Reuni itu identik dengan sebuah kenangan, ya kenangan masa-masa indah dahulu bersama teman-teman lama. Kira-kira 10 tahunan saya tidak berjumpa dengan teman SD lagi, sebagian masih suka jumpa karena rumahnya memang masih satu komplek dengan saya. Acara reuni yang diadakan pada tanggal 22 Januari 2012 ini sebenarnya mendadak, hanya obrol-obrolan ringan di BBG Alumni SD Pekayon jaya. Memang tidak semua anak-anak Alumni SD Pekayon Jaya angkatan 99 bisa hadir karena beberapa teman ada yang bekerja di luar pulau jawa dan sebagian entah berada dimana.
Acara reuni nya sendiri bertempat di gokkana Mall Metropolitan 2, awalnya tadi mau makan siang bareng di hanamasa namun harga perorang di hanamasa cukup menguras kantong apalagi sebagian dari teman-teman masih kuliah dan belum berpenghasilan, padahal saya pengen sekali manggang-manggang daging sluuuurp…. akhirnya makan mie ramen lagi. Dari undangan yang tersebar melalui dunia maya, Cuma beberapa orang saja yang bisa hadir seperti saya, abdul, irfan, roni, dwi, ika, eka, riri, karmon, sri, fitria, linda, dan stefani. Wah semuanya sudah berubah rupa dan bentuknya kecuali si karina moniaga (karmon) dan eka yang masih segitu-gitu aja gak gemuk tapi kurus hahahaha…
Janjian reuni jam 11 tapi saya baru nyamper abdul jam 1 kurang, memang jam tangan saya terbuat dari karet. Dirumah abdul sendiri sudah ada roni sama irfan buat jalan bareng menuju mall, kaget juga liat abdul yang berat badannya berkurang beberapa kilo, apakah pekerjaannya menjadi seorang gitaris band indie membuat dirinya tidak cukup mengkonsumsi nasi?. Roni juga masih berbentuk manusia kering, saya sih gak heran sama bentuknya yang masih tetap konsisten kurus seperti saya tapi kurusnya itu 2x lebih kurus dari saya, kebayang kan bentuknya ranting pohon rambutan kaya apa. Irfan tetap dengan senyuman ramahnya yang selalu berhias di muka betawinya. Kita berempat berangkat menuju MM namun sedikit terhadang dengan BBM si Stefani yang minta bareng “god damn”, stefani sekarang sudah memiliki berat layaknya 4 orang dewasa seukuran saya. Kalau saya menolaknya, niscaya saya akan ditinju nya sampai negeri khayangan.
Bersyukur juga si fani nebeng di mobil saya, karena sebelum menuju rumah abdul saya habis rekond shock belakang agar kuat nahan beban. Alhamdulillah mobil masih enak buat jalan dan tidak miring sebelah hahahaha peace mbak fani. Selama diperjalanan kita mengenang masa-masa kejayaan kita waktu SD termasuk ngomongin si hendrik yang mempunyai aib abadi waktu kelas 5 yaitu berak dicelana dan dia menyangkalnya. Sesampainya di MM, kita harus berjuang mencari parkiran, maklum saja parkiran di mall ini selalu penuh dan menjadi rebutan kalangan roda empat, padahal didalam mall nya sendiri tidak begitu ramai, ada kemungkinan satu orang pengunjung membawa satu mobil, beuuh gak kebayang deh. Sillux saya parkiran secara asal saja, yang penting gak di rem tangan biar kalau ada yang gak suka keberadaan mobil lokal rasa lancer di basement, bisa tinggal dorong keluar basement dan cemplungin ke kalimalang.



























Komentar Penggemar