongan kloter dua ke lokasi tujuan ya walaupun tidak menggunakan mobil sendiri karena si sillux lagi asik digarasi selama berhari-hari. Ada 2 orang yang protes karena saya membawa mobilnya terlalu cepat, saya sendiri tidak sadar kalau kilometer menunjukkan 100kpj karena mobilnya om Suleman enak banget dibawanya. Salah satu member salah masuk jalur ketika hampir dekat dengan pintu gerbang acara, saya pun berusaha mengejar member tersebut dan imbasnya para member yang dibelakang saya juga ikut-ikutan masuk ke jalur yang salah hahahahaha….

Baca entri selengkapnya »





INAFFF 2011 @Grand Indonesia

23 11 2011

Inafff hadir lagi, kali ini saya harus menonton salah dua filmnya karena waktu tahun kemaren saya hanya sempat untuk mengikuti seminarnya, sedangkan untuk menonton filmnya sudah keburu jam kondangan. Pagelaran Indonesia International Fantastic Film Festival tahun ini masih sama seperti ditahun-tahun berikutnya bertempat di Blitz Megaplex Grand Indonesia. puluhan film dari berbagai negara siap meramaikan acara tersebut serta seminar yang kali ini mengambil tema “How to find funding for your film”  atau bagaimana cara kita mendapatkan dana dalam membuat film?, sayangnya kursi untuk seminar tahun ini sudah penuh dan tidak bisa menambahkan peserta lagi seperti tahun-tahun sebelumnya.

Tim Liputan INAFFF tahun ini sama seperti tahun kemaren yaitu saya dan Ali namun ada tambahan peliput dari sahabat saya yang juga hobi membuat film pendek bernama Septian. Film INAFFF yang akan kami tonton ada dua film dengan genre yang berbeda, film pertama adalah The Cat  dari Korea yang bergenre Horor dan film kedua adalah Saturday Killer dari Thailand yang bergenre Action Komedi. Harga tiket untuk satu film INAFFF seharga 25ribu rupiah saja namun yang membuat saya agak kecewa adalah bentuk fisik tiket filmnya hanya dari kertas tipis seperti tiket film jaman 90an, bukan kertas tebal yang bisa aman di taruh disaku tanpa harus memikirkan resiko lecek atau sobek.

Saat kita masuk kedalam Audi (kalau di blitz, ruangan nonton namanya Audi bukan theater) kita akan dikasih selembaran kertas kecil seperti stiker untuk memberikan nilai dalam film yang telah kita tonton. didalam kertas tersebut ada lambang X dan V (ceklist) bagus tidaknya film tersebut, kita lah yang menentukannya. Film-film yang hadir untuk meramaikan ajang tahunan ini kebanyakan bergenre slasher dan thriller, bahkan ada yang mirip-mirip sama film fenomenal tanah air berjudul “Rumah Dara”. Film-film di INAFFF rata-rata memang film yang mendapatkan penghargaan dari acara Film Indie di negara masing-masing, syukurlah indonesia mengirimkan beberapa film yang pernah mendapatkan penghargaan, tentunya film ‘The Raid’ hadir juga dalam penutupan INAFFF 2011, sssttt…. Film The Raid hadir diputar di Indonesia untuk pertama kalinya lho sebelum dilempar ke bioskop umum di awal tahun 2012.

Baca entri selengkapnya »





Family Day @Safari Park

7 11 2011

22 Oktober 2011

Untuk pertama kalinya saya mengikuti acara Family Day kantor setelah hampir 3 tahun bekerja disini, acara Family Day identik dengan keluarga (istri dan anak) namun ada juga yang membawa mertuanya untuk liburan gratis lewat kantor. Sayang, saya tidak (belum) memiliki istri ataupun anak, padahal banyak rekan-rekan kantor yang membawa istri serta anaknya yang masih kecil-kecil. Saya berangkat pukul setengah 7 pagi dari SPBU Bekasi barat menuju Cibitung dengan menggunakan bis jemputan tetapi ada kejadian lucu saat menuju Cibitung, Bis jemputan yang kami tumpangi salah masuk gardu Tol, sehingga kita harus muter-muter Jorr  keluar via exit jorr jatiasih, lalu masuk ke tol Jorr Jati Asih lagi hingga akhirnya sampai di kantor Cibitung.

Para karyawan dibebaskan untuk ikut dalam rombongan bis atau menggunakan mobil pribadi, khusus mobil pribadi nantinya akan diberikan nomer atau tanda supaya bisa iring-iringan bis yang dikawal oleh bapak Pulisi. Awalnya pengen bawa si sillux menikmati puncak tapi berhubung plat koplingnya lagi dalam kondisi bonto maka saya urungkan niat tersebut karena akan membuat kaki kiri saya pegal dan kesemutan, lagian uang bensin dan tol tidak diganti hehehehe. Pukul 7 pas, bis rombongan menuju taman safari, saya duduk sendiri dibangku bis yang penuh dengan orang berseragam kaos biru muda dan hijau. Moment seperti ini saya manfaatkan untuk tertidur pulas, pada hari sebelum keberangkatan Family Day saya bermain futsal dilapangan kantor dengan tema Office VS Production, wah sangat melelahkan dan team saya pun menang… kap kekalahan.

kebahagian bersama anak istri

Saya seperti penumpang bis kota, mau ngobrol sama mereka namun malu dan mereka sendiri sedang sibuk dengan anak-anak mereka. Saya berada di satu bis yang kebanyakan adalah orang-orang produksi dengan umur rata-rata dibawah 30 tahun. Pada muda-muda tapi sudah memiliki istri dan anak yang lucu-lucu, mereka bisa menikah ya, kenapa saya tidak bisa J jadi termotivasi untuk cepat cepat menikah (sabar fik sabar… mobilmu belum lunas). Sampai di taman safari sekitar pukul 9, kita semua langsung dibawa mengelilingi taman safari melihat habitat para hewan yang sedang hidup dialam bebas. Bisnis toilet ditaman safari sangat menguntungkan, terbukti saya sudah mengeluarkan 10ribu rupiah untuk 10x kencing saat berada di taman safari, bayangkan kalau 10ribu dikali lima juta orang, wah… bisa naik haji saya.

berasa di afrika tenggara

Saya ingat banget saat terakhir kali mengunjungi taman safari, waktu saya berumur 4 tahun, ya 4 tahun. Saya ingat waktu itu saya naik gajah bersama Almarhum abang saya sambil makanin kacang namun yang jadi penasaran, kenapa foto background taman safari ditahun 91 hanya lapangan kosong dengan gajah sedang kejengkang. Menikmati suasana hewan-hewan yang berlalu lalang bebas ditaman seakan kurang mengasyikan karena saya melihatnya dari dalam bis sehingga saya tidak dapat menjamah hewan-hewan jinak sambil memberikan wortel lejat untuk mereka. Padahal saya ingin sekali menyentuh burung unta, binatang unggas favorit saya yang bisa berlari secepat megapro. Saya sering berkhayal bisa memelihara burung unta dirumah, saya akan gunakan burung tersebut sebaga alat transportasi ramah lingkungan selain sepeda.

Baca entri selengkapnya »








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 105 pengikut lainnya.